Tren Sewa iPhone Meningkat Saat Lebaran, Didominasi Generasi Z
Di tengah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, muncul fenomena menarik di kalangan anak muda yang memilih menyewa iPhone untuk kebutuhan konten dan dokumentasi. Fenomena ini tidak hanya menjadi tren tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap bisnis penyewaan ponsel premium.
Keinginan Anak Muda untuk Konten Berkualitas Tinggi
Banyak remaja kini lebih memilih menggunakan perangkat premium daripada membeli pakaian baru. Hal ini dilakukan demi menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi, terutama untuk media sosial. Salah satu contohnya adalah Dimas (20), warga Banjarmasin, yang baru pertama kali menyewa iPhone saat Lebaran. Ia memanfaatkan perangkat tersebut untuk mengabadikan momen keluarga sekaligus membuat konten.
“Ini pertama kali mencoba. Buat foto keluarga sama bikin konten Lebaran. Soalnya kualitas kameranya beda,” ujarnya. Menurutnya, menyewa iPhone menjadi solusi praktis bagi anak muda yang ingin hasil konten lebih maksimal tanpa harus membeli perangkat mahal.
Pengalaman Berbeda dari Penyewa Lain
Berbeda dengan Dimas, Rina (22) mengaku pernah mencoba tren ini sebelumnya. Ia tertarik karena mengikuti tren yang ramai di media sosial. “Waktu itu buat foto buka bersama teman-teman. Soalnya lagi ramai pakai iPhone biar hasilnya bagus,” katanya. Namun, setelah merasakan sendiri, ia menilai penggunaan iPhone sewaan tidak selalu memberikan dampak signifikan dalam jangka panjang.
“Kalau dipikir-pikir sekarang, sebenarnya tidak terlalu perlu juga. Hasilnya memang bagus, tapi setelah itu ya sudah,” tambahnya.
Bisnis Sewa iPhone Kian Berkembang
Fenomena ini turut mendorong tumbuhnya bisnis penyewaan iPhone di Banjarmasin. Ahmad Baihaki, salah satu pelaku usaha, mengaku mulai menjalankan bisnis ini sejak 2023 dengan hanya dua unit ponsel. Seiring meningkatnya permintaan, kini ia telah menyediakan lebih dari 50 unit iPhone.
Saat Lebaran, permintaan meningkat drastis hingga seluruh unit terpesan jauh hari sebelumnya. “Full booking jauh-jauh hari. Penyewa kebanyakan Gen Z usia 17 sampai 25 tahun,” jelasnya.
Tarif dan Paket Sewa
Tarif sewa iPhone ditawarkan mulai Rp100 ribu per jam. Penyewa dapat memilih berbagai durasi penggunaan, mulai dari tiga jam, enam jam, hingga 24 jam. Model yang paling diminati adalah iPhone XR dan iPhone 11, yang dikenal memiliki kualitas kamera baik dan harga sewa relatif terjangkau.
“Kebanyakan penyewa butuh kameranya saja. Ada juga yang sekadar untuk flexing,” ungkap Baihaki. Untuk menarik minat, pihaknya juga menawarkan promo potongan harga hingga 50 persen menjelang Lebaran.
Risiko dan Tantangan Usaha
Meski menjanjikan, bisnis ini juga memiliki risiko. Baihaki mengungkapkan bahwa penyewa diwajibkan memberikan jaminan seperti KTP atau KTM serta mengisi perjanjian. Ia juga pernah mengalami kasus kehilangan dua unit iPhone pada 2024. Namun, berkat fitur GPS iCloud, perangkat tersebut berhasil dilacak dan kasusnya diselesaikan melalui jalur hukum.
“Fitur GPS sangat membantu untuk keamanan,” katanya. Selain itu, terdapat juga kasus penyewa yang tidak mampu melunasi biaya sewa, sehingga jaminan mereka masih ditahan hingga kini.
Peluang dan Perkembangan Bisnis
Meski menghadapi berbagai tantangan, Baihaki tetap optimistis bisnis ini akan terus berkembang. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perangkat berkualitas, khususnya untuk konten digital, menjadi peluang besar di era media sosial. Saat ini, layanan penyewaan mencakup wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, Pelaihari, hingga Hulu Sungai Utara. Bahkan, dalam waktu dekat, ia berencana membuka cabang baru di Kalimantan Tengah.












