5 alasan kucing tidak mengejar tikus, apakah insting liar mereka hilang?

Kucing dan Perilaku yang Berubah

Sebagai hewan yang sangat dekat dengan manusia, eksistensi kucing sering dianggap biasa. Dulu, kucing dikenal sebagai pembasmi hama, terutama tikus. Namun, semakin lama, banyak kucing yang tidak lagi mengejar tikus. Jika melihat tikus, kucing akan membiarkannya, bahkan beberapa dari mereka bisa merasa takut. Mengapa hal ini terjadi? Apakah perubahan perilaku tersebut mengandung tanda baik atau buruk? Mari kita cari tahu.

Kucing merupakan hewan domestik

Kucing adalah hewan domestik, yang berarti mereka bukan spesies liar. Domestikasi kucing sudah dimulai sejak 10.000 tahun yang lalu di wilayah Afrika dan Timur Tengah. Nenek moyang kucing yang kita kenal saat ini adalah Felis lybica (kucing liar Afrika), yang masih hidup bebas di savana.

Sebagai hewan domestik, kucing memiliki perbedaan yang mencolok dibandingkan nenek moyang liarnya. Bukan hanya tidak mau mengejar tikus, tetapi juga tidak suka memburu hewan liar. Hal ini terlihat jelas pada kucing rumah atau peliharaan. Proses domestikasi telah mengubah morfologi, sifat, dan kebiasaan kucing.

Kucing sudah terbiasa dengan manusia

Proses domestikasi membuat kucing terbiasa dengan manusia. Mereka tidak lagi berburu tikus, melainkan lebih memilih untuk menunggu diberi makan. Saat ada manusia, kucing bahkan akan mengeong dan meminta makanan. Biasanya, kucing akan meminta makan kepada manusia saat sedang lapar, makanannya dicuri, atau saat sedang sakit. Selain itu, kucing juga mengembangkan kemampuan untuk memikat manusia, seperti mengeong dengan lembut hingga menyentuh manusia dengan halus. Kebiasaan tersebut menunjukkan perbedaan yang kontras dari hewan liar.

Insting liarnya mulai menghilang

Insting liar pada kucing sudah berkurang atau bahkan menghilang sepenuhnya. Hal ini disebabkan oleh domestikasi, kedekatannya dengan manusia, dan perubahan kebiasaan. Insting berburu tikus, salah satu contohnya, ikut lenyap. Namun, meskipun insting liar sudah berkurang, kucing masih memiliki beberapa perilaku yang menunjukkan sisa-sisa insting tersebut, seperti mencakar barang untuk memotong kuku, tidur di ruang sempit, aktif pada malam hari, dan bermain seakan-akan sedang berburu.

Kucing tidak merasa lapar

Seperti hewan lainnya, kucing hanya akan berburu saat sedang lapar. Jika tidak lapar, maka kucing cenderung bersantai atau sekadar bermain. Kucing juga tidak akan mengejar tikus jika ia sudah kenyang, nutrisinya terpenuhi, dan dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Jadi, jika kucing kamu sering mengejar tikus, bisa saja ia kurang terawat, terutama soal makanan. Terkadang, ada kucing yang tetap mengejar tikus walau tidak lapar. Jika hal ini terjadi, maka tikus yang ditangkap hanya dijadikan mainan dan tidak dimakan.

Kucing menghindari tikus yang sakit

Kucing cenderung memburu tikus berdasarkan gerakan, kebiasaan, dan baunya. Jika menemukan tikus yang lemas atau berbau aneh, kucing pasti akan menghindarinya. Kucing tahu bahwa tikus tersebut sedang sakit. Tikus yang sakit bisa menularkan penyakit ke kucing, entah itu karena virus, bakteri, atau cacing. Hal ini bisa memicu banyak komplikasi, bahkan kucing bisa meregang nyawa jika tak sengaja memakan tikus yang sedang sakit.

Kesimpulan

Ada banyak alasan mengapa kucing tidak mau mengejar tikus. Namun, ada satu hal yang perlu digarisbawahi, yaitu kucing peliharaan bukanlah mesin pembasmi tikus. Justru, sebaiknya kamu harus menjauhkan kucing dari tikus. Kamu harus merawat dan menjaga kucing agar ia tidak tertarik dengan tikus. Pasalnya, perburuan tikus yang dilakukan kucing bisa menimbulkan efek negatif bagi kucing itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *