Bisnis  

Pabrik Susu Raksasa 30 Ribu Sapi Siap Dibangun di Brebes

Proyek Mega Farm di Brebes: Solusi untuk Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Daerah

Proyek mega farm yang akan dibangun di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan produksi susu nasional dan memperkuat sektor peternakan. Dengan rencana dimulainya pembangunan pada Juni 2026, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal maupun nasional.

Mega farm ini direncanakan memiliki kapasitas hingga 30 ribu sapi perah, menjadikannya sebagai yang terbesar di Indonesia. Proyek ini dikelola oleh PT Global Dairy Bersama (GDB), yang berkomitmen untuk mengembangkan sistem peternakan terpadu berbasis teknologi modern dan berkelanjutan. Luas lahan yang digunakan mencapai 710 hektare, dengan konsep close loop system yang memastikan pengelolaan limbah, air, dan pakan dilakukan secara efisien dan ramah lingkungan.

Kontribusi Produksi Susu Nasional

Dari sisi produksi, mega farm ini ditargetkan mampu menyumbang hingga 18 persen dari total produksi susu nasional. Saat ini, produksi susu dalam negeri hanya mencapai sekitar satu juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 4,7 juta ton. Artinya, sekitar 80 persen kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. Dengan tambahan produksi dari Brebes, ketergantungan terhadap impor diharapkan bisa berkurang secara signifikan.

Selain itu, proyek ini juga berpotensi meningkatkan posisi Jawa Tengah sebagai produsen susu nasional. Saat ini, Jawa Tengah berada di peringkat ketiga, di bawah Jawa Timur dan Jawa Barat. Namun, jika proyek ini berjalan lancar, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat kedua, bahkan menyamai Jawa Timur.

Dukungan Pemerintah dan Mitra

Pemerintah Pusat telah menyiapkan berbagai dukungan untuk mendukung proyek ini. Mulai dari penyediaan bibit sapi impor dari negara-negara seperti Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, hingga Brasil, hingga penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah penyakit seperti PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dan LSD (Lumpy Skin Disease).

Selain itu, proyek ini juga akan melibatkan masyarakat setempat. Sekitar 5.000 petani akan terlibat dalam penyediaan pakan di lahan seluas 2.000 hektare, serta 8.000 peternak akan terlibat dalam pengembangan sapi. Ini menunjukkan bahwa proyek ini bukan hanya sekadar industri, tetapi juga program pemberdayaan masyarakat.

Rencana Pembangunan dan Operasional

Persiapan lahan akan dimulai pada Juni 2026, dengan target pembangunan selesai dan mulai operasional pada akhir 2027. First milking atau pengambilan susu pertama direncanakan pada Desember 2026. Dengan skala yang besar, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan produksi susu hingga 180 ribu ton per tahun, serta membuka berbagai fasilitas pendukung seperti pabrik pakan dan kawasan perkebunan jagung.

Dukungan dari Pemda dan Gubernur

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma menyambut baik investasi ini, menilainya sebagai peluang besar untuk mengangkat perekonomian daerah. Ia menilai proyek ini tidak hanya berdampak di tingkat kabupaten, tetapi juga nasional. Selain itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi juga menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek ini.

Menurutnya, Jawa Tengah saat ini menjadi destinasi utama investasi, baik nasional maupun internasional. Hal ini didukung oleh stabilitas keamanan, kepastian hukum, kemudahan perizinan, serta ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif. Gubernur menegaskan bahwa Jawa Tengah terus membuka ruang bagi investasi yang mendukung swasembada pangan, termasuk sektor peternakan dan produksi susu.

Potensi Dampak Sosial Ekonomi

Kehadiran mega farm ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sektor peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan. Dengan konsep yang terintegrasi dan berkelanjutan, proyek ini diharapkan menjadi contoh inovatif dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Indonesia.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *