Hukum  

Misteri Jam Tangan Pintar Farhan, Langkah Kaki Terus Bertambah Hingga Malam

Mysterious Data from Farhan Gunawan’s Smartwatch Sparks New Hope

Sebuah perangkat smartwatch milik Farhan Gunawan, co-pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan pegunungan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, mencatat pergerakan langkah kaki hingga malam hari. Data ini ditemukan oleh pacarnya melalui ponsel Farhan yang masih terhubung dengan smartwatch selama tiga hari pencarian. Temuan ini memicu misteri baru sekaligus harapan agar Tim SAR segera menemukan Farhan.

Data langkah kaki yang tercatat terus bertambah hingga malam hari, memunculkan tanda tanya besar tentang apa yang sebenarnya terjadi setelah pesawat kehilangan kontak. Temuan ini kini menjadi perhatian tim investigasi dan publik, karena dianggap dapat membuka potongan fakta baru di balik tragedi penerbangan tersebut.

Farhan Gunawan merupakan salah satu kru pesawat ATR 42-500 bernomor registrasi PK-THT. Dia merupakan alumni Sekolah Islam Athirah Makassar. “Farhan pernah menjadi Ketua OSIS SMP Islam Athirah periode 2014-2015. Ketua OSIS SMA Islam Athirah periode 2016-2017,” kata mantan Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril seperti dikutip dari Tribun Timur. Setelah lulus, Farhan menempuh pendidikan di Akademi Penerbangan Indonesia. Ia tercatat sebagai alumni Taruna. Kini dia tercatat menjadi satu dari 10 korban pesawat ATR 42-500.

Jejak Terakhir Farhan Ditemukan

Kakak Dian, pacar Farhan, mengungkap sejumlah temuan baru dari proses pencarian korban oleh Tim SAR Gabungan. “Saya suadaranya Farhan dari adik saya, Dian, adik saya pacaran Farhan sudah 5 tahun. Adik saya tidak mampu diwawancara ke media karena lagi syok dan berjuang cari Farhan,” katanya. Menurutnya sang adik menemukan jejak Farhan. “Pesawat jatuh 17, tanggal 18 pencarian dan HP Farhan ada dapat di hutan terus dipegang adik saya,” katanya. Kata dia HP tersebut masih terkoneks dengan smartwatch yang dipakai Farhan.

Ketika dicek, masih ditemukan pergerakan langkah dari smartwacth. “HP dia itu terhubung ke smartwatch, terus dicek smartwatchnya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan,” katanya. Pergerakan bukan hanya sekali, tapi beberapa kali di sejumlah jam. “Dari pagi jam 6 ada berapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada, saya lupa jamnya,” katanya. Menurutnya pergerakan langkah Farhan terdeteksi selama tiga hari terakhir ini. “Pergerakan langkah kakinya makin bertambah dan ini hari ketiga di hutan,” katanya. Ia pun meminta agar Tim SAR menerjunkan personel lebih banyak agar Farhan segera ditemukan. “Tolong bapak Prabowo atau menteri yang bisa ngasih bantuan tolong turunkan Tim SAR lebih banyak, sekaligus helikopter,” katanya.

Proses Pencarian Pesawat ATR 42-500

Pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak masih dilakukan di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Helikopter tampak melakukan penyisiran udara di kawasan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sabtu (18/1/2026), untuk mencari jejak keberadaan pesawat yang mengangkut 10 penumpang tersebut.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pencarian melibatkan ratusan personel gabungan dari berbagai unsur. “Total ada 476 personel yang kami libatkan, terdiri dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur SAR lainnya,” ujar Andi Sultan. Ia menjelaskan, upaya pencarian dari udara dilakukan dengan menggunakan helikopter milik Lanud Sultan Hasanuddin. “Helikopter digunakan untuk melakukan penyisiran di titik-titik koordinat yang telah kami plotkan sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, tim SAR juga membawa sejumlah peralatan pendukung untuk menunjang operasi di medan ekstrem. “Kami membawa peralatan evakuasi, termasuk peralatan elektrifikasi. Jika diperlukan, kami akan melakukan drop logistik,” katanya. Untuk mendukung komunikasi di lokasi sulit dijangkau sinyal, tim SAR turut membawa perangkat komunikasi khusus. “Kami menggunakan starlink portable dan handy talky (HT) untuk memastikan komunikasi tetap berjalan,” ungkap Andi Sultan.

Ia menambahkan, tim pencarian dibagi ke dalam lima sektor guna memaksimalkan area penyisiran. “Nantinya, setelah tim tiba di puncak, kami akan menerbangkan drone untuk melakukan asesmen awal, melihat kondisi di bawah,” jelasnya. Menurut Andi Sultan, hingga saat ini metode penurunan personel ke dasar jurang masih dikaji. “Belum bisa dipastikan apakah menggunakan teknik rappelling, karena medan menuju dasar jurang yang dicurigai sebagai titik jatuh pesawat cukup ekstrem,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *