Daerah  

Demak Dihantam Banjir, 8 Desa Tenggelam, Ribuan Warga Mengungsi

Banjir Besar Kembali Melanda Kabupaten Demak

Kabupaten Demak kembali mengalami banjir besar akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4/2026). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran yang serius, terutama setelah sebelumnya banjir serupa terjadi pada 16 Februari 2026 lalu. Saat ini, wilayah yang terdampak mencakup delapan desa di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.

Lokasi tanggul jebol berada di Dukuh Solondoko dengan panjang sekitar 30 meter dan Dukuh Solowire sepanjang sekitar 10 meter. Dua titik ini berada di Desa Trimulyo, Kecamatan Sayung. Selain itu, terdapat satu titik tanggul jebol lainnya di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sayung, dengan panjang sekitar 15 meter. Tinggi air banjir mencapai 100 hingga 150 sentimeter, sehingga memengaruhi banyak warga.

Menurut data BPBD Jateng hingga Sabtu (4/4/2026) pagi, jumlah pengungsi tercatat mencapai 2.839 jiwa. Wilayah paling terdampak banjir Demak berada di Kecamatan Guntur. Untuk menangani situasi ini, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengunjungi posko pengungsian di Kantor Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada hari yang sama.

Luthfi ditemani oleh Bupati Demak Eisti’anah, Kepala Pelaksana BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan, serta para pejabat lainnya. Setelah berbincang dengan sejumlah pengungsi, Luthfi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para pengungsi. Selain itu, ia juga menyerahkan bantuan dari Pemprov Jawa Tengah sebesar Rp 236 juta kepada Bupati Demak.

Luthfi menyatakan bahwa kebutuhan dasar pengungsi terdampak banjir harus terpenuhi selama masa tanggap darurat. Pemerintah saat ini sedang menyediakan makanan dan obat-obatan untuk para pengungsi. Ia menekankan bahwa layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, bahan pokok, dan makanan tidak boleh ketinggalan.

Pengungsi Tersebar di 13 Titik

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa titik pengungsian tersebar di sekitar 13 lokasi. Proses evakuasi korban banjir terus dilakukan meskipun ada ratusan warga yang bertahan di dekat tanggul untuk menjaga ternak mereka. Sekitar 400 sampai 500 jiwa masih bertahan di tanggul menggunakan tenda terpal karena tidak ingin meninggalkan ternaknya.

Ia juga memastikan bahwa korban banjir yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan. Korban hilang tersebut merupakan bocah berusia 7 tahun berinisial AR, warga Trimulyo, Guntur, Demak. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dimakamkan.

Kondisi Pengungsi di Lokasi Darurat

Ribuan pengungsi banjir Demak bertahan di lokasi pengungsian, salah satunya di Kantor Kecamatan Guntur. Di lokasi pengungsian tersebut, pengungsi bertahan dengan barang seadanya. Perempuan, anak-anak, hingga lansia menempati ruang utama gedung, sebagian beristirahat di atas alas darurat, sementara lainnya bertahan di teras sambil menunggu kondisi rumah mereka kembali kering.

Salah satu warga terdampak, Musri’ah (63), menjelaskan bahwa banjir di wilayahnya datang akibat tanggul jebol pada Jumat (3/4/2026). Warga desa sebenarnya saat itu hendak melakukan kerja bakti menambal tanggul yang sudah menunjukkan tanda-tanda akan jebol, yaitu tanah tanggul terkikis.

“Warga mau kerja bakti habis salat jumat tapi tanggul jebol sekitar jam 10 atau 11 siang. Awalnya air hanya selutut, sore harinya sampai dada orang dewasa,” bebernya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *