Penjelasan PDAM Makassar Mengenai Krisis Air Bersih di Wilayah Utara
PDAM Makassar memberikan penjelasan terkait kritik yang disampaikan oleh Anggota DPRD Makassar, Rahmat Taqwa Quraisy, mengenai krisis air bersih di wilayah utara kota. Kritik ini muncul setelah Rahmat menilai bahwa masalah kekeringan menjadi kendala tahunan yang belum ditangani secara optimal.
“Iya, tentunya kekeringan ini menjadi kendala dari tahun ke tahun,” ujar Rahmat dalam Rapat Paripurna di Balaikota Makassar Jl Jenderal Ahmad Yani, Rabu (15/4/2026). Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan pergantian pipa yang dilakukan PDAM dinilai belum berdampak signifikan terhadap distribusi air.
“Pipa PDAM diganti terus, air tetap tidak ada,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kabag Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM, Wahidin, menjelaskan bahwa distribusi air ke wilayah utara memang memiliki tantangan teknis tersendiri. “Untuk wilayah utara kota, sistem pengalirannya dilakukan secara gravitasi,” kata Wahidin di Kantor PDAM Makassar Jl Ratulangi, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, sistem ini hanya mengandalkan perbedaan ketinggian sehingga tekanan air relatif rendah. “Tekanan air yang dihasilkan hanya sekitar 1,3 bar karena elevasi sumber air di Panaikang sekitar 13 meter,” jelasnya. Kondisi ini berbeda dengan wilayah timur yang menggunakan sistem pompa bertekanan tinggi.
Disebutkan, wilayah timur bisa sampai 4,5 hingga 4,7 bar karena menggunakan pompa. Akibat tekanan rendah, distribusi air ke wilayah pesisir utara kerap tidak maksimal.
Selain faktor jaringan, PDAM juga menghadapi penurunan drastis pada sumber air baku, yakni dari Bendung Lekopancing Kabupaten Maros. Dalam kondisi normal, suplai air mencapai 1.300 liter per detik. Namun saat ini hanya sekitar 360 liter per detik.
Penurunan ini, lanjutnya, dipengaruhi pemanfaatan air di sepanjang saluran oleh warga di wilayah Kabupaten Maros. “Air di saluran terbuka banyak dimanfaatkan untuk kolam ikan, sehingga suplai ke Panaikang berkurang,” bebernya.
PDAM pun melakukan berbagai langkah darurat untuk menjaga layanan tetap berjalan. Seperti mengambil tambahan air dari Sungai Moncongloe dengan pompa suplai. Tambahan tersebut berkisar antara 600 hingga 900 liter per detik. Selain itu, distribusi air bersih dilakukan melalui mobil tangki.
14 armada mobil tangki untuk distribusi gratis disiagakan. Saat ini, distribusi mencapai 20 hingga 30 rit per hari. “Bisa sampai 100 rit saat kondisi ekstrem seperti El Nino,” tambahnya.
Menanggapi keluhan warga yang tetap membayar meski air tidak mengalir, PDAM tidak menampik adanya beban biaya dasar. Namun, pihaknya menegaskan, persoalan utama tetap pada keterbatasan suplai dan tekanan. “Masalah utamanya bukan hanya jaringan, tapi juga ketersediaan air baku,” ujarnya.
Terkait pergantian pipa yang disorot DPRD, PDAM menegaskan hal itu dilakukan berdasarkan kebutuhan teknis. “Pipa, khususnya galvanis, ada umur pakainya, apalagi di wilayah utara kadar garamnya tinggi,” katanya. Ia menjelaskan, korosi pada pipa dapat menyebabkan penyumbatan aliran air.
Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan perbedaan distribusi antar rumah. “Sering terjadi satu rumah tidak dapat air, tapi tetangganya dapat karena di meterannya tersumbat karat,” ungkapnya.
Selain faktor usia, penggantian pipa juga dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas layanan. “Kalau pipa dua inci awalnya untuk 100 pelanggan, sekarang sudah 200, tentu harus diperbesar,” katanya. PDAM menyebut perencanaan jaringan didasarkan pada potensi kebutuhan kawasan, bukan hanya pelanggan aktif.
Meski demikian, PDAM mengakui perlunya solusi jangka panjang seperti yang juga disoroti DPRD. “Kami mendorong alternatif sumber air seperti Sungai Tallo atau Sungai Jeneberang,” katanya. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada Bendung Lekopancing yang kerap bermasalah saat kemarau.
Tantangan Teknis dan Upaya Darurat PDAM Makassar
Sistem Gravitasi dan Tekanan Rendah
- Sistem distribusi air di wilayah utara kota Makassar menggunakan gravitasi.
- Tekanan air hanya sekitar 1,3 bar akibat elevasi sumber air di Panaikang sekitar 13 meter.
- Berbeda dengan wilayah timur yang menggunakan pompa bertekanan tinggi (4,5–4,7 bar).
Penurunan Suplai Air Baku
- Suplai air dari Bendung Lekopancing menurun drastis, dari 1.300 liter per detik menjadi hanya 360 liter per detik.
- Penyebabnya adalah pemanfaatan air di saluran terbuka oleh warga di Kabupaten Maros.
Upaya Darurat yang Dilakukan
- Penggunaan pompa tambahan dari Sungai Moncongloe dengan suplai 600–900 liter per detik.
- Distribusi air melalui 14 mobil tangki gratis.
- Jumlah distribusi mencapai 20–30 rit per hari, meningkat hingga 100 rit saat kondisi ekstrem seperti El Nino.
Permasalahan Jaringan dan Solusi Jangka Panjang
Penggantian Pipa
- Pipa galvanis memiliki umur pakai dan rentan korosi, terutama di wilayah utara dengan kadar garam tinggi.
- Korosi dapat menyebabkan penyumbatan aliran air dan perbedaan distribusi antar rumah.
Penyesuaian Kapasitas Layanan
- Pipa dua inci awalnya dirancang untuk 100 pelanggan, kini harus diperbesar untuk 200 pelanggan.
- Perencanaan jaringan didasarkan pada potensi kebutuhan kawasan, bukan hanya pelanggan aktif.
Alternatif Sumber Air
- PDAM mendorong pengembangan sumber air alternatif seperti Sungai Tallo dan Sungai Jeneberang.
- Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan pada Bendung Lekopancing yang sering bermasalah saat kemarau.












