Peringati Hari Gizi Nasional, STIKes Panti Rapih Ajak Warga Manfaatkan Pangan Lokal

Peran Ibu dalam Pola Konsumsi Keluarga

Di tangan para ibu, pola konsumsi sebuah keluarga ditentukan. Menyadari peran strategis tersebut, Program Studi Sarjana Gizi STIKes Panti Rapih Yogyakarta menggandeng ibu-ibu PKK Padukuhan Pringwulung dalam sebuah pagi yang penuh edukasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan para ibu menjadi ‘pahlawan gizi’ yang mampu mengolah potensi pangan lokal menjadi asupan bermutu. Melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Padukuhan Pringwulung, kegiatan ini difokuskan pada kolaborasi edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang berbasis pangan lokal.

Peringatan kali ini mengusung tema nasional “Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal” dengan subtema “Cintai Pangan Lokal, Wujudkan Gizi Seimbang”. Langkah ini diambil sebagai respons atas masih ditemukannya berbagai permasalahan gizi di masyarakat, mulai dari gizi kurang hingga gizi lebih. Di sisi lain, potensi pangan lokal yang kaya nutrisi di sekitar masyarakat dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga membutuhkan edukasi yang lebih kontekstual.

Aktivitas Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan

Kegiatan yang juga menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-33 STIKes Panti Rapih Yogyakarta ini diisi dengan ragam aktivitas fisik dan pengecekan kesehatan. Sejak pagi, jajaran dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, bersama ibu-ibu PKK mengikuti senam massal. Setelahnya, peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan yang difasilitasi oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Depok II.

Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, dan berat badan. Para peserta juga mendapatkan layanan konseling gizi secara langsung dari para dosen Prodi Sarjana Gizi untuk memahami keseimbangan antara asupan nutrisi dan aktivitas fisik harian.

Peran Penting Ibu Rumah Tangga

Ketua STIKes Panti Rapih Yogyakarta Yulia Wardani, MAN, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat luas, khususnya kelompok ibu rumah tangga, sangat krusial dalam upaya membangun kesadaran gizi kolektif. “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi juga menjangkau masyarakat. Ibu-ibu PKK memiliki peran strategis dalam mengelola pola konsumsi keluarga, sehingga edukasi gizi seimbang berbasis pangan lokal dapat lebih mudah diterapkan di rumah,” ungkap Yulia.

Kolaborasi edukatif ini mendapatkan respons positif dari warga setempat. Salah satu peserta dari PKK Padukuhan Pringwulung mengakui bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru terkait manajemen konsumsi keluarga. “Kami jadi lebih paham bagaimana memilih makanan yang sehat dari bahan yang sebenarnya mudah ditemukan di sekitar. Pemeriksaan kesehatan juga sangat membantu kami mengetahui kondisi tubuh, sehingga bisa lebih menjaga pola makan ke depannya,” tuturnya.

Harapan Masa Depan

Ke depan, STIKes Panti Rapih Yogyakarta berharap pemanfaatan bahan pangan lokal seperti umbi-umbian, sayuran, buah, serta sumber protein lokal dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Melalui ruang belajar yang partisipatif ini, diharapkan dapat lahir perubahan perilaku yang mendorong terciptanya generasi yang lebih sehat dan berdaya di masa mendatang.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *