Kembali ke Sekolah dan Jadwal Ujian TKA untuk SD dan SMP di Tangerang
Siswa sekolah di Tangerang, Banten kembali masuk ke sekolah pada hari Senin (30/3/2026) setelah hampir tiga pekan libur Ramadan dan lebaran. Kembali masuk sekolah di akhir bulan Maret 2026 ini, ternyata siswa Tangerang di tingkat akhir SD dan SMP akan menjalani ujian pada bulan April 2026.
Jadwal ujian Tes Akademik (TKA) di Tangerang tersebut serempak dengan wilayah lain di Indonesia. Hal ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), yang resmi menetapkan jadwal pelaksanaan Tes Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2026.
Tujuan dan Fungsi TKA
TKA merupakan asesmen nasional yang dirancang untuk memetakan kemampuan akademik murid secara objektif dan terstandar, bukan sebagai syarat kelulusan. TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan, melainkan sebagai sarana untuk memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif.
Hasil dari TKA dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dan pemerintah daerah untuk memperbaiki proses pembelajaran. TKA dirancang untuk mengukur kesiapan murid dalam melanjutkan pembelajaran ke jenjang berikutnya, sekaligus mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pemetaan kemampuan murid secara nasional.
Data TKA membantu pemerintah memahami kondisi riil pembelajaran di lapangan. Dengan demikian, intervensi pendidikan yang dirancang dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan murid dan satuan pendidikan.
Jadwal Pelaksanaan TKA
Pelaksanaan ujian atau TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta dari 19 Januari hingga 28 Februari 2026, dilanjutkan dengan kegiatan gladi bersih pada 9-17 Maret 2026. Pelaksanaan TKA jenjang SMP akan berlangsung pada 6-16 April 2026, sedangkan untuk jenjang SD akan dilaksanakan pada 20-30 April 2026.
Bagi peserta yang berhalangan, Kemendikdasmen menyediakan pelaksanaan susulan pada 11-17 Mei 2026. Selanjutnya, proses dan pengolahan hasil dilakukan pada 18-23 Mei 2026, dan hasil TKA diumumkan secara nasional pada 24 Mei 2026.
Persiapan dan Sumber Daya Pembelajaran
Untuk mendukung kesiapan peserta didik, Kemendikdasmen mendorong peserta didik, guru, dan satuan pendidikan memanfaatkan sarana pembelajaran yang telah disediakan. Murid dapat berlatih dan mengenal bentuk soal TKA melalui laman Ayo Coba TKA serta Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan yang menyediakan contoh soal dan materi pendukung sesuai jenjang.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa pelaksanaan ujian berbasis TKA ini mengedepankan prinsip integritas, objektivitas, dan akuntabilitas. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan satuan pendidikan terus diperkuat guna memastikan asesmen berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
Informasi Teknis dan Pernyataan Menteri
Informasi teknis lebih lanjut mengenai mekanisme dan pelaksanaan TKA akan disampaikan melalui dinas pendidikan dan kanal resmi Kemendikdasmen. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP merupakan kelanjutan dari pelaksanakan TKA tahun 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C pada 3-6 November 2025.
Pelaksanaan TKA diikuti oleh lebih dari 82 persen satuan pendidikan sasaran, dengan tingkat kehadiran murid mencapai 98,56 persen dari total peserta terdaftar. “TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib. Kehadiran TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah,” ucap Abdul Mu’ti dalam pernyataan pada taklimat media TKA, di Jakarta (22/12).
Sinergi dengan Asesmen Nasional
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pada jenjang SD dan SMP, TKA akan disinergikan dengan Asesmen Nasional (AN) dengan karakteristik dan pendekatan penilaian yang disesuaikan dengan tahap perkembangan peserta didik. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai asesmen yang memiliki tiga fungsi utama, yakni assessment of learning untuk memotret capaian, assessment for learning sebagai dasar perbaikan pembelajaran, serta assessment as learning yang menjadi bagian dari sistem penilaian komprehensif pendidikan.
TKA dirancang sebagai alat diagnosis nasional untuk membaca kemampuan akademik murid secara lebih adil, kontekstual, dan berkelanjutan. Melalui TKA SD dan SMP 2026, pemerintah berharap dapat memperkuat fondasi pembelajaran sejak dini dan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara sistemik dan berkelanjutan.












