Diah Permatasari Terkejut Bertemu Bobby Saat Syuting Magic, Akui Telah Menikahi Aurelie Moeremans

Pengakuan Diah Permatasari tentang Pertemuan dengan Bobby dalam Sinetron Magic

Diah Permatasari, seorang artis senior, pernah bekerja sama dengan Aurelie Moeremans dalam sinetron Magic. Dalam wawancara terbaru, ia mengungkap pengalaman tak terduga saat bertemu dengan pria yang diduga merupakan karakter Bobby dalam buku Broken Strings karya Aurelie. Bobby digambarkan sebagai sosok yang melakukan child grooming terhadap Aurelie sejak usia 15 tahun.

Menurut Diah, pada masa itu, Bobby secara langsung memperkenalkan dirinya sebagai suami Aurelie. Hal ini membuatnya kaget karena melihat Aurelie masih sangat muda dan polos. Saat itu, Diah hanya merasa bahwa mereka adalah pasangan biasa tanpa menyadari adanya kekerasan atau manipulasi yang dialami Aurelie.

Pengakuan Diah tersebut diungkapkan dalam acara Rumpi No Secret Trans TV, di mana ia bercerita tentang momen pertemuan dengan Bobby. Ia menjelaskan bahwa saat itu, Bobby memperkenalkan diri selama istirahat makan siang. “Saya terkejut karena melihat Aurelie yang masih remaja dipersunting pria yang lebih tua,” ujar Diah.

Meski awalnya tidak menyadari kejadian kelam yang menimpa Aurelie, Diah akhirnya menyadari hal tersebut setelah membaca buku Broken Strings. Ia mengatakan bahwa buku tersebut memberinya wawasan baru tentang bagaimana Aurelie selama ini tertutup dan tidak bisa berbicara tentang pengalaman traumatisnya.

Edukasi untuk Anak-anak tentang Child Grooming

Sebagai ibu dari dua anak laki-laki, Diah Permatasari mengaku semakin sadar akan pentingnya edukasi tentang child grooming. Ia menekankan bahwa tindakan manipulasi atau kekerasan dalam hubungan tidak hanya berlaku bagi anak perempuan, tetapi juga harus diperhatikan oleh anak laki-laki.

“Anak saya laki-laki, jadi saya selalu menekankan agar mereka tidak memperlakukan pacar secara kasar atau memanipulasi,” kata Diah. Ia juga menegaskan bahwa komunikasi yang baik dan saling menghargai adalah kunci dalam hubungan apa pun.

Diah percaya bahwa kesadaran akan bahaya manipulasi harus ditanamkan sejak dini. Ia menyebutkan bahwa sebagai ibu, ia sering mengingatkan anak-anaknya untuk selalu bersikap lembut dan menghormati perempuan.

Perjuangan Aurelie Moeremans untuk Keadilan Hukum

Aurelie Moeremans kini tengah bersiap untuk mengambil langkah hukum atas kasus child grooming yang dialaminya 16 tahun lalu. Buku Broken Strings yang ia tulis menjadi salah satu alat utama untuk menyampaikan ceritanya kepada publik. Buku ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi diri, tetapi juga menjadi ajang pengungkapan isu yang selama ini dianggap tabu di Indonesia.

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka telah menunjukkan dukungan kuat terhadap perjuangan Aurelie. Ia menyatakan bahwa isu child grooming akan dibawa ke tingkat parlemen, terutama dalam konteks revisi Undang-Undang KUHP yang mencakup pasal-pasal terkait pemikatan seksual pada anak.

Rieke juga mengungkap bahwa ia sudah berkomunikasi langsung dengan Aurelie dan mendukung langkah hukum yang akan diambil. “AM (Aurelie) sudah menghubungi saya secara pribadi, InsyaAllah kita akan sama-sama memperjuangkan,” ujarnya.

Selain itu, Aurelie juga telah menyiapkan kuasa hukum dari Indonesia untuk mengurus perkara ini. Keluarga Aurelie juga mendukung langkahnya, dengan harapan agar isu ini dapat menjadi pembelajaran bagi korban-korban lainnya.

Banyak Korban Child Grooming yang Membuka Suara

Aurelie Moeremans mengungkap bahwa ia menerima banyak pesan dari para korban child grooming. Pesan-pesan ini datang melalui DM Instagram pribadinya. Ia mengaku kaget karena jumlahnya sangat banyak, dan menunjukkan bahwa banyak orang yang belum berani berbicara tentang pengalaman mereka.

“Aku kaget karena ternyata banyak orang yang pernah mengalami child grooming dan selama ini menyimpannya sendiri,” tulis Aurelie dalam unggahan Instagramnya.

Ia juga menyebut bahwa topik ini masih dianggap tabu di Indonesia. Meski ia pernah mencoba menyuarakan isu ini pada 2014 dan 2020, hasilnya nihil. Namun, kini melalui buku Broken Strings, ia merasa didengar tanpa adanya victim blaming yang masif.

Buku ini, yang dirilis pada 10 Oktober 2025, menjadi bentuk dukungan bagi para korban seperti dirinya. Aurelie ingin semua korban merasa tidak sendirian dan tahu bahwa mereka tidak bersalah.

Kesimpulan

Perjuangan Aurelie Moeremans untuk mengungkap kebenaran tentang child grooming yang dialaminya 16 tahun lalu tidak hanya menjadi kisah pribadi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Dengan dukungan dari para tokoh seperti Rieke Diah Pitaloka dan edukasi yang diberikan oleh Diah Permatasari, isu ini mulai mendapat perhatian yang layak. Semoga langkah-langkah ini dapat menjadi awal dari perubahan positif di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *