Saiful Mujani Dikritik, Berbagai Pihak Bereaksi

Kritik terhadap Pernyataan Saiful Mujani yang Dinilai Provokatif

Pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang menyampaikan pandangan mengenai upaya menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menimbulkan reaksi berbagai kalangan. Dari Asosiasi Presisi hingga elite partai politik dan aktivis, semua menilai pernyataan tersebut tidak hanya kontroversial, tetapi juga memiliki potensi memicu ketegangan di tengah situasi politik nasional yang dinamis.

Asosiasi Presisi Mengecam Pernyataan Saiful Mujani

Asosiasi Presisi, yang merupakan perkumpulan penyelenggara riset persepsi publik dengan 32 lembaga survei sebagai anggota, menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Saiful Mujani. Dalam pernyataannya, mereka menilai bahwa narasi yang disampaikan mengandung unsur provokatif dan tidak tepat dalam kondisi saat ini.

Ketua Umum Asosiasi Presisi, Mohammad Anas RA, menekankan bahwa sebagai akademisi dan peneliti politik, Saiful seharusnya menyampaikan pandangan berbasis data serta mengedukasi masyarakat. Ia menilai pernyataan yang menyebut upaya “mengkonsolidasikan diri menjatuhkan Prabowo” dan “tidak bisa menasihati Prabowo” bersifat tendensius dan menyerang pribadi, bukan dalam kapasitas jabatan sebagai kepala negara.

Asosiasi Presisi juga mengingatkan bahwa perbedaan antara kritik dan hasutan harus menjadi perhatian, mengingat derasnya arus informasi yang dapat dengan cepat memengaruhi opini publik.

Kritik Elite Golkar

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menegaskan bahwa setiap pernyataan di ruang publik harus mempertimbangkan dampak sosial dan politik yang lebih luas, terutama jika berkaitan dengan upaya menjatuhkan atau pemakzulan kepemimpinan nasional.

Ia menilai bahwa narasi seperti itu bisa ditafsirkan liar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan. Idrus menekankan bahwa dalam demokrasi Indonesia, mekanisme pergantian kekuasaan memiliki tahapan konstitusional yang jelas, termasuk melalui DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR. Proses ini tidak bisa digiring lewat opini publik atau narasi tidak utuh yang provokatif.

Reaksi Aktivis

Aktivis Yulian Paonganan alias Ongen menilai bahwa pernyataan Saiful Mujani tidak lagi masuk dalam koridor kritik demokratis, melainkan berpotensi mengarah pada tindakan makar. Ia menegaskan bahwa ajakan menjatuhkan pemerintahan yang sah merupakan bentuk delegitimasi terhadap hasil Pemilu 2024 yang telah berlangsung secara demokratis.

Ongen juga menyinggung posisi Saiful Mujani yang berada di kubu Ganjar Pranowo selama Pilpres 2024 lalu. Menurutnya, publik harus tahu konteksnya agar kekecewaan politik tidak diarahkan menjadi ajakan menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Lebih lanjut, Ongen menegaskan bahwa ketidakpuasan terhadap hasil pemilu seharusnya disalurkan melalui mekanisme konstitusional, bukan dengan membangun narasi yang berpotensi memicu instabilitas.

Video Saiful Mujani

Dalam video ceramahnya, Saiful Mujani menyebut prosedur formal seperti pemakzulan oleh DPR tidak akan efektif menghadapi Prabowo. Ia menyarankan alternatif lain, yaitu mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Ia juga menyebut bahwa nasihat kepada Prabowo tidak akan berhasil, sehingga satu-satunya cara adalah menjatuhkannya.

Video tersebut telah diterbitkan di YouTube Sociocorner dan disampaikan Saiful dalam acara Halal Bihalal Pengamat “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang digelar di Beranda Utan Kayu pada Selasa, 31 Maret 2026.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *