Daerah  

7 Korban Bencana di Padang Segera Selesai, Inisiator Targetkan Peresmian 18 April

Inisiatif Masyarakat dan Alumni Unand dalam Membangun Hunian Sementara untuk Penyintas Bencana

Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (Unand) bersama sejumlah lembaga sedang mempercepat pengerjaan 7 hunian sementara sehat layak (hunsela) bagi korban bencana di Kota Padang. Tujuan dari proyek ini adalah agar para penyintas dapat segera menempati hunian yang layak setelah mengalami bencana alam.

Lokasi pembangunan tujuh unit hunsela ini berada di daerah Pisang, Kelurahan Piai, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Hunsela ini diinisiasi oleh Pusat Studi Bencana Unand, Ikatan Alumni (IKA) Unand, Karang Taruna Kapalo Koto, dan Asosiasi Perempuan Peduli Bencana.

Heni Herwina, salah satu inisiator pembangunan hunsela sekaligus anggota IKA Universitas Andalas, menjelaskan bahwa dua unit hunsela di Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang didanai oleh Kolega Pusat Studi Bencana Unand. Sedangkan tujuh unit di Pisang, tiga unit di antaranya didanai oleh Ikatan Alumni Farmasi Unand dengan dana sebesar Rp45 juta. Dana tersebut diserahkan kepada penyintas bencana melalui inisiator dan akhirnya digunakan untuk membangun hunsela.

Selain itu, empat unit lainnya didanai oleh Persatuan Dokter Penyakit Dalam Unand. Pembangunannya masih berjalan, dan setelah selesai akan diresmikan serta diserahkan kepada penyintas bencana. Sampai saat ini, total hunsela yang sudah dibangun untuk penyintas bencana di Kota Padang mencapai 13 unit.

Menurut Heni, rencananya tujuh unit hunsela akan diresmikan pada tanggal 18 April 2026 mendatang. Jika ditambahkan, total hunsela yang akan dibangun nantinya mencapai 20 unit. Proses pembangunan ini dimulai dari tenda darurat yang sebelumnya digunakan oleh para penyintas bencana.

Awal Mula Pembangunan Hunsela

Banyak masyarakat terdampak bencana yang tidak memiliki tempat tinggal layak setelah bencana di Batu Busuak, Padang. Para inisiator dari Universitas Andalas melihat kondisi ini dan memutuskan untuk membangun hunian sementara sehat layak (hunsela) sebagai solusi.

Inisiator pembangunan hunsela, Heni Herwina, menjelaskan bahwa bantuan hunsela ini awalnya dimulai dari banyaknya masyarakat yang tinggal di tenda darurat pasca bencana. Temuan di lapangan setelah bencana akhir November 2025 lalu menunjukkan bahwa para korban masih menetap di tenda darurat.

Seiring waktu, pembangunan hunsela terus bertambah karena semakin banyak donatur yang peduli. Heni menyebutkan bahwa bantuan hunsela pertama kali diberikan di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, sebanyak 11 unit. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapatkan bantuan panel surya.

Rencana Pembangunan Hunsela yang Lebih Besar

Rancangan hunsela di Kampung Talang dinilai layak untuk korban bencana, sehingga pembangunan terus dilanjutkan. Heni menjelaskan bahwa mereka merencanakan 35 bangunan hunsela di empat titik. Dua lokasi telah terlaksana, yaitu 11 unit di Kampung Talang dan dua unit di Kunang, Kelurahan Limau Manis, yang diresmikan hari ini.

Pembangunan dua unit hunsela di Kubang sempat diragukan karena lahan yang sempit, tetapi berkat kepiawaian tukang dan bantuan masyarakat, akhirnya bisa terwujud. Bahkan dua unit hunsela tersebut layak ditempati oleh penyintas bencana dari Batu Busuak.

Penyerahan Kunci dan Bantuan Tambahan

Kunci dua unit hunian sementara sehat layak (hunsela) diserahkan kepada korban bencana oleh para inisiator di Kubang, Kelurahan Limau Manis, Kota Padang, Sabtu (4/4/2026). Selain penyerahan kunci rumah, inisiator juga menyerahkan secara simbolis dua unit lemari pakaian untuk kebutuhan korban bencana dari Kelurahan Lambung Bukit, kawasan Batu Busuak.

Diketahui, bencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu menghancurkan rumah, lahan pertanian, serta harta benda masyarakat. Pasca kejadian, para korban bencana banyak yang menetap di kediaman keluarga atau tinggal di huntara.

Hingga akhirnya, dibangun hunsela untuk korban bencana di beberapa titik lokasi. Mulai dari Kampung Talang di Kapalo Koto, Kubang di Kelurahan Limau Manis, serta Pisang di Kelurahan Piai. Hunsela ini diinisiasi oleh Pusat Studi Bencana Unand, IKA Alumni Unand, Karang Taruna Kapalo Koto, dan Asosiasi Perempuan Peduli Bencana.

Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) Unand, Febrin Anas Ismail, mengatakan bahwa hari ini mereka menyerahkan dua unit hunsela kepada korban bencana. Kata dia, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian keluarga di kampus Unand terhadap masyarakat di sekitar Kelurahan Limau Manis yang terdampak bencana.

Mudah-mudahan hal seperti ini ke depannya dapat terus dilakukan, ini bentuk kepedulian dan ketahanan sosial terhadap korban bencana alam. Manusia hidup berdampingan, saling membantu, dan tolong menolong jika ada yang terkena musibah.

Hari ini memang dua yang diresmikan, namun sebelumnya ada 11 hunsela di Kampung Talang, Kelurahan Kampung Koto, dan sudah ditempati korban bencana. Total ada 35 unit hunsela yang kita garap di berbagai lokasi, untuk hari ini dua yang kita resmikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *