Michelle Ashley Akui Beri Pinkan Mambo Rp300 Ribu Bulanan, Sisanya Disimpan Sendiri

Kehidupan Pinkan Mambo Setelah Menikah dengan Arya Khan

Michelle Ashley, putri kandung dari penyanyi ternama Pinkan Mambo, akhir-akhir ini membagikan perasaannya mengenai kehidupan ibunya setelah menikah dengan Arya Khan. Ia mengaku tidak nyaman dengan kehadiran suami baru Pinkan dan merasa bahwa kondisi keluarga mereka semakin memburuk.

Tidak Nyaman dengan Keberadaan Arya Khan

Dalam sebuah wawancara podcast bersama Melaney Ricardo, Michelle menyampaikan bahwa ia sudah merasa tidak nyaman sejak awal kehadiran Arya Khan. Ia mengatakan bahwa ada beberapa kali ia berbicara dengan ibunya tentang ketidaknyamanannya terhadap suami baru tersebut. Namun, menurutnya, Pinkan lebih memilih untuk mendukung Arya daripada mendengarkan pendapat putrinya.

“Ada beberapa kali aku ngobrol sama Mami tentang, aku juga pernah bilang ke Mami kan kalau misalnya aku tuh kurang suka sama suami yang baru yang sekarang karena ada beberapa hal tentang suaminya yang aku kayak enggak bisa kurang sreg deh pokoknya,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia ingin yang terbaik untuk ibunya, tetapi sayangnya pendapatnya sering diabaikan.

Tanggung Jawab Arya Khan yang Disoroti

Salah satu poin yang paling mengejutkan dalam pernyataan Michelle adalah soal tanggung jawab Arya Khan dalam menafkahi Pinkan. Menurut Michelle, ayah sambungnya hanya memberikan Rp300 ribu sebulan kepada Pinkan, sedangkan sisanya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Meskipun Arya Khan dikenal aktif melakukan siaran langsung dan tampil di jalanan, Michelle menilai bahwa uang tersebut tidak sepenuhnya mengalir ke keluarga. Ia menuding Arya Khan memanfaatkan popularitas Pinkan untuk keuntungan pribadi.

“Mami juga pastinya pernah cerita dong ke aku seberapa jumlahnya yang suaminya kasih sekarang. Dan aku dengar-dengar tuh kayak sebulan cuma Rp300.000 yang Mami dapetin atau dikasihnya.”

Menurut pandangan Michelle, uang hasil konten Arya Khan lebih banyak disimpan untuk keperluan pribadi daripada digunakan untuk kebutuhan keluarga.

Pinkan Mambo yang Turun Kelas

Michelle juga menyebut aksi Pinkan Mambo yang sering mengamen di pinggir jalan sebagai bentuk penurunan kualitas dirinya. Baginya, tindakan tersebut merupakan bentuk “downgrading” dari seorang diva yang dulunya memiliki karier gemilang.

Meski Pinkan beralasan melakukan hal tersebut demi anak-anaknya, Michelle merasa bahwa aksi tersebut lebih didasari oleh keinginan untuk viral dan mendapatkan perhatian publik.

“Menurut aku itu viral sih. Mami kan paling suka viral, dia suka dapat public attention,” ujarnya.

Ia merasa kasihan melihat ibunya harus sampai jatuh bangun di jalanan. Menurutnya, Pinkan seharusnya kembali ke panggung besar jika dikelola dengan cara yang lebih bermartabat.

Tidak Berkomunikasi Selama 6 Bulan

Akibat perbedaan prinsip dan merasa suaranya tidak pernah didengar, Michelle mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak berkomunikasi dengan Pinkan selama enam bulan. Meski demikian, ia mengakui bahwa ia merindukan sang ibunda dan berharap bisa kembali menjadi keluarga utuh.

“Pasti (rindu), tapi aku tuh tipe orang susah ngasih tahu perasaan aku. Tapi emang deep down dalam diri aku ya aku kangen sama Mami, aku pengin jadi satu lagi semuanya tapi mungkin lagi bukan momennya,” ujarnya.

Respons Geram Arya Khan

Di sisi lain, Arya Khan memberikan respons terhadap pernyataan Michelle. Ia menegaskan bahwa aksi Pinkan Mambo mengamen di jalan dilakukan karena berjuang untuk anak-anaknya. Ia juga menyebut bahwa biaya pengobatan anak Pinkan di Singapura sangat besar, sehingga ia rela menjual mobil dan iPhone untuk membantu.

“Walaupun anaknya enggak suka sama gua, sama Pinkan nyanyi di jalan, dibilang lebaran enggak diundang, emang lebaran ada undangan? Datang ajalah ke sini. Kalau lu malu punya nyokap lu nyanyi begitu, dia berjuang buat anak-anak, lu kira gua diam aja,” kata Arya Khan.

Ia juga menegaskan bahwa meskipun bukan ayah kandung, ia tetap bertanggung jawab atas anak Pinkan.

“


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *