Perebutan Kehormatan di Sinjai, Perselisihan Ayah-Anak dan Tetangga Akibat Cemburu

Perkelahian Berdarah di Dusun Sapuberu, Sinjai Timur

Perkelahian berdarah yang melibatkan tiga pria terjadi di Dusun Sapuberu, Desa Pasimarannu, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, pada Minggu malam (19/4/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Lokasi kejadian berjarak delapan kilometer dari Ibu Kota Sinjai dengan waktu tempuh sekitar 14 menit.

Peristiwa ini melibatkan tiga individu, yaitu Ahmad (53 tahun) bersama anaknya Rahmat (23 tahun) melawan Andi Patawari (41 tahun). Ketiganya masih bertetangga dan konflik antara Ahmad dan Andi Patawari telah berlangsung sejak tahun 2022. Pemicunya diduga berkaitan dengan masalah pribadi, khususnya dugaan hubungan dekat antara Andi Patawari dengan istri Ahmad.

Kasus ini bermula saat Andi Patawari mendatangi rumah juragan kapalnya untuk menghadiri acara selamatan. Tiba-tiba, Ahmad datang dan menantang Andi Patawari untuk berduel di jalan. Warga sekitar sempat melerai dan menahan Andi Patawari agar tidak keluar rumah. Namun, situasi kembali memanas ketika Andi Patawari hendak meninggalkan lokasi.

Ahmad kemudian mengadangnya dan memukul Andi Patawari menggunakan kayu hingga mengenai bagian lengan. Andi Patawari mengambil parang dan menyerang Ahmad. Melihat ayahnya diserang, Rahmat turut membantu dengan memukul Andi Patawari menggunakan batang besi.

Perkelahian tak terhindarkan, sehingga ketiganya mengalami luka-luka. Ahmad mengalami luka tebas di bagian kepala, lengan kiri, betis kanan, dan punggung kaki kanan. Rahmat mengalami luka terbuka di bagian belakang kepala, pelipis kiri, dahi, lengan kanan, serta perut. Sementara itu, Andi Patawari mengalami luka lebam di lengan kanan dan luka terbuka di bagian kepala.

Dua korban, yakni Ahmad dan Rahmat, dilarikan ke RSUD Sinjai untuk mendapatkan perawatan medis. Pelaku, Andi Patawari, telah diamankan di Polres Sinjai.

Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, menjelaskan bahwa konflik antara Ahmad dan Andi Patawari pernah berujung proses hukum terhadap Andi Patawari. Perselisihan ini dipicu oleh dugaan hubungan dekat antara Andi Patawari dengan istri Ahmad. Keduanya juga bertetangga.

Kapolres Sinjai, AKBP Jamal Fathur Rakhman, mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara kekerasan. Ia menekankan bahwa setiap permasalahan sebaiknya diselesaikan secara baik-baik melalui jalur kekeluargaan atau melibatkan aparat pemerintah setempat dan pihak kepolisian.

AKBP Jamal juga meminta warga untuk menahan diri dan tidak mudah terpancing emosi yang dapat berujung pada tindakan melanggar hukum. Ia mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui adanya potensi konflik di lingkungan masing-masing agar dapat dicegah sejak dini.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *