Siswa SD yang Berangkat Sekolah Sejak Subuh dari Tangerang ke Klender Membuat Heboh Publik
Video viral seorang siswa sekolah dasar (SD) yang berangkat sekolah sejak subuh dari Tangerang menuju Klender, Jakarta Timur, membuat publik heboh. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @mujisambo dan langsung mendapat banyak respons karena perjuangan pelajar tersebut demi bisa bersekolah.
Dalam video tersebut, tampak seorang siswa bernama Hafithar sedang mempercayai tali sepatunya saat turun di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Narasi dalam unggahan menunjukkan bahwa bocah tersebut setiap harinya menempuh perjalanan menggunakan KRL untuk menuju sekolahnya di SDN Klender 04. Perjalanan jauh ini menimbulkan rasa kagum dari masyarakat terhadap semangat bocah SD tersebut.
Fakta Mengejutkan tentang Domisili dan Alasan Mengapa Hafithar Tetap Sekolah di Klender
Kepala Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Fahmi, membenarkan bahwa siswa dalam video tersebut adalah anak didik SDN Klender 04. Menurut informasi yang diberikan, Hafithar awalnya berdomisili di Kecamatan Duren Sawit, tidak jauh dari SDN Klender 04. Namun, seiring waktu, orangtuanya pindah ke Tangerang.
Setelah pindah, pihak SDN Klender 04 sudah menawarkan bantuan untuk pemindahan sekolah ke Tangerang. Namun, Hafithar yang masih tercatat sebagai siswa kelas I menyatakan tetap ingin bersekolah di SDN Klender 04, meskipun jarak tempuh dari rumah barunya di Tangerang cukup jauh.
Dukungan dari Orangtua Murid dan Rencana Pihak Sekolah
Beberapa orangtua murid di SDN Klender 04 telah menawarkan agar Hafithar dapat tinggal menginap di rumah mereka, dengan tujuan agar ia tidak harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. “Anak ini belum mau pindah. Orangtua murid dari teman-teman anak ini juga sudah menawarkan agar sementara tinggal di rumah mereka. Orangtua pada berebut untuk menampung,” ujar Fahmi.
Menurut Fahmi, alasan ibu Hafithar pindah ke Tangerang adalah karena pekerjaannya sebagai asisten rumah tangga (ART). Setiap hari, ibu Hafithar mengantar anaknya hingga Stasiun Tangerang. “Ibunya mendapat pekerjaan di Tangerang. Ibunya mengantar sampai Stasiun Tangerang. (Hafithar) turun di Stasiun Buaran, melanjutkan perjalanan dengan JakLingko,” tutur Farida Farhah, Kasatlak Pendidikan Duren Sawit.
Rencana Pemindahan Sekolah untuk Semester Baru
Pihak sekolah berencana untuk kembali menyarankan agar Hafithar dapat pindah ke sekolah dekat tempat tinggal barunya pada semester baru pada Desember 2025. Satlak Pendidikan Kecamatan Duren Sawit telah berkoordinasi dengan ibu Hafithar untuk keperluan pemindahan sekolah, agar Hafithar tidak harus menempuh perjalanan jauh.
“Kami pihak sekolah sudah menyarankan utk mutasi pada semester ini. Ibunya sdh setuju, namun anak tersebut tidak berkenan. Mutasi bisa kita lakukan pada bulan Desember,” lanjut Farida.












