Kecelakaan maut Probolinggo, balita tewas di pelukan ibu

Kecelakaan Maut di Probolinggo, Empat Anggota Keluarga Tewas dalam Satu Peristiwa

Korban tewas dalam kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Probolinggo–Lumajang, Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Probolinggo, pada Sabtu (18/4/2026) malam, adalah empat anggota satu keluarga asal Blitar, Jawa Timur. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi warga sekitar dan kerabat korban.

Empat korban tersebut adalah Sutrisno (60 tahun), Sri Budiyatni (60 tahun), Devica Friskiara (29 tahun), dan Giovano Malik Ibrahim (3 tahun). Mereka merupakan bapak, ibu, anak perempuan, dan cucu dari satu keluarga. Saat evakuasi berlangsung, kondisi jenazah sangat memilukan. Korban terjepit dalam kendaraan yang mengalami kerusakan parah. Seorang balita berusia tiga tahun ditemukan dalam posisi tak bernyawa dan masih dalam pelukan ibunya yang juga telah meninggal.

Saat petugas melakukan evakuasi, tubuh kecil Giovano Malik Ibrahim tidak bisa terlepas dari pelukan sang ibu, Devica Friskiara. Keduanya akhirnya dibawa dalam satu kantong jenazah ke kamar mayat RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo. Gambaran ini mencerminkan ikatan keluarga yang begitu kuat, bahkan hingga akhir hayat.

Wakil Ketua RT 4 RW 2 Pundensari, Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Adib Abadi menjelaskan bahwa warga mendapat kabar tentang kecelakaan tersebut pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Anak laki-laki korban, Dohan, menerima telepon dari polisi terkait musibah yang menimpa keluarganya. Saat mendengar kabar tersebut, Dohan sempat syok dan tidak percaya. Ia teriak-teriak di depan rumah, sehingga para tetangga langsung keluar untuk memberikan dukungan.

Menurut informasi yang dihimpun, korban mengalami kecelakaan beruntun saat sedang dalam perjalanan pulang dari Banyuwangi ke Blitar. Pada Jumat (17/4/2026) sore, korban beserta istri, anak perempuan, dan cucu berangkat dari Blitar ke Banyuwangi. Tujuan mereka adalah untuk menjaga bayi di rumah saudaranya. Namun, anak laki-laki korban tidak ikut karena tidak mau. Akhirnya, hanya istri, anak perempuan, dan cucu yang bersama korban dalam perjalanan tersebut.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan maut yang melibatkan enam kendaraan terjadi di Jalan Raya Probolinggo–Lumajang, Dusun Krajan, Desa Malasan Wetan, Tegalsiwalan, Probolinggo, pada Sabtu (18/4/2026) malam. Diduga kecelakaan disebabkan oleh truk trailer yang mengalami rem blong dan menabrak lima kendaraan lain. Empat orang meninggal dunia dalam kejadian ini.

Kejadian berawal saat truk trailer bernomor polisi B 2965 UEJ yang dikemudikan Cecep Adi Sucipto, 46 tahun, warga Kutorejo, Mojokerto, melaju dari arah selatan menuju utara. Truk diduga mengalami rem blong beberapa meter sebelum lokasi kejadian. Saat itu, jalan sedang menurun, sehingga membuat kendaraan sulit dikendalikan.

Pada saat yang sama, terdapat lima kendaraan yang sedang berhenti karena menunggu kereta api melintas. Truk trailer yang tidak terkendali kemudian menabrak kendaraan-kendaraan tersebut, menyebabkan kecelakaan beruntun yang mengakibatkan empat korban tewas.

Fakta Penting

  • Keempat korban merupakan satu keluarga asal Blitar.
  • Empat korban terdiri dari bapak, ibu, anak perempuan, dan cucu.
  • Korban tewas dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan enam kendaraan.
  • Truk trailer diduga mengalami rem blong sebelum menabrak kendaraan lain.
  • Kejadian terjadi di Jalan Raya Probolinggo–Lumajang, Dusun Krajan, Desa Malasan Wetan.
  • Empat korban meninggal dalam kejadian yang sama.
  • Salah satu korban adalah balita berusia tiga tahun yang ditemukan dalam pelukan ibunya.
  • Anak laki-laki korban sempat syok dan tidak percaya setelah menerima kabar dari polisi.
  • Korban berangkat dari Blitar ke Banyuwangi untuk menjaga bayi di rumah saudaranya.
  • Lima kendaraan lain ikut terlibat dalam kecelakaan tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *