Ramadan 1447 H di Kalimantan Tengah
Pada hari ini, Minggu 22 Februari 2026, umat Islam di Kalimantan Tengah memasuki bulan suci Ramadan 1447 H. Salah satu momen yang paling berkesan dalam shalat Subuh adalah doa Qunut di rakaat terakhir. Doa ini menjadi momen syahdu bagi seorang hamba yang berdiri tegak dengan hati yang penuh harapan dan permohonan kepada Allah Swt.
Doa Qunut dalam shalat Subuh tidak hanya sekadar rutinitas ibadah, tetapi juga menjadi benteng permohonan agar kita dijauhkan dari berbagai musibah dan diberi kemudahan dalam menjalani kehidupan di bulan suci ini. Menurut mazhab Syafi’i dan Maliki, membaca doa Qunut saat shalat Subuh hukumnya sunnah. Dalam kitab Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah, disebutkan bahwa qunut Subuh termasuk amalan sunnah. Sementara itu, Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menghukumi bacaan doa Qunut sebagai sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan).
Salah satu hadis yang menjadi dasar kesunahan membaca doa Qunut Subuh diriwayatkan oleh Anas bin Malik:
“Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, ‘Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika shalat Subuh sehingga beliau wafat.’” (HR Ahmad)
Bacaan Doa Qunut
Berikut bacaan doa Qunut versi pendek dan panjang yang dapat dihafalkan.
1. Bacaan Doa Qunut Pendek
Arab
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin
Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaits.
Artinya
“Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku atas apa yang Engkau berikan, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau tolong. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, wahai Tuhan kami.”
2. Bacaan Doa Qunut Panjang
Arab
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنُ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمّي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم
Latin
Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa ‘aafinii fiman ‘aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a’thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’izzu man ‘adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhaita, astaghfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wasallam.
Artinya
“Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan rahmat-Mu dari keburukan yang Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkau yang menetapkan dan tidak ada ketetapan atas-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkah dan Maha Tinggi Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang Engkau tetapkan. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.”
Tata Cara Membaca Doa Qunut
-
Mengangkat Kedua Tangan
Menurut pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawi, mengangkat kedua tangan saat membaca doa Qunut adalah pendapat yang lebih shahih dalam mazhab Syafi’i. -
Tidak Disunnahkan Mengusap Wajah
Setelah selesai membaca doa Qunut, langsung dilanjutkan dengan sujud. Tidak dianjurkan mengusap wajah dengan kedua tangan. -
Disyariatkan Membalikkan Tangan Saat Tolak Bala
Membalikkan telapak tangan (menghadap ke bawah) dilakukan ketika membaca bagian doa yang bermakna menolak bala. Sedangkan ketika memohon kebaikan, telapak tangan menghadap ke atas.
Amalan di Bulan Ramadan
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Simak waktu imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya.
Amalan berikut membuat umat Islam dapat mendapatkan keberkahan dan kemuliaan Ramadhan. Berikut 9 amalan yang dianjurkan dalam bulan Ramadhan:
-
Sahur di Akhir Waktu, Menyegerakan Berbuka
Rasulullah menganjurkan pada umatnya untuk mengakhirkan sahur, mendekati waktu Subuh dan menyegerakan berbuka atau segera membatalkan puasa apabila telah tiba waktunya. -
Tidak Melewatkan Sahur
Selain menganjurkan untuk mengakhirkan sahur, Rasulullah Saw juga menganjurkan umatnya agar tidak melwatkan sahur. -
Sedikit Tidur, Banyak Istigfar
Selama bulan Ramadan, Rasulullah Saw mengurangi waktu tidurnya di malam hari dan memperbanyak beribadah, termasuk memohon ampunan kepada Allah atau beristigfar. -
Menjaga Lisan
Nabi Muhammad Saw juga melakukan amalan yang tidak tampak oleh pandangan, yakni menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata tak pantas. -
Berusaha Tidak Batal Puasa Meski Sedang Safar
Amalan sunah Rasulullah Saw di Bulan Ramadan selanjutnya yakni berusaha menyelesaikan ibadah puasa meski sedang dalam perjalanan jauh. -
Memperbanyak Sedekah
Di luar Bulan Ramadan, sedekah menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, karena sedekah membersihkan harta kita serta melembutkan hati. -
Memperbanyak Doa
Memperbanyak doa di Bulan Ramadan menjadi salah satu amalan yang dianjurkan, sebab doa-doa orang yang berpuasa tidak akan didengar dan dikabulkan oleh Allah Swt. -
Berbuka dengan Kurma
Rasulullah Saw selalu berbuka dengan kurma, apabila beliau memilikinya. -
Memberi Sajian Berbuka bagi Orang yang Puasa
Rasulullah Saw kerap memberi hidangan berbuka bagi mereka yang berpuasa di Bulan Ramadan.












