Pasutri Kehilangan Mesin Perahu di Tengah Laut

Kehidupan di Tengah Bahaya: Pasangan Suami Istri Terjebak di Laut

KELAPA KAMPIT, BABEL NEWS –

Sebuah kejadian mencekam terjadi pada pasangan suami istri asal Belitung Timur. Mereka mengalami situasi darurat setelah perahu yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di tengah cuaca buruk. Kejadian ini berlangsung pada Jumat (3/4) lalu.

Awal Perjalanan yang Tidak Terduga

Kejadian bermula saat pasangan ini berangkat dari Pelabuhan Nelayan Sabang Ruk, Desa Pembaharuan, Kecamatan Kelapa Kampit sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka memacu perahu menuju Pulau Pekandis, sebuah lokasi favorit untuk memancing.

Pada pukul 10.05 WIB, suasana cerah mulai berubah. Langit gelap dan angin kencang mulai bertiup, menandakan cuaca buruk akan segera datang. Iqbal, sang suami, memutuskan untuk segera kembali ke daratan. Namun, nasib tidak bersahabat menghampiri mereka.

Perahu Mati Mesin, Kondisi Darurat

Saat sedang dalam perjalanan pulang, mesin perahu tiba-tiba mengalami kerusakan dan mati total. Iqbal dan istrinya terjebak dalam situasi darurat. Mereka terombang-ambing tanpa daya, sementara tidak ada perahu nelayan lain yang melintas di sekitar lokasi.

“Iqbal dan istrinya mencoba mencari pertolongan nelayan sekitar yang mau balik ke daratan, tapi ditunggu lama tidak ada yang lewat,” ujar Iqbal.

Dalam kondisi perahu yang terus terombang-ambing, Iqbal terus berusaha menghubungi orang di daratan. Namun, upaya tersebut berkali-kali gagal karena buruknya sinyal ponsel.

Upaya Tak Putus Asa

Iqbal tidak menyerah. Ia membiarkan perahunya sedikit berhanyut sambil terus memantau layar ponselnya. Harapannya adalah mendapatkan sinyal untuk mengirimkan pesan darurat.

“Tadi nunggu sinyal dulu. Agak berhanyut sedikit, sekitar jam 12.00 kurang baru ada sinyal setelah jangkar diturunkan. Nah, dari situlah kami menelepon,” ucapnya.

Setelah berhasil mendapatkan sinyal, Iqbal langsung menghubungi Oscar Habib, Anggota DPRD Belitung Timur, untuk meminta bantuan evakuasi. Laporan tersebut kemudian diteruskan secara berantai kepada tim BPBD, Tagana, hingga Basarnas.

Tim SAR Bergerak Cepat

Komandan Tim SAR Gabungan, Dimas menjelaskan bahwa pihaknya segera bersiap melakukan operasi evakuasi setelah menerima laporan pada pukul 12.09 WIB. Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat menuju titik koordinat korban.

Sebelum tim SAR tiba di lokasi, takdir baik menghampiri pasangan ini. Sekitar pukul 13.55 WIB, sebuah perahu nelayan milik pria bernama Sarman melintas di dekat posisi Iqbal dan Riska.

“Kebetulan ada perahu nelayan atas nama Bapak Sarman lewat. Beliau langsung mengevakuasi korban dan membawa mereka menuju daratan,” ungkap Dimas.

Keselamatan Sebagai Prioritas

Saat Tim SAR dalam perjalanan menuju Pulau Pekandis, mereka bertemu dengan perahu Sarman yang sedang menarik perahu korban. Tim SAR kemudian melakukan pendampingan hingga perahu tersebut tiba di dermaga secara selamat.

Atas kejadian ini, Tim SAR Gabungan mengimbau kepada para nelayan maupun masyarakat yang hendak melaut agar selalu waspada. Pemeriksaan kondisi mesin perahu sebelum berangkat adalah hal yang tidak boleh diabaikan.

“Pastikan kondisi perahu dalam keadaan prima dan selalu pantau perubahan cuaca. Jangan memaksakan melaut jika kondisi alam sudah mulai menunjukkan tanda-tanda buruk,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *