Wisata Sungai Musi Kembali Ramai Pasca-Lebaran
Setelah libur Lebaran, kota Palembang kembali menunjukkan kehidupannya yang dinamis. Salah satu aktivitas yang kembali ramai adalah perjalanan menggunakan perahu ketek di Sungai Musi. Tarif yang diberlakukan bervariasi tergantung jarak tempuh. Untuk jarak dekat, tarifnya sebesar Rp25.000 per orang, sedangkan untuk jarak jauh, tarifnya mencapai Rp35.000 per orang.
Untuk sewa rombongan (charter), harga yang ditawarkan berkisar antara Rp300.000 hingga Rp700.000 untuk rute pulang-pergi (PP) dari Angkringan Rumah Rakit Limas A3 (10 Ulu) menuju Pulau Kemaro.
Perahu Ketek Jadi Pilihan Utama Wisatawan
Menyusuri Sungai Musi dengan perahu ketek menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik. Arus lalu lintas di perairan Sungai Musi didominasi oleh perahu ketek motor yang bergerak bolak-balik membawa penumpang.
Pemandangan ini berbeda dari biasanya, karena kapal-kapal besar yang biasanya memenuhi sungai kini lebih jarang terlihat. Hal ini disebabkan oleh libur cuti bersama yang masih berlangsung di dermaga Boom Baru.
Berkah Bagi Pengelola Jasa Angkutan
Lonjakan jumlah wisatawan memberikan keuntungan tersendiri bagi para pengelola jasa angkutan sungai. Alfarisi, pengelola Ketek Wisata @3, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah wisatawan sudah terasa sejak hari pertama Lebaran usai salat Id.
“Kalau hari biasa, paling hanya satu kali trip (perjalanan). Tapi sejak hari pertama Lebaran, bisa sampai tiga kali trip dalam sehari,” ujar Alfa kepada media.
Penumpang yang datang sangat beragam, mulai dari individu hingga rombongan keluarga besar. Tarif yang ditetapkan juga cukup terjangkau, yaitu Rp25.000 per orang untuk jarak dekat dan Rp35.000 per orang untuk jarak jauh.
Pengalaman Seru bagi Pemudik
Bagi para pemudik, naik ketek bukan hanya sekadar transportasi, tetapi juga cara terbaik untuk bernostalgia dan menikmati keindahan ikon Kota Palembang. Sontang, seorang pemudik asal Jakarta, mengaku sangat puas bisa mengajak keluarganya menyusuri sungai.
“Senang sekali bisa punya kesempatan naik Ketek Wisata ini. Tarifnya sangat terjangkau dan pengalaman menyusuri Sungai Musi sangat berkesan,” ungkap Sontang saat ditemui di Dermaga 16 Ilir.
Syarif, perwakilan keluarga besar Abubakar dari 14 Ilir, juga mengungkapkan pengalaman serupa. Ia membawa rombongan saudara-saudaranya yang merantau dari Bogor, Bandung, hingga Jawa Timur untuk menjajal sensasi “goyangan” ombak Sungai Musi.
Peningkatan Pendapatan bagi Pengemudi Ketek
Tidak hanya pengelola wisata, para pengemudi ketek tradisional juga merasakan peningkatan pendapatan. Sudirman (63), salah satu pengemudi, mengaku penghasilannya bertambah selama libur Lebaran.
“Biasanya sekitar Rp50 ribu per hari. Saat Lebaran lebih ramai penumpang, jadi pendapatan meningkat,” katanya.
Pengamanan Wisata Diperketat
Selama libur Lebaran 1447 H dalam rangka Operasi Ketupat Musi 2026, Polda Sumatera Selatan mengerahkan 378 personel yang didukung TNI, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan untuk mengamankan 111 objek wisata di wilayah Sumatera Selatan.
Sejumlah lokasi menjadi prioritas pengamanan, termasuk Sungai Musi, Danau Ranau, serta kawasan rekreasi keluarga seperti OPI Waterpark Jakabaring. Penempatan personel dilakukan secara strategis untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, termasuk memastikan kapasitas penumpang tidak melebihi batas dan penggunaan alat keselamatan dipatuhi.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menegaskan seluruh destinasi wisata menjadi perhatian pengamanan. “Tidak ada tempat wisata yang kami biarkan tanpa pengamanan. Kami ingin masyarakat dapat berlibur dengan aman dan nyaman,” ujarnya usai apel Operasi Ketupat Musi 2026 waktu lalu.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan pengamanan ini merupakan bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat selama masa libur Lebaran.












