Keputusan Ferrari untuk Fokus pada Regulasi 2026
Kepala tim Ferrari, Frederic Vasseur, menjelaskan alasan di balik keputusan Scuderia untuk memfokuskan sumber daya mereka pada regulasi baru Formula 1 tahun 2026, meskipun performa mereka sedang menurun. Semua tim harus menghadapi pilihan sulit menjelang era teknis baru F1, dengan sumber daya yang dibatasi oleh batas anggaran dan pembatasan pengujian aerodinamis.
Vasseur menyampaikan pernyataannya pada Jumat (28/11/2025) bahwa Ferrari telah mengalihkan semua sumber dayanya ke mobil 2026 sejak akhir April. Keputusan ini bisa membuat mereka kehilangan posisi kedua yang sempat mereka pegang di kejuaraan konstruktor. Tim yang berbasis di Maranello ini terus mengalami kesulitan dalam tiga grand prix terakhir dan kini secara matematis dipastikan finis di urutan keempat setelah penampilan buruk di Grand Prix Qatar.

Masalah Pengaturan yang Menghambat Performa
Ferrari kini menghadapi tantangan besar dalam mencari pengaturan yang tepat untuk mobil SF-25. Vasseur menegaskan bahwa masalahnya adalah masalah pengaturan, bukan hanya tentang kecepatan atau teknologi. Ia menjelaskan bahwa bagian dari kehidupan tim adalah sering kali harus berjuang lebih keras untuk menemukan celah yang tepat.
“Kita hidup dalam lingkungan yang sangat ketat. Jika Anda kehilangan dua atau tiga persepuluh detik, Anda sudah tertinggal,” ujarnya. “Ini sudah terjadi sejak pertengahan musim dan akan terus seperti ini hingga balapan di Abu Dhabi.”

Tanggung Jawab Taktik dan Kinerja Pembalap
Ditanya apakah Ferrari bisa mendapatkan lebih banyak dari SF-25 dengan pengembangan lebih lanjut, Vasseur mengakui bahwa ada sesuatu yang hilang. Ia mengatakan bahwa keputusan untuk fokus pada mobil 2026 berarti tidak yakin bisa mengejar McLaren sebelum balapan berakhir. Namun, ia menganggap keputusan tersebut sebagai langkah yang rasional.
“Saya pikir keputusan itu baik, tapi saya juga mengerti emosi para pembalap. Saat mereka berbicara di radio, mereka mengerahkan begitu banyak energi di akhir pekan. Charles Leclerc bahkan mendorong sekuat tenaga sejak lap pertama hingga lap terakhir balapan,” tambahnya.

Emosi dan Motivasi Pembalap
Vasseur juga menjelaskan bahwa ketika Anda tahu bahwa mobil tidak akan dikembangkan lagi, akan lebih sulit untuk memotivasi seluruh tim. Meski demikian, ia percaya bahwa pembalap seperti Charles Leclerc dan Lewis Hamilton tetap memiliki semangat yang tinggi.
“Tidak benar bahwa Anda bisa keluar di Q1 karena masalah set-up seperti dulu. Sekarang, jarak antar tim sangat tipis, dan sedikit perbedaan bisa membuat Anda tertinggal,” katanya.
Perspektif Masa Depan
Meski saat ini Ferrari menghadapi tantangan, Vasseur tetap optimis tentang masa depan. Ia menekankan bahwa keputusan untuk fokus pada regulasi 2026 adalah langkah strategis yang wajib dilakukan. Dengan memperhatikan batas anggaran dan pembatasan pengujian, tim harus memilih arah pengembangan yang paling efektif.
“Kami akan terus berusaha meningkatkan performa, baik dalam pengaturan maupun pengembangan teknologi. Kami percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, kami dapat bersaing lebih baik di masa depan,” ujarnya.












