Tiba di KPK, Wali Kota Madiun Minta Doa Kesehatan: Saya Tak Pernah Lelah Bangun Kota Madiun

Wali Kota Madiun Maidi Tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk Pemeriksaan Lanjutan

Wali Kota Madiun, Maidi, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin malam, 19 Januari 2026. Ia hadir untuk menjalani pemeriksaan lanjutan setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh lembaga anti-korupsi tersebut. Saat tiba di lokasi, Maidi tampak mengenakan kemeja dan jaket biru, topi hitam, serta celana panjang hitam.

Dalam pernyataannya kepada awak media, Maidi meminta doa dari masyarakat dan jurnalis agar selalu sehat. Ia juga menyampaikan bahwa ia tidak pernah merasa lelah dalam membangun Kota Madiun. “Saya tidak pernah lelah untuk membangun Kota Madiun. Kalau ada kekurangan, doakan saya sehat,” ujar Maidi saat tiba di Gedung Merah Putih KPK.

Selain Maidi, ada delapan orang lainnya yang turut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK. Mereka adalah sebagian dari total 15 orang yang dicokok dalam OTT di Madiun hari ini. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebutkan bahwa KPK juga menyita uang ratusan juta rupiah dari OTT yang melibatkan Maidi dan kawan-kawannya. Menurut Budi, peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun.

Dulu Berprestasi, Kini Ditangkap

Maidi yang kini terjaring dalam OTT KPK, pernah menerima penghargaan dari lembaga anti-korupsi tersebut. Ironisnya, hal ini terjadi di dua periode masa jabatannya sebagai Wali Kota Madiun, yaitu pada 2019-2024 dan 2025-2030. Di periode pertama, Maidi berhasil membawa Kota Madiun meraih penghargaan kota dengan penilaian integritas terbaik yang diberikan oleh KPK pada 2022 silam.

Namun, semua berubah ketika masuk periode kedua. Maidi terjaring dalam giat OTT KPK yang menjerat namanya di awal tahun 2026 ini. Kurang dari satu tahun setelah dilantik sebagai Wali Kota Madiun periode 2025-2030, Maidi dikabarkan terjaring OTT yang digelar KPK.

Terjerat OTT KPK, Kasus Terkait Dugaan Korupsi Fee Proyek dan Dana CSR

Operasi senyap tersebut dilaporkan sudah berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin pagi. Maidi pun disebut-sebut menjadi pihak utama yang terjaring OTT KPK kedua pada awal 2026 ini. Sebelumnya, pada Jumat hingga Sabtu (9-10/1/2026), KPK telah melakukan OTT terhadap pejabat pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, serta menggeledah Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026) sore.

Terjeratnya Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT KPK ini telah dibenarkan oleh juru bicara KPK Budi Prasetyo. Maidi menjadi satu di antara 15 orang yang diamankan dalam penyelidikan tertutup yang dilaksanakan oleh KPK di Kota Madiun, Jawa Timur. Nantinya, 9 dari 15 orang tersebut, termasuk Maidi, akan dibawa ke Jakarta.

Ke-15 orang tersebut diamankan dalam OTT dugaan kasus rasuah terkait fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun. “Benar, hari ini Senin (19/1/2026), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur,” kata Budi, dalam keterangannya.

Kota Madiun Raih SPI 2022: Kota dengan Penilaian Integritas Terbaik Versi KPK

Dulu, pada periode pertama Maidi menjabat sebagai Wali Kota Madiun, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun sukses meraih hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2022 terbaik nasional untuk kategori pemerintah kota. SPI sendiri adalah sebuah survei untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya dalam pencegahan korupsi yang dilakukan oleh kementerian/lembaga/pemerintah daerah (K/L/PD).

Survei tersebut juga merupakan inisiatif KPK untuk mengukur integritas lembaga publik maupun pemerintahan. Untuk SPI 2022, Kota Madiun mendapat nilai SPI 83.00 sehingga berhak mendapatkan piagam penghargaan. Adapun piagam penghargaan SPI 2022 untuk Pemkot Madiun diserahkan langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri kepada Wali Kota Madiun Maidi, di Gedung Juang KPK, Jakarta, Rabu (14/12/2022).

Setelah menerima penghargaan, Maidi mengungkapkan rasa syukurnya karena kerja keras Pemkot Madiun dan jajaran terkait dalam memberantas korupsi berhasil. “Alhamdulillah, kerja keras Pemkot Madiun beserta seluruh stakeholder dan masyarakat dalam memberantas korupsi membuahkan hasil yang baik,” ungkap Maidi dalam keterangan persnya.

Ia pun menyebut, diperlukan upaya untuk membenahi dari dalam (internal) atau dari sisi pemerintah untuk mewujudkan Kota Madiun yang bersih dan berwibawa. “Untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, pemerintah harus baik dulu. Pemerintah harus membenahi dari dalam, yakni harus anti korupsi. Makanya hal ini yang selalu ditekankan untuk didahulukan,” ujar Maidi.

Berita Viral Lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *