Proyek Tol Getaci: Jalur Konektivitas dan Potensi Investor China
Proyek jalan tol Getaci yang akan dibangun dari Gedebage hingga Cilacap memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah Priangan Timur. Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa Selatan, yang nantinya akan terhubung dengan Tol Cilacap-Yogjakarta dan Yogjakarta-Solo.
Meski pelaksanaan lelang ulang masih belum terwujud, ada indikasi ketertarikan dari investor asal Tiongkok untuk ikut menggarap proyek jalan tol pertama di wilayah tersebut. Pertanyaannya adalah, apakah investor asal Negeri Panda akan tertarik ikut lelang pada tahun 2026?
Perkembangan Proyek Tol Getaci
Pada kunjungan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke Bandung, ia memastikan bahwa proyek Tol Getaci tidak akan mangkrak. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari Tahap 1, yaitu dari Gedebage hingga Tasikmalaya, yang ditargetkan mulai dibangun pada tahun depan dan selesai pada 2029. Setelah Tahap 1 selesai, pembangunan akan dilanjutkan dari Tasikmalaya hingga Cilacap.
Jejak Investor China
Dalam market sounding proyek yang dilaksanakan April 2023, BPJT Kementerian PUPR menyebutkan adanya partisipasi investor asing, termasuk dua perusahaan dari Tiongkok. Meskipun nama perusahaan tidak disebutkan, ada kemungkinan perusahaan tersebut bermitra dengan PT Daya Mulia Turangga.
Pada lelang pertama akhir 2021, konsorsium PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC) menang. Namun, karena keluarnya PT Waskita Karya, kemenangan konsorsium ini dibatalkan dan proyek harus dilelang ulang.
Pada rencana lelang ulang pertama pada 2024, tercatat dua konsorsium yang mendaftar, salah satunya adalah konsorsium PT Daya Mulia Turangga-PT China State Construction Overseas Development Shanghai. Namun, kedua konsorsium ini dinyatakan tidak lulus.
Apakah Investor China Akan Ikut Lelang 2026?
Ada beberapa alasan mengapa investor asal Tiongkok mungkin tertarik ikut lelang 2026. Salah satunya adalah adanya proyek strategis nasional (PSN) yang total bernilai ribuan triliun rupiah, termasuk 19 proyek jalan tol yang akan dilelang pada 2026, dengan total nilai lebih dari Rp 400 triliun.
Selain itu, minat Tiongkok terhadap proyek jalan tol di Indonesia meningkat. Contohnya, Guangxi Beibu Gulf Investment Group Co Ltd berminat investasi pada proyek Tol Pejagan-Cilacap. Bupati Banyumas Sadewo menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan perusahaan tersebut.
Sebelumnya, PT China Communications Construction Indonesia (CCI) memberikan komitmen investasi sebesar Rp23,3 triliun untuk Tol Probolinggo-Banyuwangi. Proyek ini merupakan ruas jalan tol terakhir di jaringan Tol Trans Jawa di utara, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan.
Beberapa proyek jalan tol lain di Indonesia juga melibatkan investor asal Tiongkok, seperti Tol Cisumdawu dan Tol Demak-Semarang. Dengan alasan-alasan tersebut, ada kemungkinan besar investor Tiongkok akan tertarik ikut lelang Tol Getaci pada tahun 2026.












