Ramadan, Bulan untuk Menjaga Fokus dan Mengendalikan Diri
Ramadan adalah bulan yang penuh makna dan keberkahan bagi umat Muslim. Selain menahan lapar dan haus, bulan ini juga menjadi momen penting untuk menjaga diri dari berbagai bentuk distraksi yang tidak bermanfaat. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang pesat, generasi Z khususnya sering terjebak dalam algoritma dan notifikasi yang memengaruhi pola pikir dan perilaku sehari-hari.
Distraksi yang Sering Terjadi
Izzatul Laila, Runner Up Duta Pelajar Putri PW IPPNU Jawa Timur, menyampaikan bahwa masyarakat saat ini sering terdistraksi oleh beberapa hal utama. Pertama, media sosial. Meskipun dalam Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin kesembilan disebutkan bahwa kita harus menjadi insan yang inovatif melalui teknologi, kita tetap perlu menjadi pelajar intelektual yang mampu membedakan informasi yang benar dan salah.
- Media sosial bisa menjadi sumber informasi yang bermanfaat jika digunakan dengan bijak.
- Namun, jika digunakan tanpa arah, justru akan menghabiskan waktu dan energi yang tidak produktif.
Kedua, overthinking. Banyak orang terjebak dalam mindset bahwa mereka harus seperti orang lain, padahal setiap individu memiliki potensi dan keunikan masing-masing. Kita perlu membentuk pola pikir bahwa sukses bisa dicapai dengan versi terbaik diri sendiri.
- Overthinking dapat mengganggu fokus dan membuat seseorang merasa tidak cukup.
- Penting untuk percaya diri dan menghargai keunikan diri sendiri.
Yang ketiga adalah validasi. Validasi di sini merujuk pada rasa haus akan pengakuan dari orang lain. Hal ini bisa menjadi masalah jika dilakukan secara berlebihan. Izzatul menjelaskan bahwa ada dua konsep yang berkaitan, yaitu personal branding dan narsisme.
- Personal branding adalah cara untuk menunjukkan nilai-nilai edukatif atau kebaikan kepada dunia.
- Narsisme, di sisi lain, adalah ketika seseorang lebih menyombongkan pencapaian tanpa memikirkan dampaknya bagi orang lain.
Berbagi Kebaikan Tanpa Mencari Pengakuan
Di era digital, banyak orang terjebak dalam kebiasaan mencari validasi dari orang lain melalui media sosial. Namun, Izzatul menekankan bahwa kita seharusnya mencari validasi dari Allah SWT, bukan dari manusia.
- Kebaikan yang diberikan harus tulus dan tidak bertujuan untuk dipuji.
- Seperti lilin yang bersinar, kita harus mampu menerangi sekitar tanpa merasa lebih tinggi dari orang lain.
Cara Memberikan Kontribusi Bermakna di Bulan Ramadan
Izzatul mengajak semua orang untuk terus memberikan kontribusi nyata selama Ramadan. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Hentikan scrolling yang tidak berguna
- Dalam 24 jam, ada banyak hal produktif yang bisa dilakukan, seperti membaca Alquran, beramal, atau belajar.
-
Jangan biarkan waktu terbuang hanya untuk menggoda kebosanan.
-
Jangan mencari validasi dari manusia
- Cari pengakuan dan validasi dari Allah SWT, bukan dari orang lain.
-
Jadilah pribadi yang rendah hati dan tulus dalam beramal.
-
Patuh pada perintah Ilahi
- Jangan sampai kita patuh pada notifikasi, tetapi tidak patuh pada perintah Allah.
- Mari kita bergerak bersama, berproses bersama, menuju masa depan yang lebih cerah.
Dengan memperkuat iman dan mengendalikan diri dari distraksi, Ramadan bisa menjadi momen penting untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.












