Tiga pekerja proyek tertimbun longsor, satu tewas, dua selamat

Bencana Alam di Bali Akibat Hujan Deras

Hujan deras yang terjadi di Bali dan sekitarnya pada Kamis (12/2/2026) memicu berbagai kejadian bencana alam. Kejadian ini terjadi mulai pukul 08.00 hingga 15.30 Wita. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) memberikan informasi mengenai kejadian paling fatal yang terjadi di Kabupaten Gianyar.

Longsoran Material di Gianyar

Di Kabupaten Gianyar, longsoran material menimpa tiga orang pekerja proyek bangunan milik DMA yang berlokasi di Jalan Air Terjun, Banjar Tegenungan, Desa Kamenuh, Kecamatan Sukawati. Satu korban atas nama NS dinyatakan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RS Ari Canti. Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka berat dan satu orang lagi mengalami luka ringan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan darurat dari kawasan Banjar Tegenungan, ia bersama anggota langsung terjun ke lokasi kejadian. Saat tiba di sana, terdapat tiga orang yang tertimbun. Dua orang bisa keluar dengan cepat, dan satu orang sempat terjebak dalam material selama kurang lebih 30 menit.

Para pekerja yang berasal dari Kecamatan Blahbatuh awalnya mengerjakan proyek bangunan yang berada di pinggir senderan roboh sejak beberapa hari lalu. Saat mereka ingin membersihkan material longsor tersebut, justru hal yang tidak diinginkan terjadi. Senderan tersebut kembali jebol dan menimpa para pekerja.

Longsoran di Denpasar

Selain di Gianyar, longsoran juga terjadi di perumahan Gang Wahyu, Jalan Ahmad Yani Utara Denpasar. Kejadian ini terjadi pada Kamis (12/2) sore akibat curah hujan yang cukup lebat. Runtuhnya senderan parit tersebut turut menarik pondasi rumah yang berada tepat di sebelahnya hingga ikut longsor.

Material longsor ini menutup akses jalan menuju kos-kosan yang berada di belakang pondasi yang jebol tersebut. Total ada 4 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak di lokasi ini. Rinciannya, 3 KK merupakan warga penyewa kos dengan jumlah sekitar 10 orang, dan 1 KK adalah pemilik rumah yang terdiri dari 4 anggota keluarga.

Kejadian ini sempat memicu kepanikan warga sekitar. Salah satu penghuni yang terjebak adalah seorang perempuan berusia 18 tahun, Intan Nuraeni, yang mengandung tujuh bulan. Tim gabungan dari TRC BPBD Kota Denpasar, Damkar, hingga kepolisian melakukan evakuasi. Petugas terlihat dengan hati-hati membantu warga menyelamatkan perlengkapan dan barang-barang dari bangunan.

Cuaca di Bali Bervariasi

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menyampaikan secara umum kondisi cuaca di Bali bervariasi. Wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Klungkung terpantau cerah, Kabupaten Tabanan dan Buleleng cerah berawan. Sedangkan Kabupaten Badung, Karangasem, serta Jembrana berawan, sementara hujan terjadi di Bangli.

Selain longsor di Kabupaten Gianyar dan Denpasar, bencana juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Tabanan. Dalam laporan tersebut terjadi dua pohon tumbang. Peristiwa pertama terjadi di Pasar Tuak Ilang, Desa Den Bantas, Kecamatan Tabanan. Pohon tumbang juga dilaporkan menutup saluran irigasi Subak Yeh Nu di Desa Gubug, Kecamatan Tabanan.

Banjir Debris di Amlapura-Denpasar

Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya banjir debris di ruas Jalan Nasional Amlapura–Denpasar, tepatnya di kawasan Sanghyang Ambu, Dusun Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kamis (12/2) sekitar pukul 13.50 Wita. Peristiwa tersebut sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas (lalin) di jalur tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, aliran air datang dari wilayah utara yang membawa material kerikil, tanah, dan batu hingga menumpuk di badan jalan. Proses pembersihan material dimulai pukul 15.10 Wita dengan cara manual menggunakan sekop dan cangkul.

Proses penanganan berhasil diselesaikan sekitar pukul 15.40 Wita dan arus lalu lintas kembali normal. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap berhati-hati saat melintas di jalur tersebut, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi karena berpotensi memicu kejadian serupa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *