Kadinsos Ungkap Asal Gerobak di Kota Jambi

Fenomena Orang-orang yang Duduk di Pinggir Jalan di Kota Jambi

Fenomena orang-orang yang membawa gerobak dan duduk berjam-jam di sejumlah persimpangan jalan di Kota Jambi semakin sering terlihat, terutama saat Ramadan. Mereka kerap berada di titik-titik keramaian, mulai dari persimpangan jalan hingga depan masjid, menunggu uluran tangan dari para pengguna jalan atau masyarakat yang melintas.

Pemandangan itu bukan hal baru bagi warga kota. Namun dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya dinilai semakin meningkat, seiring dengan tradisi berbagi yang marak saat Ramadan maupun kegiatan sedekah pada hari Jumat. Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, mengatakan fenomena tersebut merupakan dinamika yang sering muncul di kota-kota besar. Banyak orang datang dari daerah pinggiran bahkan luar daerah untuk mencari penghasilan dengan memanfaatkan keramaian kota.

Penjelasan dari Kadinsos Kota Jambi

Tribun Jambi: Ibu, belakangan ini saat Ramadan kita sering melihat orang membawa gerobak atau duduk di pinggir jalan dalam waktu lama. Sebenarnya bagaimana Dinas Sosial melihat fenomena ini?

Kadinsos Kota Jambi: Fenomena ini sebenarnya fenomena kota. Kota Jambi menjadi pusat aktivitas sehingga banyak masyarakat dari daerah pinggiran datang untuk mencari penghasilan. Dalam hampir tiga tahun saya di Dinas Sosial, kami melihat jumlahnya meningkat, terutama saat Ramadan.

Selain Ramadan, ada juga fenomena Jumat Berkah di mana banyak orang bersedekah. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh sebagian orang, mulai dari yang membawa gerobak hingga yang disebut “manusia karung”, yaitu orang yang duduk lama di satu tempat tetapi bukan pemulung.

Peningkatan Jumlah Setiap Tahun

Tribun Jambi: Apakah jumlahnya memang terus meningkat setiap tahun?

Kadinsos Kota Jambi: Ya, ada peningkatan. Berdasarkan pemantauan kami, setiap tahun bisa bertambah sekitar 100 orang yang melakukan aktivitas seperti ini. Itu yang menjadi perhatian kami karena semakin banyak orang memilih duduk di jalan untuk mendapatkan bantuan.

Lokasi Favorit dan Kecemasan Terhadap Anak-Anak

Tribun Jambi: Dari pantauan di lapangan, mereka biasanya berkumpul di beberapa titik saja. Apakah memang ada lokasi-lokasi tertentu yang menjadi tempat favorit?

Kadinsos Kota Jambi: Biasanya mereka mencari tempat yang nyaman dan ramai dilalui orang. Misalnya di Jalan Sudirman atau kawasan Simpang BI. Di sana lalu lintas kendaraan dan aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Yang sering terlihat adalah ibu-ibu, ada juga lansia. Bahkan beberapa membawa anak-anak. Ini yang paling memprihatinkan bagi kami.

Tribun Jambi: Kenapa membawa anak-anak menjadi perhatian serius bagi Dinas Sosial?

Kadinsos Kota Jambi: Karena dampaknya jangka panjang. Anak-anak yang terbiasa duduk di jalan akan merasa nyaman dengan kondisi itu. Mereka mendapatkan uang atau bantuan tanpa harus berusaha.

Akibatnya, mereka kehilangan disiplin. Waktu belajar menjadi tidak teratur dan kehidupan mereka cenderung bebas. Walaupun sebagian masih sekolah, tetapi pola hidup seperti ini bisa memengaruhi masa depan mereka.

Waktu Aktivitas yang Meningkat

Tribun Jambi: Apakah ada waktu tertentu di mana aktivitas ini meningkat?

Kadinsos Kota Jambi: Ada. Misalnya pada hari Jumat. Biasanya sejak pukul 09.00 WIB kawasan seperti Pasir Putih sudah ramai hingga selesai salat Jumat.

Sementara saat Ramadan, sekitar pukul 15.00 WIB mereka sudah mulai berdatangan dan menempati titik-titik yang dianggap strategis.

Aturan dan Penertiban

Tribun Jambi: Dalam aturan pemerintah kota, apakah aktivitas seperti ini sebenarnya diperbolehkan?

Kadinsos Kota Jambi: Dalam Perda Ketertiban Umum sebenarnya aktivitas tersebut dilarang. Namun memang belum ada sanksi yang tegas.

Selain itu, kita juga harus melihat sisi lain. Aktivitas ini bisa terjadi karena banyak orang yang memberi. Jadi selain sanksi bagi yang meminta, sebenarnya juga perlu kesadaran dari masyarakat yang memberi.

Kasus Ibu dengan Empat Anak

Tribun Jambi: Baru-baru ini juga ditemukan seorang ibu yang membawa empat anaknya di jalan, padahal diketahui sudah pernah menerima bantuan. Bisa diceritakan?

Kadinsos Kota Jambi: Betul. Ibu tersebut sebenarnya sudah beberapa kali kami tangani. Ketika kami telusuri, dia sudah menerima berbagai bantuan, baik dari pemerintah maupun komunitas.

Bahkan pernah diberikan bantuan motor, etalase dagang, dan modal usaha. Namun setelah kami cek lebih jauh, ternyata masih ada persoalan lain, termasuk kondisi mental dan motivasi untuk berubah.

Alasan Bantuan Tidak Efektif

Tribun Jambi: Mengapa bantuan yang sudah diberikan kadang tidak membuat mereka berhenti dari aktivitas tersebut?

Kadinsos Kota Jambi: Banyak faktor. Ada yang beralasan dagangan tidak laku, ada juga yang kehilangan semangat untuk berusaha.

Kalau saya melihat, ada kecenderungan sebagian orang lebih memilih cara yang dianggap mudah. Ini juga berkaitan dengan pola hidup dan motivasi.

Namun kami di dinas sosial tidak akan berhenti memberi motivasi, terutama kepada anak-anak agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik.

Asal Usul dan Penanganan

Tribun Jambi: Sebenarnya mereka berasal dari mana saja? Apakah semuanya warga Kota Jambi?

Kadinsos Kota Jambi: Tidak semuanya. Ada yang berasal dari daerah lain, misalnya dari Palembang dan beberapa wilayah sekitar.

Awalnya mereka masih menggunakan KTP daerah asal. Namun lama-kelamaan sebagian mengurus KTP dan menjadi warga Kota Jambi.

Tribun Jambi: Ketika dinas sosial melakukan penertiban, apa yang sebenarnya dilakukan terhadap mereka?

Kadinsos Kota Jambi: Kami tidak menggunakan istilah penangkapan, tetapi penjangkauan. Setiap hari kami melakukan patroli hingga empat kali, mulai pagi hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Jika menemukan seseorang, kami bawa ke Dinas Sosial untuk dilakukan asesmen. Kami melihat kebutuhan sebenarnya, apakah terkait kesehatan, ekonomi, atau masalah keluarga.

Tribun Jambi: Jika mereka bukan warga Kota Jambi, apa yang dilakukan?

Kadinsos Kota Jambi: Jika KTP-nya dari luar daerah, kami koordinasikan dengan dinas sosial di daerah asal untuk proses pemulangan.

Namun jika mereka warga Kota Jambi, kami akan menelusuri keluarganya dan melakukan mediasi agar mereka bisa kembali ke keluarga. Kami juga berkoordinasi dengan RT dan lurah agar ada pemantauan.

Saran untuk Bantuan yang Tepat Sasaran

Tribun Jambi: Saat Ramadan banyak masyarakat ingin berbagi. Apa saran dari Dinas Sosial agar bantuan tepat sasaran?

Kadinsos Kota Jambi: Kami mengimbau masyarakat untuk menyalurkan bantuan melalui lembaga yang jelas, seperti panti asuhan. Di Kota Jambi ada sekitar 54 panti anak.

Selain itu juga ada panti lansia, tempat penanganan ODGJ, masjid, hingga keluarga pasien di rumah sakit yang membutuhkan bantuan.

Daftar panti juga sudah kami tampilkan di Instagram Dinas Sosial Kota Jambi. Harapannya masyarakat bisa menyalurkan bantuan ke tempat yang benar-benar membutuhkan.

Pesan Akhir

Tribun Jambi: Pesan terakhir Bu Yin untuk masyarakat?

Kadinsos Kota Jambi: Semangat berbagi itu sangat baik, terutama di bulan Ramadan. Namun alangkah baiknya jika bantuan diberikan melalui lembaga atau tempat yang tepat.

Dengan begitu, bantuan tidak justru mendorong orang untuk terus berada di jalan, tetapi benar-benar membantu mereka keluar dari kesulitan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *