Satu Tahun Kepemimpinan, Chaidir-Muetazim Turunkan Stunting, Bangun RS, Jembatan, dan Sekolah

Refleksi Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Maros Setahun

Pada tahun ini, kepemimpinan Bupati Maros, Chaidir Syam dan Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur genap berusia setahun. Keduanya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta pada 20 Februari 2025. Acara refleksi setahun kepemimpinan mereka digelar di Gedung Serbaguna, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (20/2/2026).

Dalam acara tersebut, Chaidir dan Muetazim tampil kompak dengan mengenakan baju koko berwarna putih dan peci berwarna hitam. Tamu undangan yang hadir menyimak pemaparan pencapaian selama setahun kepemimpinan mereka.

Pemahaman tentang Kepemimpinan

Dalam sambutannya, Chaidir menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal jabatan, melainkan sejauh mana pemerintah mampu mendengar kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa satu tahun yang lalu, dirinya datang membawa janji, dan hari ini ia hadir membawa bukti.

Ia mengakui bahwa tahun pertama pemerintahan bukanlah perjalanan mudah. Namun, melalui semangat “Maros Sejuk”, pemerintah memilih untuk turun langsung ke lapangan agar program bisa berjalan sesuai rencana.

Pendekatan Langsung ke Lapangan

Pendekatan ini dilakukan dengan meninjau jalan rusak, menata sungai, serta merespons aspirasi masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial. Chaidir menyebut sejumlah penghargaan yang diraih Pemkab Maros menjadi indikator kinerja pemerintah selama setahun terakhir. Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13, pengakuan sebagai kabupaten maju dari BRIN, serta apresiasi kualitas kebijakan unggul dari LAN RI.

Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan cerminan kerja nyata yang dirasakan masyarakat.

Pencapaian di Bidang Kesehatan dan Sosial

Di bidang kesehatan dan sosial, pemerintah berhasil menurunkan angka stunting dari 32,40 persen pada 2024 menjadi 22,40 persen pada 2025. Pembangunan infrastruktur kesehatan juga dilakukan melalui pembangunan RS Camba dan RS dr. La-Palaloi.

Pembangunan Infrastruktur

Di sektor infrastruktur, pemerintah meresmikan Jembatan Minasa Upa Bontoa serta Jembatan Arra-Damma di Tompobulu dengan total nilai proyek sekitar Rp3,5 miliar. Selain itu, pemerintah membangun jalan beton di wilayah pelosok seperti poros Tompobalang-Bonto Matinggi, Damma-Bontosomba, dan Tanete Bulu hingga perbatasan Gowa dengan nilai sekitar Rp28 miliar.

Pembangunan Pendidikan

Di bidang pendidikan, pemerintah membangun dan merehabilitasi 68 unit sekolah dari tingkat PAUD hingga SMP dengan total anggaran sekitar Rp23 miliar. Selain itu, bantuan seragam sekolah bagi siswa SD dan SMP disalurkan dengan nilai mencapai Rp3,92 miliar.

Penyediaan Kendaraan Darurat

“Pada sektor kesehatan, pemerintah menyerahkan enam unit ambulans puskesmas, tiga unit ambulans RSUD Camba, serta dua kendaraan PSC 119 untuk mendukung layanan ambulans gratis,” ujarnya. Pemerintah juga menyerahkan 47 unit motor bagi perawat dan bidan desa sebagai tahap awal program satu tenaga kesehatan di setiap desa dan kelurahan.

Pengembangan Pertanian

Di sektor pertanian, bantuan alat mesin pertanian disalurkan, termasuk traktor roda dua dan roda empat, pompa air, combine harvester, dan power thresher. Mantan Ketua DPRD Maros itu menambahkan bahwa Pemkab Maros juga mendukung program nasional Asta Cita Presiden melalui berbagai kebijakan strategis.

Program Nasional dan Koperasi

Salah satunya dengan memfasilitasi pembangunan 40 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program makan bergizi gratis bagi sekitar 97 ribu penerima manfaat. Pemerintah juga memfasilitasi pembentukan koperasi Merah Putih di 103 desa dan kelurahan, dengan 31 gerai telah terbangun.

Selain itu, tiga lokasi telah disiapkan untuk rencana program Sekolah Rakyat sambil menunggu persetujuan pemerintah pusat.

Tanggung Jawab dan Harapan Masa Depan

Chaidir menegaskan bahwa capaian tersebut bukan untuk berbangga diri, melainkan sebagai bentuk laporan dan tanggung jawab kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, kritik, dan masukan selama setahun kepemimpinannya.

“Perjalanan belum selesai. Kami akan terus bekerja demi mewujudkan Maros yang sejahtera, religius, maju, dan berkelanjutan,” tutupnya.

Acara refleksi setahun kepemimpinan ini juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta salat tarawih berjamaah di Masjid Baitul Khair kompleks Kantor Bupati Maros.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *