Kasus Keracunan Makanan di Sulut 2025-2026, Terkini dari Jemaat GMS Manado

Ringkasan Berita

Dari akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026, terjadi tiga kasus menonjol keracunan makanan di Sulawesi Utara. Kasus-kasus tersebut menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan bagi masyarakat setempat. Berikut adalah daftar lengkap dari ketiga kasus tersebut.

Kasus Keracunan Makanan di Gereja Mawar Sharon

Pada Jumat, 16 Januari 2026 sore, sebanyak 94 jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Bahu Manado diduga mengalami keracunan makanan. GMS Manado berada di Kompleks Bahu Mall, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Keracunan ini terjadi setelah selesai ibadah dan digelar makan bersama.

Kapolsek Malalayang Polresta Manado AKP Jusman Mori membenarkan adanya dugaan keracunan makanan. Menurutnya, ada 94 orang yang dilarikan ke beberapa rumah sakit. Beberapa korban sudah pulang, sementara yang lain masih dalam perjalanan dengan gejala pusing dan mual. Kasus ini telah ditangani oleh Polresta Manado dan pengurus gereja serta penyedia makanan akan dimintai keterangan.

Kasus Keracunan Makanan di SMPN 2 Airmadidi

Pada Rabu, 26 November 2025, siswa dan guru di SMPN 2 Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, diduga mengalami keracunan makanan. Sejumlah besar siswa dan guru mengalami sakit perut, sakit kepala, pusing, dan mual setelah mengonsumsi makanan dalam kemasan ompreng dari dapur penyedia.

Setelah kejadian tersebut, distribusi makanan dari dapur penyedia makanan dihentikan sejak Kamis hingga Jumat (27-28/11/2025). SMPN 2 Airmadidi memiliki total 660 siswa yang tersebar di kelas 7, 8, dan 9. Setiap tingkat terdiri atas tujuh rombongan belajar, mulai dari kelas A hingga G, dengan kapasitas rata-rata 32 siswa per kelas. Total keseluruhan rombongan belajar adalah 21 kelas.

Pada Rabu (26/11/2025), pihak sekolah menyalurkan makanan dari dapur untuk para siswa. Dari data lapangan, jumlah siswa yang hadir dan menerima penyaluran mencapai sekitar 500 orang. Proses distribusi dilakukan dalam dua tahap, yakni sekitar 400 siswa pada tahap pertama, disusul sekitar 200 siswa pada tahap berikutnya.

Total pasien dari SMPN 2 Airmadidi yang sempat menjalani perawatan ada 55 orang. Dari jumlah tersebut, 22 pasien statusnya rawat jalan dan rawat inap 33 orang pasien. Di RS Hermana Lembean, ada 19 pasien, rawat inap 11 orang, rawat jalan 8. Di RS GMM Tonsea Airmadidi total pasien 55 orang, 21 rawat jalan dan 34 rawat inap. Di RS Maria Walanda Maramis total pasien 17 orang, dalam observasi 4 pasien, rawat inap 8 pasien, rawat jalan 4 pasien.

Kasus Dugaan Keracunan Makanan di UKIT Tomohon

Pihak Polres Tomohon memeriksa 12 saksi terkait kasus keracunan massal mahasiswa Teologi UKIT Tomohon, Kamis (11/9/2025). Kasat Reskrim Polres Tomohon Royke Mantiri menyebutkan, sebanyak delapan saksi berasal dari dapur asrama. Pihaknya memeriksa koki, orang dapur, dan pihak yang membeli bahan makanan. Selain itu, pihaknya juga telah meminta keterangan korban keracunan.

Total ada empat pasien yang ditanyai terkait kasus tersebut. Sampel makanan seperti tempe, sayuran, dan penyedap rasa diambil untuk diperiksa di labfor. Para korban ternyata makan makanan yang sama untuk menu pagi, siang, dan sore. Mahasiswa-mahasiswa tersebut dirawat di RS Bethesda dan Gunung Maria. Ada mahasiswa yang jalani rawat inap, rawat jalan, dan dipulangkan.

Data sementara menunjukkan terdapat 68 mahasiswa yang alami keracunan. Namun, data bisa saja bertambah. Anggota masih melakukan pendataan.

Penutup

Kasus-kasus keracunan makanan di Sulawesi Utara menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap proses penyajian makanan, terutama di tempat-tempat yang ramai dan sering dijadikan tempat berkumpul. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Pihak berwajib juga diminta untuk segera menindaklanjuti laporan-laporan yang masuk agar tidak terjadi lagi kejadian serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *