Kondisi Lalu Lintas di Jalan Tanjung Api-api Pasca Perbaikan
Setelah mengalami kemacetan total di KM 8 Jalan Tanjung Api-api Desa Gasing, Minggu (12/4/2026), kondisi lalu lintas kini terpantau ramai lancar. Kendaraan yang datang dari arah Palembang menuju ke Sungsang ataupun sebaliknya, dari Sungsang menuju ke Palembang, tidak lagi menghadapi hambatan.
Meski tampak landai, kendaraan yang melintas sering kali harus berhenti saat berpapasan dengan kendaraan tonase berat. Hal ini disebabkan oleh hampir seluruh badan jalan yang termakan akibat beban kendaraan besar yang melintas.
Di KM 8 Jalan Tanjung Api-api, galian panjang perbaikan jalan masih menganga. Kendaraan yang akan melintas harus memperlambat laju kendaraan agar tidak terperosok ke galian yang ada di badan jalan. Hujan yang mengguyur membuat kondisi jalan tergenang air. Lubang-lubang menganga di tengah badan jalan dan di bahu jalan, sangat membahayakan pengguna jalan terutama pengendara sepeda motor.
Perbaikan yang belum maksimal dilakukan, bahkan saat ini perbaikan justru mandek, sehingga menyebabkan arus lalulintas di Jalan Tanjung Api-api mengalami kemacetan total.
Mashun, warga Palembang yang ditemui di lokasi, menceritakan bahwa dirinya setiap satu minggu sekali menuju ke Desa Gasing untuk mengecek kebun. Ia berangkat pagi dan memilih pulang lebih cepat karena takut terjebak macet.
“Rusak jalannya makin parah dan ada galian di badan jalan, tambah menghambat perjalanan. Kalau pakai motor saat melintas harus ekstra hati-hati, karena lubang dimana-mana,” katanya.
Menurut Mashun, seharusnya perbaikan jalan tidak sampai menghambat lalulintas yang ada di Jalan Tanjung Api-api. Namun, kenyataannya justru sebaliknya. Adanya perbaikan jalan membuat perjalanan masyarakat menjadi terhambat.
“Pakai motor saja sulit untuk cepat, apalagi pakai mobil. Harusnya dipikirkan dahulu solusinya kalau mau melakukan perbaikan jalan. Jangan melakukan perbaikan jalan, akan tetapi malah membuat kemacetan dan menghambat aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat berharap agar perbaikan jalan segera selesai dilakukan, termasuk lubang-lubang yang menganga di hampir setiap sudut badan jalan maupun di bahu jalan. Selain itu, masyarakat juga berharap pihak yang melakukan perbaikan jalan dapat memikirkan akses lalulintas masyarakat sebelum melakukan penggalian badan jalan agar tidak menimbulkan kemacetan panjang.
Karena, bila sudah terjadi kemacetan panjang akan membawa dampak bagi masyarakat yang melintas. Setidaknya, masyarakat akan banyak kehilangan waktu di jalan karena konsep perbaikan jalan yang dilakukan tidak memikirkan dampak kemacetan dan masyarakat yang melintas.
Masalah Utama yang Dihadapi Masyarakat
- Penggalian jalan yang tidak terencana dengan baik
- Menyebabkan kemacetan yang mengganggu aktivitas harian masyarakat
-
Menambah risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor
-
Kondisi jalan yang rusak dan tidak terawat
- Lubang-lubang di badan jalan dan bahu jalan
-
Genangan air akibat hujan yang memperparah kondisi jalan
-
Tidak adanya solusi alternatif untuk lalu lintas
- Tidak ada rute alternatif yang disediakan saat perbaikan jalan dilakukan
- Arus lalu lintas terganggu tanpa adanya penanganan yang efektif












