Banjir di Dukuh Solondoko, Rumah-Rumah Rusak Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang
Banjir yang terjadi di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada Jumat (3/4/2026) lalu, menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Sebanyak 28 rumah mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.
Bupati Demak, Eisti’anah, menjelaskan bahwa data terbaru dari pemerintah desa menunjukkan bahwa sebanyak 12 rumah hilang akibat banjir, sedangkan 7 lainnya rusak berat dan 9 rusak ringan. Penjelasan ini disampaikan oleh Bupati saat melakukan kunjungan ke lokasi jebolnya Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Senin (6/4/2026).
Jebolnya tanggul Sungai Tuntang menjadi penyebab utama banjir yang melanda wilayah tersebut. Menurut Eisti’anah, pihaknya akan segera menindaklanjuti masalah ini. Ia juga menyampaikan bahwa bantuan telah diperoleh dari Gubernur.
“Kami akan segera menindaklanjuti, insyaallah, kemarin sudah dapat bantuan dari Bapak Gubernur,” ujar Bupati. Ia berjanji akan membantu memperbaiki rumah warga terdampak sesuai dengan tingkat kerusakan masing-masing.
“Rumah yang hanyut, rusak berat dan ringan, kita akan memberikan stimulan, kalau bisa membantu sampai berdiri, alhamdulillah. Ini nanti kategori masing-masing, dari Pemkab siap untuk membantunya,” tambahnya.
Eisti’anah menegaskan bahwa bantuan tersebut akan segera dirapatkan dan ditargetkan bisa diberikan pekan ini. Namun, hingga saat ini belum ada data resmi dari Pemerintah Desa Trimulyo terkait jumlah rumah rusak akibat banjir.
Pengalaman Warga yang Terdampak Banjir
Menurut pengakuan warga setempat, setidaknya belasan rumah mengalami kerusakan berat. Salah satu warga yang terdampak adalah Fadholi (70), yang rumahnya hancur total. Pantauan di lokasi, Minggu (5/4/2026), menunjukkan bahwa hanya atap rumah Fadholi yang masih tersisa.
Dinding rumah yang terbuat dari papan kayu dan triplek jebol, sementara isi rumah seluruhnya hanyut, hanya menyisakan lumpur tebal setinggi 35 sentimeter.
Fadholi mengungkapkan bahwa kejadian banjir terjadi begitu cepat. Ia panik saat mendengar orang berteriak bahwa tanggul jebol dan segera melarikan diri ke arah jalan utama perkampungan.
“Lari ke sana jalan perkampungan cepat jebolnya,” kata Fadholi, Minggu.
Ia mengatakan bahwa sebelum tanggul jebol, ia sudah mengumpulkan sejumlah barang berharga. Namun karena kondisi panik dan air yang sangat deras, hanya dokumen haji yang berhasil dibawa.
“Perkakas hilang semua, lemari hilang,” imbuhnya.
Fadholi mengaku sudah mendaftar haji beberapa tahun lalu, namun tidak tahu pasti kapan jadwal berangkat. Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, Fadholi diperkirakan akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Kondisi Wilayah Setelah Banjir
Menurut penuturan warga setempat, sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan berat. Siti Mualimah, warga Dukuh Solondoko, menyampaikan bahwa sebanyak 4 rumah hanyut atau hilang, sedangkan 11 lainnya mengalami rusak berat.
“Hancur yang hilang kurang lebih empat, kalau masih ada atapnya ya masih ada beberapa,” jelasnya.
Kompas.com berupaya mendatangi Balai Desa Trimulyo dan posko bencana di desa Trimulyo dalam dua hari terakhir untuk meminta konfirmasi detail jumlah rumah rusak kepada kepala desa, namun yang bersangkutan tidak di lokasi.
Hingga saat ini, belum ada data resmi dari pemerintah desa terkait jumlah rumah yang rusak akibat banjir. Namun, dari informasi yang didapat dari warga, kerusakan yang terjadi cukup parah dan memerlukan perhatian serius dari pihak berwajib.












