Timnas Vietnam diharapkan untuk memprioritaskan turnamen baru yang dibuat oleh FIFA daripada ASEAN Cup mengingat jadwal yang padat.
Tim-tim dari Asia Tenggara akan menghadapi dua turnamen regional sekaligus pada paruh kedua tahun ini. ASEAN Cup 2026, yang diselenggarakan oleh Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF), akan digelar pada Juli hingga Agustus. Setelahnya, FIFA akan menyelenggarakan edisi pertama dari turnamen bertajuk FIFA ASEAN Cup 2026 pada September hingga Oktober.
Berbeda dengan ASEAN Cup, FIFA ASEAN Cup akan digelar bersamaan dengan jeda internasional dalam kalender resmi FIFA. Hal ini berarti setiap tim bisa menurunkan skuad terbaiknya karena kewajiban klub untuk melepas pemain ke tim nasional. Berbeda dengan ASEAN Cup yang tidak termasuk dalam kalender FIFA, sehingga klub tidak wajib melepas pemainnya. Akibatnya, tim-tim yang dihuni oleh pemain-pemain yang berkarier di Eropa seperti Timnas Indonesia tidak bisa membawa skuad terbaik.
Dengan jadwal yang padat, Vietnam selaku juara bertahan ASEAN Cup menghadapi dilema. Untuk mempertahankan gelar mereka, tim asuhan Kim Sang-sik harus memainkan delapan laga, termasuk laga kandang dan tandang. Segera setelah ASEAN Cup 2026 berakhir, para pemain Golden Star Warriors mulai mempersiapkan diri untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Memainkan begitu banyak laga dalam waktu singkat menimbulkan risiko cedera dan kelelahan yang besar bagi para pemain Vietnam. Terkait hal ini, Vietnam Net meminta Kim Sang-sik dan anak-anak asuhnya untuk menurunkan prioritas terhadap ASEAN Cup 2026. Menurut media tersebut, FIFA ASEAN Cup 2026 harus lebih diutamakan karena menawarkan poin peringkat FIFA yang signifikan.
“Selama 30 tahun penyelenggaraannya, ASEAN Cup selalu dianggap sebagai turnamen sepak bola nomor satu di kawasan ini dan sumber kebanggaan bagi penggemar sepak bola Vietnam.”
“Memenangkan turnamen tidak hanya membawa prestise tetapi juga memberikan dorongan besar bagi seluruh dunia sepak bola. Oleh karena itu, absen dari turnamen ini jelas tidak dapat diterima.”
“Namun, konteks saat ini menuntut pendekatan yang lebih realistis.”
“Dengan FIFA ASEAN Cup, turnamen yang signifikan untuk poin peringkat FIFA, dan Piala Asia yang akan segera digelar, prioritas strategis mungkin perlu dipertimbangkan kembali.”
“Kompetisi-kompetisi ini membantu Vietnam meningkatkan posisinya, memperbaiki peringkatnya, dan mendapatkan pengalaman di level tertinggi,” tulis Vietnam Net.
Pandangan Vietnam Net tampaknya semakin membuktikan bahwa ASEAN Cup (dulu Piala AFF) perlahan mulai kehilangan gengsinya. Meski begitu, Vietnam Net menegaskan bahwa menurunkan prioritas bukan berarti hanya sekadar berpartisipasi. Hanya saja, Vietnam Net menilai tekanan untuk mencapai hasil terbaik dan mempertahankan gelar juara perlu dikurangi.
Vietnam Net juga meyakini ASEAN Cup bisa digunakan untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda.
“Bersantai di sini bukan berarti berpartisipasi hanya demi ikut serta atau mengorbankan citra.”
“Yang dimaksud adalah mengurangi tekanan untuk mencapai hasil, bukan memaksakan tugas mempertahankan trofi dengan segala cara.”
“Sebaliknya, turnamen regional dapat digunakan untuk menciptakan terobosan dalam hal personel, memberikan kesempatan kepada talenta muda, dan memperluas kedalaman skuad.”
“Dalam siklus pengembangan jangka panjang, mengorbankan beberapa pencapaian jangka pendek demi fondasi yang berkelanjutan adalah hal yang sepenuhnya dapat diterima.”
“Jika dilakukan dengan baik, Vietnam tidak hanya akan menghindari pelemahan tetapi juga akan mendapatkan talenta baru yang siap untuk mencapai tujuan yang lebih besar.”
“Oleh karena itu, jawabannya bukanlah longgar atau tidak longgar, melainkan bagaimana menjadi longgar dengan cara yang wajar, itulah kuncinya,” tulis Vietnam Net.












