TAUD umumkan 16 tersangka penyiram air keras pada Andrie Yunus

Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD)

Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) telah mengungkapkan identitas 16 pelaku lapangan yang diduga menyiram air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Identifikasi ini dilakukan melalui analisis rekaman CCTV yang diteliti selama beberapa hari.

TAUD memiliki tim investigasi independen yang menganalisa rekaman CCTV. Salah satu peneliti independen yang terlibat adalah Ravio Patra. Ia tidak menjadi bagian dari TAUD, tetapi mengenal baik Andrie. Menurutnya, tim investigasi independen ini tidak sedang berusaha menggantikan proses hukum. Sebaliknya, mereka mencoba melengkapi upaya yang dilakukan oleh aparat penegak hukum. Tim investigasi independen tidak dibayar oleh TAUD.

Ravio menilai bahwa dengan tidak tergabung di dalam TAUD bisa memberikan penilaian independen terhadap temuan CCTV sehingga hasilnya bisa dipertanggung jawabkan. Ia menggunakan metode kronologi terbalik dengan cara memutar ulang CCTV dimulai dari aktivitas Andrie pada Kamis pagi (12/3/2026) hingga ia disiram air keras pada malam harinya.

Dari 16 pelaku lapangan, dua di antaranya terkonfirmasi berasal dari unsur militer. Mereka adalah Budhi Hariyanto Widhi Cahyono dan Serda ES. Foto-foto Budhi, didapat oleh tim investigasi dari foto CCTV yang sudah ditunjukkan oleh kepolisian. Kemudian dicocokkan dengan alat khusus.

“Kami menyebut ini OTK (Orang Tak Dikenal) 1 sebagai pengendara. Temuan kami identik dengan yang diungkap oleh kepolisian. OTK 1 adalah seorang perwira militer dari TNI Angkatan Laut (AL) dengan nama Budhi Hariyanto Widhi Cahyono,” katanya.

Ia mencatat ada hal yang simpang siur beredar di publik soal inisial Budhi. Kepolisian menyebut Budhi dengan inisial BHC. Sedangkan, Polisi Militer menyebut BHW. “Yang benar adalah BHWC,” tutur dia.

Ravio mengatakan wajah BHWC dengan mudah bisa diidentifikasi lantaran ia tak mengenakan penutup wajah.

Identifikasi Wajah Prajurit TNI yang Kedua

Prajurit kedua TNI yang berhasil diidentifikasi oleh TAUD yakni sosok yang disebut dengan Serda ES. Tetapi, di dalam penelusuran TAUD, sosok tersebut lebih mendekati dengan inisial MAK atau Muhammad Akbar Kuddus. Tim investigasi kemudian mencocokkan foto yang terekam di kamera CCTV dengan sejumlah foto yang ada di dunia maya. Hasilnya foto-foto itu mirip.

“Muhammad Akbar Kuddus juga merupakan seorang perwira TNI. Foto-fotonya kami kumpulkan dari sumber terbuka di media sosial,” tutur dia.

Sementara, temuan OTK (Orang Tak Dikenal) 3 hingga 16 belum berhasil diidentifikasi sepenuhnya oleh TAUD. Untuk mempermudah identifikasi, tim investigasi independen TAUD melabeli mereka dengan identifikasi fisik yang terlihat dari CCTV, seperti cepak otot, abang GoJek hingga kumis bleki.

“Kami kasih julukan abang GoJek karena saat di momen eksekusi dia mengenakan atribut ojek daring,” katanya.

Ravio menggarisbawahi 14 individu lainnya yang sudah teridentifikasi tidak pernah disebut oleh pihak kepolisian. Sebab, kepolisian hanya menyebut dua inisial saja. Ia juga menyebut dari belasan pelaku lapangan, sebagian merupakan warga sipil. Salah satu indikatornya yakni sejumlah motor untuk beraksi telah ditelusuri dan merupakan warga sipil.

Tidak Ada Kecocokan Nama Nandala Dwi Prasetia

Ketika IDN Times mengontak Ravio Patra apakah dari penelusurannya ditemukan wajah atas nama Kapten Mar Nandala Dwi Prasetia, ia mengaku belum menemukan kecocokan tersebut. Ravio langsung memeriksa di tangkapan layar CCTV untuk mencari sosok Nandala.

Nama Nandala muncul ketika dilakukan penyerahan empat tersangka dan barang bukti ke Oditurat Militer pada Selasa (7/4/2026). Pada bagian barang bukti motor, tertulis Nandala bersama tiga pelaku lainnya melakukan penganiayaan terhadap Andrie Yunus.

“Segera setelah nama NDP ini dikeluarkan, kami sudah menelusuri nama tersebut. Namun, sejauh ini dengan bukti-bukti yang ada, kami mencatat ada beberapa foto yang sulit mendapatkan angle dengan wajah secara keseluruhan,” kata Ravio hari ini.

“Jadi, sejauh ini, kami belum menemukan kecocokan. Karena bisa jadi dia benar pelaku. Entah yang mengenakan helm, karena OTK ke-16 terus mengenakan helm. Jadi, wajahnya gak pernah kami lihat,” tutur dia.

Namun, Ravio telah memeriksa foto Nandala yang tersebar di dunia maya. Dalam temuannya wajah Nandala di media sosial tidak sama dengan belasan OTK yang wajahnya terlihat di CCTV.

Daftar Pelaku Lapangan dan Perannya di Lapangan

TAUD kemudian memaparkan ke-16 pelaku lapangan yang teridentifikasi lewat CCTV. Tetapi, baru dua dari 16 pelaku lapangan yang berhasil teridentifikasi namanya. Sisa individu lainnya dinamakan sesuai dengan identifikasi fisik yang terlihat di kamera CCTV:

Berikut adalah daftar pelaku lapangan yang berhasil diidentifikasi oleh TAUD:
1. OTK-1: Budhi Hariyanto Widhi Cahyono [perwira TNI AL] (mengemudikan sepeda motor)
2. OTK-2: Muhammad Akbar Kuddus [perwira TNI AL] (eksekutor penyiram air keras)
3. OTK-3: Abang GoJek (pemindai)
4. OTK-4: Kumis Bleki yang mengenakan pakaian serba hitam dan kumis bleki (pemindai)
5. OTK-5: Buncit oranye (pengawalan)
6. OTK-6: Yangkee Brewok (pengintaian)
7. OTK-7: Flanel pitak (pengintaian)
8. OTK-8: Hoodie Abu-abu (pengintaian dan sempat memberikan kode Andrie Yunus sudah keluar dari YLBHI)
9. OTK-9: Parasut dongker (pengintaian)
10. OTK-10: Cepak otot (pengintaian)
11. OTK-11: Celana cingkrang (pemetaan yang mengambil gambar atau video)
12. OTK-12: Botak polo (koordinator lapangan)
13. OTK-13: Rompi krem (pemetaan. Tak bisa diidentifikasi karena kerap menggunakan helm dan masker)
14. OTK-14: Hitam Khaki (pengintaian)
15. OTK-15: Jaket biru (pengintaian)
16. OTK-16: Helm Kuning (pengintaian)

Ravio meragukan temuan yang disampaikan oleh pihak kepolisian dan POM TNI. Sebab, sejak awal tidak pernah diungkap ke publik identitas lengkap dan wajah para pelaku di lapangan. Sehingga, TAUD berkesimpulan masih ada 16 pelaku yang belum diproses hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *