4 Fakta Ibu di Blitar Tewas Akibat KDRT, Strategi Licik Pelaku Terungkap

Kasus KDRT di Blitar: Ibu Rumah Tangga Tewas dengan Luka Berat, Suami Diamankan

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Blitar, Jawa Timur, kembali menggemparkan masyarakat. Seorang ibu rumah tangga berinisial SN (48) ditemukan tewas dengan luka lebam di kepala, leher, dan tubuhnya. Diduga kuat, korban menjadi korban penganiayaan brutal oleh suaminya sendiri, R (44). Kejadian ini memicu penanganan cepat dari pihak berwajib.

Korban Meninggal Sebelum Tiba di Puskesmas

Di lokasi kejadian, suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga korban. Kepala Desa Boro, Eko Priyono, membenarkan adanya laporan dugaan KDRT maut yang menimpa salah satu warganya. Menurut informasi yang diperoleh, laporan kejadian diterima sekitar pukul 07.00 WIB. Saat perangkat desa menerima laporan, korban ternyata sudah dievakuasi ke Puskesmas Boro Selorejo. Namun, nyawa SN tidak tertolong lagi.

Eko menjelaskan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas. Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat luka serius di bagian kepala, leher, serta luka lebam yang menyebar di area punggung. Informasi tersebut menyebutkan bahwa penganiayaan diduga dilakukan oleh sang suami di dalam rumah mereka sendiri.

Pihak pemerintah desa segera berkoordinasi dengan Polsek Selorejo untuk mengamankan lokasi kejadian dan terduga pelaku. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk menjalani proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian secara medis.

Tabiat Pelaku

Informasi dari warga sekitar mengungkap sisi gelap dari R, sang terduga pelaku. Eko Priyono menyampaikan bahwa R, yang bekerja serabutan, dikenal memiliki kepribadian yang temperamental. Tindakan kekerasan R bukanlah hal pertama kali. Dahulu, pelaku diketahui sempat terlibat cekcok hebat hingga melakukan penganiayaan fisik terhadap ibu kandungnya sendiri.

Ironisnya, kejadian dugaan pembunuhan ini terjadi di kediaman yang mereka tinggali bersama keluarga besar. Di rumah itu juga tinggal dua anak mereka yang masih kecil serta ibu kandung pelaku. Saat kejadian, ibu dan anak pelaku juga ada di rumah. Namun, karena usia anak-anak yang masih kecil dan ketakutan, mereka tidak bisa melerai.

Siasat Licik Pelaku

Berdasarkan keterangan medis, ada fakta mengejutkan di mana R sempat mengantarkan jenazah istrinya ke fasilitas kesehatan. Kepala Puskesmas Boro Selorejo, Zuniarsih, mengonfirmasi kedatangan mereka di pagi hari tersebut. Korban tiba di Puskesmas sekitar pukul 07.00 WIB. Korban diantar oleh suaminya dan dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di Puskesmas.

Kecurigaan tenaga medis muncul saat melakukan pemeriksaan luar pada tubuh SN. Tim medis menemukan kejanggalan berupa luka-luka tak wajar yang tersebar di beberapa titik vital, yaitu:

  • Luka di bagian kepala belakang
  • Luka di area leher
  • Bekas kekerasan di bagian tangan dan kaki
  • Luka lebam di area badan

Karena melihat kondisi korban yang mencurigakan, pihak Puskesmas segera menghubungi Kepala Desa Boro, hingga akhirnya kepolisian turun tangan untuk mengamankan R yang saat itu masih berada di Puskesmas.

Pelaku dan Barang Bukti Diamankan Polisi

Unit PPA Satreskrim Polres Blitar menangkap terduga pelaku KDRT terhadap SN, Selasa (3/2/2026). Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Muheni, menyampaikan bahwa kasus masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. “Kami juga menunggu hasil autopsi korban,” ujarnya.

Muheni mengatakan bahwa polisi sudah mengamankan terduga pelaku. Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku. “Terduga pelaku sudah kami amankan. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan lagi,” katanya.

Dikatakannya, dari hasil visum luar memang ditemukan luka pada tubuh korban. Namun, polisi belum berani menyampaikan secara detail luka yang dialami korban. “Ada luka di tubuh korban. Tapi, detailnya nanti menunggu hasil autopsi,” katanya.

Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti di lokasi kejadian. Beberapa barang bukti yang diamankan, yaitu selang sepanjang 3 meter, pakaian korban, pakaian pelaku, dan identitas keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *