Budaya  

Naskah Khutbah Jumat 28 November 2025: Tujuan Utama Manusia di Dunia

Pentingnya Khutbah Jumat dalam Agama Islam

Khutbah Jumat adalah bagian yang tidak boleh dilewatkan dalam pelaksanaan Salat Jumat. Dalam Islam, penyampaian khutbah oleh khatib memiliki peran yang sangat penting dan dianjurkan agar isi khutbah tidak terlalu panjang serta tidak membosankan. Anjuran ini bertujuan untuk memudahkan dan mempercepat penyampaian khutbah agar singkat. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad:

“Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik.” (HR Muslim dan Ahmad)

Pentingnya khutbah bagi jamaah maupun para calon khatib adalah karena isi dan esensi khutbah menjadi hal yang penting. Dalam artikel ini, kami akan mengulas salah satu topik khutbah Jumat yang bisa menjadi acuan saat pelaksanaan Shalat Jumat berlangsung nanti, dengan judul “Dua Misi Utama Manusia di Dunia”.

Misi Pertama: Sebagai Hamba Allah

Misi utama manusia di dunia adalah sebagai abdullah (hamba Allah) yang diwujudkan dalam kewajiban untuk beribadah menyembah Allah swt dan sebagai khalifah (pemimpin) yang diwujudkan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya, memakmurkan bumi serta memanfaatkan segala apa yang ada padanya dengan baik.

Dalam khutbah pertama, khatib mengingatkan jamaah untuk senantiasa meningkatkan dan menguatkan ketakwaan kepada Allah swt. Takwa adalah komitmen untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya. Dengan ketakwaan, manusia akan selalu berada di jalan yang benar, yaitu jalan lurus yang diridhoi Allah. Kehidupan manusia di dunia dapat diibaratkan seperti menyusuri sebuah jalan untuk mencapai tujuan. Selama perjalanan ini, kita tidak boleh lupa dengan misi utama ini sehingga terlena dalam perjalanan dan tidak bisa mencapai tujuan dari diciptakannya kita di dunia.

Ayat Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 56 menjelaskan:

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa maksud ayat tersebut ialah bahwa Allah tidak menjadikan jin dan manusia kecuali untuk tunduk dan merendahkan diri kepada-Nya. Kewajiban kita menyembah Allah bukan karena Allah butuh untuk disembah, tetapi karena kita butuh untuk menyembah-Nya. Ketika kita menyembah Allah, maka akan tercipta hubungan harmonis antara kita dengan Allah sehingga Allah akan senantiasa sayang dan cinta kepada kita.

Misi Kedua: Sebagai Khalifah di Bumi

Misi kedua manusia di dunia yakni sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30:

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Dari ayat ini bisa kita lihat bahwa ketika Allah hendak menjadikan manusia sebagai pemimpin di bumi ini, para malaikat sempat ragu. Namun, Allah mengetahui bahwa manusia memiliki aspek positif yang lebih banyak. Oleh karena itu, kepercayaan dari Allah ini harus kita pikul dengan baik dengan cara menjaga keseimbangan kehidupan di bumi ini. Untuk menjaga keseimbangan ini, kita harus mengikis perilaku negatif seperti melakukan perusakan di bumi dan memperkuat perilaku positif dengan memberikan manfaat pada sesama manusia lain dan bumi ini.

Rasulullah saw bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (lainnya).”

Penutup

Khutbah Jumat merupakan ajakan untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Mudah-mudahan kita selalu ingat dan dapat melaksanakan serta mengemban amanah besar ini agar kita bisa menjadi hamba yang benar-benar bertakwa menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Amin.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *