Bisnis  

Pemerintah Siapkan 2 Pabrik Pengolahan Gambir di Sumbar, Fokus pada Pessel dan Limapuluh Kota

Upaya Mendorong Hilirisasi Gambir Sumatera Barat

Sumatera Barat terus berupaya untuk mempercepat proses hilirisasi komoditas gambir, salah satu produk unggulan daerah. Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah pusat bekerja sama dengan BUMN dan perguruan tinggi untuk menyiapkan pembangunan pabrik pengolahan gambir. Tujuannya adalah meningkatkan nilai tambah dari komoditas ini.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sumbar, Afniwirman, menjelaskan bahwa upaya hilirisasi kembali menjadi perhatian setelah kunjungan Menteri Pertanian pada September 2025 lalu. Ia menyampaikan bahwa gambir memiliki potensi ekonomi yang tinggi jika diolah lebih lanjut.

“Waktu kunjungan Pak Menteri, disampaikan bahwa gambir ini punya nilai ekonomi tinggi jika dihilirisasi. Maka direncanakan pembangunan pabrik pengolahan gambir,” ujar Afniwirman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Kamis (16/4/2026).

Rencana hilirisasi tersebut kini dilimpahkan kepada PTPN IV yang sedang berproses menggandeng Universitas Andalas untuk kajian teknis dan perencanaan. “PTPN IV sedang bekerja sama dengan Unand untuk merancang hilirisasi gambir ini. Kita harapkan tidak lama lagi bisa terealisasi,” katanya.

Dalam konsep awal, pemerintah menyiapkan dua lokasi pembangunan pabrik hilirisasi gambir, yakni di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Limapuluh Kota sebagai sentra utama produksi. “Memang dua daerah ini yang paling dominan. Rencananya akan dibangun dua pabrik, masing-masing di Pesisir Selatan dan Limapuluh Kota,” jelasnya.

Namun demikian, pembangunan pabrik akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan daerah dan hasil kajian teknis. Saat ini, Kabupaten Limapuluh Kota disebut sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan tersebut. “Nanti kajian dari Unand yang menentukan mana yang lebih prioritas dibangun lebih dulu, dilihat dari efisiensi, luas lahan, dan faktor lainnya,” ujarnya.

Afniwirman menegaskan bahwa kualitas gambir asal Sumatera Barat sejauh ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Hal ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi petani melalui hilirisasi. Di sisi lain, ia mengakui harga gambir saat ini mengalami fluktuasi. Namun hal tersebut dinilai sebagai dinamika pasar yang dipengaruhi banyak faktor, seperti ketersediaan barang dan permintaan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah mendorong peningkatan produksi petani melalui bantuan alat pengolahan, seperti mesin pres, agar biaya produksi bisa ditekan. “Kalau produksi meningkat dan biaya bisa ditekan, meskipun harga turun, pendapatan petani tidak terlalu terdampak,” katanya.

Meski hilirisasi menjadi harapan besar, pemerintah juga mengingatkan agar pengembangan gambir tidak dilakukan secara sembarangan, terutama di lahan miring yang berpotensi menimbulkan bencana. “Kita tidak mendorong perluasan jika tidak jelas lokasinya, apalagi di daerah yang rawan. Ini harus hati-hati,” tegasnya.

Dengan rencana hilirisasi ini, pemerintah berharap komoditas gambir Sumatera Barat tidak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan perekonomian daerah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *