Jatuhnya Mobil Dinas Camat di Batutungku, Istri Dievakuasi ke Rumah Sakit

Kecelakaan Mobil Dinas Camat di Batutungku, Istri Camat Dievakuasi ke Rumah Sakit

Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur menuju Pantai Batakan, Desa Batutungku, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Mobil dinas yang terlibat dalam kejadian tersebut mengalami kecelakaan dan terguling. Salah satu korban adalah istri camat yang saat itu sedang berada di dalam kendaraan.

Menurut informasi dari aparat kepolisian, kecelakaan terjadi pada Minggu (19/4/2026) pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Mobil berpelat merah yang terlibat dalam kejadian ini merupakan mobil dinas salah satu camat di Tala. Saat kejadian, kendaraan sedang melaju ke arah Pantai Batakan Baru di Desa Batakan, menuju lokasi acara setempat.

Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kapolsek Panyipatan Iptu Wanda Satriadi menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi karena mobil diduga mengalami selip saat melintasi tikungan. Akibatnya, pengemudi kehilangan kendali hingga mobil membanting ke arah kiri. Mobil kemudian menabrak satu unit Suzuki pick up carry yang sedang terparkir di garasi atau pondok milik warga.

Benturan keras tersebut menyebabkan mobil dinas mengalami kerusakan parah hingga sempat terguling. Saat kejadian, di dalam mobil terdapat seorang penumpang yaitu istri camat bersama tiga staf kecamatan serta sopir pribadi yang mengemudikan mobil itu. Akibat kecelakaan itu, istri camat mengalami luka pada bagian telinga kiri. Sementara itu, tiga penumpang lainnya (perempuan) serta sopir selamat tanpa luka.

Istri camat telah dievakuasi ke RSUD Hadji Boedjasin Pelaihari untuk mendapatkan penanganan medis. Dua saksi di lokasi kejadian telah dimintai keterangan. Sementara barang bukti berupa satu unit Toyota Rush dan satu unit Suzuki pick up carry juga telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Tips Mengemudi di Tikungan yang Aman

Mengemudi di tikungan memerlukan konsentrasi tinggi dan teknik yang tepat agar dapat menghindari kecelakaan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Kurangi kecepatan sebelum masuk tikungan, gunakan teknik hand-over-hand atau push-pull untuk putaran halus, dan kembalikan posisi setir secara bertahap saat keluar tikungan.
  • Pastikan posisi tangan di jam 9 dan 3, perhatikan feeling bodi mobil, serta hindari menginjak gas terlalu dalam saat berbelok agar stabil.

Panduan Detail Menyetir di Tikungan

Persiapan Sebelum Tikungan:
* Kurangi Kecepatan: Turunkan kecepatan sebelum masuk tikungan untuk menghindari selip.
* Pindah Gigi (Manual): Turunkan ke gigi rendah untuk meningkatkan kontrol dan torsi saat keluar tikungan.
* Lampu Sein: Nyalakan lampu sein lebih awal untuk memberi sinyal.

Teknik Memutar Setir:
* Posisi Tangan: Pertahankan posisi tangan di jam 9 dan 3 agar manuver stabil.
* Teknik Hand-over-Hand: Untuk tikungan tajam, gunakan satu tangan menarik setir dan tangan lainnya mendorong (menyilang).
* Tikungan Patah/Putar Balik: Putar setir sekitar putaran.
* Tikungan Landai: Cukup putar setengah hingga 1 putaran.

Saat Melewati Tikungan:
* Jaga Feeling: Perhatikan spion untuk memastikan bodi belakang aman, terutama di jalan sempit.
* Kecepatan Stabil: Jaga putaran mesin konstan, jangan mengerem mendadak.

Keluar Tikungan:
* Luruskan Setir: Setelah bodi mobil lurus, balas putaran setir dengan halus dan terukur.
* Akselerasi Bertahap: Tambahkan kecepatan secara perlahan setelah mobil lurus kembali.

Latihan konsisten akan meningkatkan insting dalam mengukur putaran setir yang pas.

Kenapa Tikungan Berbahaya?

Tikungan jalan dianggap berbahaya karena kombinasi faktor fisika, desain jalan, dan perilaku pengemudi yang meningkatkan risiko kecelakaan, tergelincir, atau tabrakan. Berikut adalah alasan utama mengapa tikungan berbahaya:

  • Gaya Sentrifugal (Dorongan ke Luar): Saat kendaraan berbelok, gaya sentrifugal mendorong kendaraan keluar dari pusat tikungan. Jika kecepatan terlalu tinggi, gaya ini dapat melebihi daya cengkeram ban (gesekan melintang), menyebabkan kendaraan tergelincir atau terbalik.
  • Jarak Pandang Terbatas (Blind Spot): Tikungan, terutama yang tajam, sering kali menghalangi pandangan pengemudi terhadap kendaraan atau rintangan dari arah berlawanan. Hal ini membuat pengemudi tidak bisa mengantisipasi bahaya di depan secara dini.
  • Ketidakmampuan Mengendalikan Kendaraan: Banyak kecelakaan terjadi karena pengemudi kurang terampil atau tidak mengurangi kecepatan saat mendekati tikungan tajam.
  • Desain Tikungan yang Tidak Ideal: Beberapa jalan memiliki desain geometris yang kurang baik, seperti kemiringan (superelevasi) yang kurang, jalan sempit, atau tikungan yang terlalu tajam, terutama di medan pegunungan.
  • Larangan Menyalip: Menyalip di tikungan sangat dilarang karena risiko tinggi bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan yang tidak terlihat.
  • Penampakan yang Menipu: Tikungan sering kali terlihat aman dari kejauhan, padahal sebenarnya tajam atau memiliki permukaan jalan yang tidak rata, sehingga mengecoh pengemudi.

Untuk mengurangi risiko, penting bagi pengendara untuk mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan dan tidak menyalip kendaraan lain di area tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *