Bisnis  

Jalan Lembah Anai Putus, Sopir Travel Sumbar-Riau Istirahat Sejenak Ambil Pesanan

Jalan Penghubung Sicincin-Padang Panjang Putus, Dampak pada Ekonomi dan Mobilitas

Pada Jumat (28/11/2025), akses jalan penghubung Sicincin-Padang Panjang terputus akibat kejadian yang menimbulkan kerusakan parah. Kejadian ini menyebabkan lalu lintas tidak bisa dilewati sama sekali, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat sekitar.

Kawasan Mega Mendung, yang menjadi lokasi jalan amblas, berada di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Jalan tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan Padang menuju Bukittinggi. Akibatnya, banyak warga dan pelaku usaha terdampak oleh peristiwa ini.

Salah satu sopir travel, Candra, mengaku harus berhenti bekerja sementara waktu karena kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di daerah tersebut. Ia menjelaskan bahwa sejak cuaca buruk melanda, jumlah orderan yang diterimanya semakin sedikit. Ia juga menyampaikan bahwa situasi ini sangat berbahaya karena ancaman tanah longsor, banjir, hingga pohon tumbang sering terjadi.

“Sekarang jalan Sicincin-Padang Panjang yang amblas. Kemaren ada malalak, sitinjau dan lainnya. Berarti sudah lumpuh Sumbar-Pekanbaru,” ujarnya.

Candra menilai jika kondisi ini tidak segera diatasi, akan berdampak pada para perantau yang ingin pulang kampung saat libur Natal dan tahun baru melalui jalur darat. Selain itu, roda ekonomi dan logistik ke Sumbar juga akan terganggu.

Selain Candra, Hendra, seorang pedagang buah, juga mengalami dampak dari kejadian ini. Ia biasanya mengambil barang dagangan dari Bukittinggi, tetapi akibat jalan putus, ia harus istirahat sementara waktu untuk berjualan.

“Gimana lagi, terpaksa stop dulu. Soalnya pasokan buah dari sana banyak. Kalau jalan putus tentu tidak bisa ambil buah,” ujarnya.

Masyarakat Terobos Pembatas Demi Foto Jalan Amblas

Jalan amblas di kawasan Mega Mendung, Silaing, Tanah Datar, Sumatera Barat, menjadi wisata bencana bagi sejumlah masyarakat. Meski jalan tersebut sudah diberi penanda bahwa tidak bisa dilalui, beberapa orang tetap datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisi jalan tersebut.

Banyak masyarakat yang datang membawa pasangan atau keluarganya, termasuk anak-anak, untuk melihat kondisi jalan. Beberapa di antaranya bahkan dengan senang hati menerobos pembatas terakhir yang dipasang petugas agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Beberapa di antaranya menyebut datang hanya untuk sekedar mengambil gambar untuk media sosial dan memastikan situasi. Pilihan masyarakat ini dinilai berani, mengingat pembatas terakhir yang berjarak 50 meter dari ruas jalan amblas, sudah berlobang pada bagian bawah jalan.

Namun, mereka tidak segan untuk tetap sekedar mengambil video potrait atau bahkan berswafoto dengan jarak dua meter dari lokasi jalan putus.

Penyesalan dari Pejabat

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar Noor Arias Syamsu menyampaikan rasa prihatin atas tindakan masyarakat ini. Ia mengkhawatirkan kondisi cuaca ekstrem masih terjadi di daerah tersebut, serta persentase jalan amblas masih terbuka lebar.

Ia takut nantinya antusias masyarakat ini malah menghadirkan korban jiwa, terlebih ada masyarakat yang datang membawa keluarga dan anak. Ia menilai kehadiran warga di lokasi membuat proses pengerjaan terganggu, padahal per hari ini sejumlah alat berat dan material pembangunan akan dipasok ke lokasi.

“Kalau masyarakat ramai seperti ini, susah para pengendara untuk melintas. Sedangkan kondisi jalan masih licin, nanti ada gangguan kendaraan bisa membahayakan masyarakat yang tidak berkepentingan,” ujarnya.

Ia berharap agar masyarakat bisa bekerjasama dalam persoalan ini, agar pekerjaan bisa berjalan dengan lancar. “Insyaallah jika masyarakat bisa memberi kepercayaan pada kami proses perbaikan akan kami lakukan secepat dan sebaik mungkin,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *