3.500 Penonton Heboh di Soundrenaline Makassar, Rayakan Musik dari Timur



MAKASSAR – Sebanyak 3.500 penonton memadati acara Soundrenaline “Sana Sini di Makassar” yang diselenggarakan di empat lokasi berbeda: Riuh Records, The Backyard, Dupli Dining & Lounge, dan Lapangan Parkir Phinisi Point Mall. Acara ini menjadi ajang perayaan semangat kolaborasi dan keberagaman ekspresi kreatif dari Timur Indonesia.

Laman soundrenaline.id menyebutkan bahwa rangkaian acara dimulai di The Lab & The Space di Riuh Records, yang menawarkan atmosfer hangat dan eksperimental. Di sini, sesi Screening & Storytelling membuka ruang dialog hangat bersama dua kreator visual Sulawesi Selatan: Wahyu Al Mardhani, videografer asal Palopo dengan dokumenter reflektifnya, serta Aco Tenri, sutradara yang dikenal dengan karya-karyanya yang kuat secara naratif dan emosional.

Riuh Records kemudian berubah menjadi panggung penuh energi dengan penampilan OG Avamato. Ada juga penampilan spesial dari Murphy Radio, yang di akhir set mereka menghadirkan kejutan berupa kolaborasi perdana bersama Beijing Connection. “Ini menandai pertama kalinya kami berdua tampil bersama dalam satu panggung,” kata Murphy Radio pada Rabu (19/11).

Kolaborasi eksperimental Murphy Radio x Beijing Connection menciptakan dinamika panggung yang intens, penuh eksplorasi, dan langsung menjadi salah satu momen paling berkesan hari itu. Kolaborasi ini juga disertai dengan peluncuran merchandise eksklusif hasil kolaborasi keduanya.

Tidak hanya musik, diskusi Cross Panel Talks: “From Homeground to Headlines” mempertemukan lintas kreator—dari ilustrator Firman Hatibu, sutradara Aco Tenri, musisi Pandu Fuzztoni (MORFEM), dan Delpi (Dongker). Di lokasi yang sama, peserta mengikuti lokakarya handcrafting & recycling dari Berdaur.id dan Hora Caft, serta menikmati pameran fotografi oleh Ifan Adhitya yang mendokumentasikan perjalanan musisi asal Makassar dari panggung kecil hingga panggung lebih besar.

Di Dupli Dining & Lounge, tempat musik dan kreativitas berbaur bersama RELOKA, White Chorus, dan Beijing Connection. Di area ini, para pengunjung diajak untuk berkreasi membuat zine versi mereka sendiri bersama ZineMo!, salah satu pelaku zine lokal yang turut mengembangkan ekosistem kreatif di Makassar.

Di The Backyard, Soundrenaline menghadirkan pengalaman yang lebih organik dan dekat dengan komunitas musik. Penampilan di sore hari dibuka oleh Synthies, kemudian dilanjutkan dengan Jason Ranti yang menciptakan suasana akrab dengan mengajak penonton duduk santai di atas rumput untuk menikmati lagu-lagunya. Setelah itu, ia memimpin lelang koleksi kaset langka bersama Kasetteria x Licasette.

Sesi The Lab kembali menjadi ruang pemantik percakapan melalui diskusi “Idealisme dan Pertemanan Dalam Bermusik” bersama Jimi Multhazam (MORFEM), Ayub Simanjuntak (Bilik Bersenyawa), Dhana (Treeshome), dan Ale (Kapal Udara).

Sebagai puncak acara, area Lapangan Parkir Phinisi Point Mall berubah menjadi ruang selebrasi besar yang dipadati pengunjung. Panggung utama menampilkan deretan musisi lintas genre, mulai dari DANZAS, Gilas, Covenant, Treeshome, Jason Ranti x Dongker, FSTVLST, MORFEM, The Lantis, hingga suguhan elektronik dari DJ Meyga, DJ Irvi, dan DJ Jimbo.

“FSTVLST tampil dengan setlist emosional dan bertenaga, menjadikannya salah satu crowd favorite festival ini. Sementara itu, MORFEM menghadirkan musik alternative rock yang membuat penonton bernyanyi dan bergerak tanpa henti,” sebut akun Instagram resmi @soundrenaline.id.

Suasana makin kaya dengan hadirnya karya-karya dari Lokatune, yang menaungi komunitas kreatif dari Manado, Makassar, Samarinda, dan kota-kota lain di kawasan Timur. Lokatune membawa semangat konektivitas dan pertukaran kreativitas, menciptakan ekosistem baru yang mempertemukan berbagai talenta emerging lintas kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *