Budaya  

Tawa Haru di Kuningan: Anak Tuna Netra ‘Melihat’ Dunia Melalui Air dan Ayat Al Quran

Pengalaman Berenang yang Menggetarkan Hati

Di tepian kolam renang Hotel Purnama Mulia, suasana yang biasa terasa tenang kini dihiasi oleh tawa anak-anak yang riang. Cuaca cerah dan cahaya matahari yang memantul di permukaan air menciptakan pemandangan yang indah. Namun, di balik keceriaan tersebut, ada momen haru yang mampu menyentuh hati siapa pun yang melihatnya.

Pada hari itu, sebanyak 23 anak penyandang tuna netra dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan berkumpul untuk pengalaman luar biasa. Bagi mereka, air bukan hanya benda cair, tetapi juga jendela untuk merasakan kebebasan tanpa batas. Langkah-langkah kecil mereka tampak ragu saat pertama kali mendekati bibir kolam. Dengan tangan saling menggenggam erat dan bimbingan lembut dari para relawan, mereka perlahan mulai menyentuh air. Ketakutan yang semula membayang seketika sirna begitu sensasi dingin air menyentuh kulit mereka. Hal ini menjadi pengalaman pertama mereka berenang.

Di tengah kesibukan bermain di kolam renang, suasana tiba-tiba menjadi khidmat saat anak-anak tersebut memulai permainan sambung ayat. Suara lantunan Al-Qur’an terdengar harmonis, menciptakan suasana yang teduh di area terbuka tersebut. Mereka adalah bagian dari Rumah Sahabat Qur’an Kuningan Netra Berkah Mandiri, sebuah komunitas yang telah berdiri selama tiga tahun untuk mendampingi anak-anak disabilitas netra.

Di tempat tersebut, tidak hanya diajarkan menghafal Al-Qur’an (tahfidz), tetapi juga literasi huruf Braille hingga kemandirian melalui musik hadroh. Dedikasi komunitas ini sangat kuat karena melibatkan sepuluh orang guru yang juga penyandang tuna netra. Hal ini membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menjadi manfaat bagi orang lain.

Di balik layar kebahagiaan tersebut, ada sosok Hj. Evi Sovia Marzuki yang memperhatikan dengan mata berkaca-kaca. Sebagai pendamping, ia tahu betul perjuangan mempertahankan komunitas tersebut tanpa adanya donatur tetap dan minimnya perhatian dari pemerintah daerah (Pemda) Kuningan.

“Kami hanya ingin mereka punya kesempatan yang sama untuk merasakan kebahagiaan,” ucapnya. Hj. Evi Sovia Marzuki mengaku meski dengan segala keterbatasan dukungan sarana, program tersebut menjangkau peserta dari jenjang SD hingga mahasiswa yang terus berjalan setiap akhir pekan. Kegiatan tersebut tidak lepas dari peran pihak swasta yang peduli.

Fasilitas Gratis dari Hotel Purnama Mulia

Pemilik Hotel Purnama Mulia, Adrian Purnama, membuka fasilitasnya secara cuma-cuma bagi anak-anak istimewa atau yang memiliki kebutuhan khusus. Langkah tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang ditanamkan sang ayah, almarhum H. Acep Purnama (mantan Bupati Kuningan).

“Memberikan ruang bagi penyandang disabilitas adalah murni misi kemanusiaan. Saya juga ingin memastikan, warisan berbagi yang selama ini dijaga keluarga besar Almarhum Ayah bisa tetap hidup dan berdampak nyata bagi warga Kuningan,” tuturnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *