Universitas Trunojoyo Madura Masuk 10 Besar Kampus Terbaik Jawa Timur
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berhasil meraih peringkat ke-9 kampus terbaik di Jawa Timur berdasarkan pemeringkatan Webometrics edisi Januari 2026. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa UTM terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan akademik serta non-akademik.
Pada acara Rapat Senat Terbuka dalam Rangka Wisuda XLI Program Sarjana dan Magister, Rektor UTM, Prof Dr Safi’ menyampaikan bahwa seluruh pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan terus berupaya memperbaiki kualitas kampus. Meski masih jauh dari sempurna, beberapa perbaikan yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil.
“Di tingkat Jawa Timur, kami masuk kampus 10 besar terbaik, tepatnya di peringkat 9 versi Webometrics dari sebanyak 350 kampus di Jawa Timur. Saat ini kami terus berbenah memperbaiki kualitas layanan akademik dan non akademik, alhamdulillah akreditasi UTM sudah unggul,” ujar Prof Safi’.
Selain itu, UTM juga mengalami peningkatan signifikan dalam peringkat dunia. Dari sebelumnya di peringkat 4.000 dunia, kini UTM naik ke peringkat 1.600 dunia. Pihak kampus sedang merancang untuk ikut serta dalam pemeringkatan kampus kelas dunia seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education World University Rankings.
Targetkan 60 Program Studi Tahun 2026
Dalam periode 2025-2026, UTM sedang merintis banyak program studi baru. Sejauh ini, UTM memiliki 46 program studi dari 7 fakultas. Dengan tambahan 5 Program Doktoral dan 12 Program Magister, UTM berkomitmen untuk mencapai target genap 60 program studi pada tahun 2026.
“Kalian yang mau melanjutkan S2 dan S3 tidak perlu jauh-jauh, insyaallah prodinya akan terus bertambah karena kami ikhtiarkan di tahun 2026 bisa genap 60 prodi. Ini kami lakukan agar UTM semakin kokoh dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara,” jelas Prof Safi’.
Persiapan Pendirian Fakultas Kedokteran
Salah satu proyek paling kompleks yang sedang dipersiapkan adalah pendirian Fakultas Kedokteran. Proses pendirian ini dinilai sangat sulit dan membutuhkan energi yang besar. Namun, setelah melewati berbagai proses, hingga akhir Ramadan kemarin, pendirian Fakultas Kedokteran UTM tinggal menunggu jadwal pelaksanaan visitasi lapangan.
“Insyaallah akan dilaksanakan bulan ini, sambung doanya semoga diberikan kelancaran dan kemudahan. Kalau izin (Fakultas Kedokteran) sudah terbit, sehingga kami mentargetkan tahun ini sudah bisa membuka Fakultas Kedokteran Jalur Mandiri. Semoga tahun ini bersamaan dengan takdir Allah SWT,” harap Prof Safi’.
Pesan untuk Wisudawan
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UTM juga memberikan pesan penting kepada para wisudawan. Ia menekankan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar. “Studi boleh selesai tapi belajar terus dilanjutkan, selama hayat masih dikandung badan. Belajarlah mulai dari lahir sampai meninggal dunia, belajar tak kenal tempat dan tak kenal waktu. Di manapun kita berpijak, maka jadikanlah tempat sebagai sekolah. Dengan siapapun kita bertemu, adalah guru,” pesannya.
Ia juga mengingatkan para wisudawan untuk tetap rendah hati dan tidak sombong. “Walau sudah bergelar sarjana tetaplah merunduk dan rendah hati, agar hati dan akal kita terus terbuka untuk menerima pelajaran. Hikmah dan kebijaksanan dari siapapun, kebijaksanaan dari siapapun dan di manapun kita berpijak adalah ilmu,” pungkasnya.












