Trump Dukung Pasukan Kurdi Serang Iran di Tengah Eskalasi Perang

Perang di Timur Tengah: Serangan dan Strategi yang Mengubah Dinamika Konflik

Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlangsung dengan intensitas yang meningkat, menciptakan situasi kritis bagi negara-negara di kawasan. Berbagai pihak, termasuk Trump, Azerbaijan, Israel, dan milisi-milisi lokal, memainkan peran penting dalam konflik ini. Berikut adalah gambaran lengkap tentang dinamika perang yang sedang berlangsung.

Trump dan Upaya untuk Menyerang Iran

Presiden AS Donald Trump terus mencari dukungan dari berbagai negara untuk menyerang Iran. Salah satu langkahnya adalah melobi Spanyol agar menggunakan pangkalan militer mereka sebagai basis serangan. Selain itu, Trump juga mengompori pasukan Kurdi Iran di Irak untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Dalam wawancara dengan Reuters, Trump menyatakan bahwa ia akan sepenuhnya mendukung upaya tersebut jika pasukan Kurdi ingin melakukan serangan.

Trump juga mengklaim bahwa rudal dan industri rudal Iran akan “benar-benar hancur” ketika AS mulai melancarkan serangan udara ke negara tersebut pada 28 Februari 2026. Namun, ia tidak menyebutkan drone-nya dalam pernyataannya tersebut.

Azerbaijan Siap Balas Serangan Iran

Azerbaijan telah memperingatkan Iran akan membalas karena menjadi sasaran rudal Iran. Militer Azerbaijan bersiap melakukan tindakan balasan setelah empat drone Iran melintasi perbatasannya dan melukai empat orang di eksklave Nakhchivan. Presiden Ilham Aliyev menegaskan bahwa Azerbaijan tidak akan mentolerir tindakan agresi tanpa provokasi ini.

Serangan Israel ke Teheran

Di sisi lain, Israel mengumumkan telah memulai gelombang serangan “berskala luas” terhadap target infrastruktur di Teheran. Kota-kota di Teluk juga kembali dibombardir oleh Iran. Perang tujuh hari ini kini telah membuat Iran menargetkan Israel, negara-negara Teluk, Siprus, Turki, dan Azerbaijan, serta menyebar ke Samudra Hindia di lepas pantai Sri Lanka.

Pasukan Kurdi Iran dan Koalisi Milisi

Milisi Kurdi Iran telah berkonsultasi dengan AS dalam beberapa hari terakhir mengenai apakah dan bagaimana menyerang pasukan keamanan Iran di bagian barat negara tersebut. Koalisi Kurdi Iran yang berbasis di perbatasan Iran-Irak di wilayah semi-otonom Kurdistan Irak telah berlatih untuk melancarkan serangan semacam itu dengan harapan melemahkan militer negara tersebut.

Pernyataan Pentagon dan Persediaan Amunisi

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa AS tidak memperluas tujuan militernya di Iran, meskipun Trump berbicara tentang memilih pemimpin baru Iran. Hegseth mengatakan bahwa persediaan amunisi AS penuh dan tekad mereka teguh. Laksamana Brad Cooper menambahkan bahwa AS kini telah menghantam setidaknya 30 kapal Iran, termasuk kapal induk drone besar yang seukuran kapal induk Perang Dunia Kedua.

Serangan Rudal dan Drone Iran

Serangan rudal balistik Iran telah menurun 90 persen sejak hari pertama perang, sementara serangan drone telah menurun 83% dalam kurun waktu tersebut. Namun, Iran tetap meluncurkan lebih dari 2.000 drone berbiaya rendah ke target di seluruh Timur Tengah dalam upaya untuk melumpuhkan pertahanan dan memicu kekacauan.

Drone Shahed ‘kamikaze’ ini membawa bahan peledak yang meledak saat benturan dan dapat menyebabkan kerusakan signifikan. Serangan paling mematikan terhadap pasukan AS sejauh ini berasal dari drone yang menghantam pangkalan di Kuwait yang menewaskan enam tentara AS.

Dampak Kemanusiaan dan Ekonomi

Di Iran, setidaknya 1.230 orang telah tewas, termasuk 175 siswi dan staf yang tewas di sebuah sekolah dasar di Minab. Ribuan orang mengungsi dari Beirut selatan setelah Israel memperingatkan penduduk untuk pergi.

Saham di Wall Street jatuh pada hari Kamis, terbebani oleh melonjaknya harga minyak, karena dampak ekonomi dari kampanye semakin intensif. Negara-negara di seluruh dunia terputus dari seperlima pasokan minyak dan gas alam cair global, sementara transportasi udara masih menghadapi kekacauan dan logistik global semakin terhambat.

Video Serangan Drone Iran

Sebuah video yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan sebuah drone Iran turun dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak apa yang tampak seperti instalasi radar di markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, menyebabkan puing-puing beterbangan di udara dan mengakibatkan struktur tersebut runtuh. Video lain dari Uni Emirat Arab (UEA) menunjukkan sebuah drone menabrak sebuah hotel di Palm Jumeirah, kepulauan buatan manusia mewah di Dubai, menyebabkan bola api besar dan ledakan keras yang menggema di seluruh kota.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *