Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan penting pada Jumat mengenai pentingnya Greenland bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa diskusi sedang berlangsung dengan NATO terkait wilayah tersebut, yang dinilainya sangat strategis.
“NATO telah bernegosiasi dengan kami mengenai Greenland. Kami sangat membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” ujar Trump kepada wartawan. Ia menekankan bahwa jika AS tidak memiliki Greenland, maka akan ada celah besar dalam keamanan negara, khususnya terkait dengan apa yang dilakukan dalam hal Kubah Emas dan berbagai isu lainnya.
Trump tidak memberikan detail spesifik tentang inisiatif militer atau keamanan yang ia sebutkan, tetapi menyoroti bahwa AS secara aktif melibatkan aliansi tersebut dalam masalah ini. “Kami sedang berbicara dengan NATO,” katanya.
Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan penggunaan tarif sebagai alat tekanan terhadap negara-negara yang menentang kepentingan AS terkait Greenland. “Saya mungkin akan melakukan itu untuk Greenland juga,” kata Trump. Ia mengingatkan kembali percakapan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, di mana ia menggunakan ancaman tarif besar-besaran sebesar 25 persen untuk mendorong kenaikan harga obat-obatan di Prancis.
“Saya mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara jika mereka tidak setuju dengan Greenland, karena kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional,” tambahnya dalam sebuah acara di Gedung Putih.
Pekan lalu, Trump menyarankan bahwa AS harus “mengakuisisi” Greenland untuk mencegah Rusia atau Tiongkok menguasai wilayah otonom Denmark. Namun, baik Denmark maupun Greenland telah menolak proposal penjualan wilayah tersebut, menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Para pejabat tinggi Denmark bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio di Gedung Putih pada Rabu untuk membahas masalah tersebut. Setelah pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan kepada wartawan bahwa diskusi tersebut “terus terang dan konstruktif”, tetapi “perbedaan mendasar” masih tetap ada.
Perhatian Tertuju pada Rusia
Kepala Komando Arktik Gabungan Denmark di Greenland mengatakan pada Jumat bahwa fokusnya adalah pada penanggulangan potensi aktivitas Rusia, bukan pada pertahanan terhadap ancaman militer AS. “Fokus saya bukan pada AS, sama sekali bukan. Fokus saya adalah pada Rusia,” kata Mayor Jenderal Soren Andersen di atas kapal perang Denmark di Nuuk, ibu kota Greenland.
Andersen menepis anggapan adanya konflik antara sekutu NATO, menggambarkan skenario tersebut sebagai “hipotetis”. “Saya tidak melihat sekutu NATO menyerang sekutu NATO lainnya,” katanya. Merujuk pada rencana pertahanan Denmark, ia menambahkan, “Kami mengerjakannya, tetapi itu hal yang biasa bagi kami. Tugas saya adalah bekerja di sini untuk pertahanan kerajaan bersama dengan NATO.”
Sebagai tanggapan atas kekhawatiran AS, negara-negara Eropa mengirimkan sejumlah kecil personel militer ke Greenland minggu ini sebagai persiapan untuk latihan militer NATO Arctic Endurance. Komando Arktik telah mengundang AS untuk berpartisipasi dalam Arctic Endurance, yang tahun ini akan menguji kekuatan militer dalam kondisi musim dingin.
“Kami mengadakan pertemuan hari ini dengan banyak mitra NATO, termasuk AS, dan mengundang mereka untuk berpartisipasi dalam latihan ini,” kata Andersen, menambahkan bahwa dia belum tahu apakah AS juga akan bergabung. Denmark tidak mengundang Amerika untuk bergabung dalam latihan serupa pada September.
Komando Gabungan Arktik Denmark, yang bertanggung jawab atas pertahanan di sekitar Greenland dan Kepulauan Faroe, melakukan misi pengawasan dan pencarian serta penyelamatan, menggunakan kapal patroli, pesawat terbang, helikopter, dan teknologi satelit. Komando ini juga mengerahkan patroli kereta luncur anjing Sirius untuk operasi Arktik jarak jauh.
Andersen mengatakan tidak ada kapal Cina atau Rusia di dekat Greenland, meskipun ia menambahkan bahwa sebuah kapal penelitian Rusia berada 310 mil laut jauhnya. “Itu yang terdekat,” katanya, menambahkan bahwa sekutu NATO mempertahankan “gambaran yang baik tentang situasi di sini”.
“Kami sebenarnya memperkirakan peningkatan aktivitas Rusia dalam beberapa tahun mendatang, dan… kami harus mulai melatih dan meningkatkan kehadiran di sini di Arktik untuk melindungi perbatasan utara NATO,” kata Andersen.
Mencari Kesepakatan
Utusan khusus Trump untuk Greenland juga mengatakan pada Jumat bahwa ia berencana untuk mengunjungi wilayah Denmark tersebut pada Maret dan percaya bahwa kesepakatan dapat dibuat. “Saya percaya bahwa ada kesepakatan yang seharusnya dan akan dibuat setelah ini selesai,” kata Jeff Landry kepada Fox News dalam sebuah wawancara.
“Presiden serius. Saya pikir dia telah menetapkan patokannya. Dia telah memberi tahu Denmark apa yang dia cari, dan sekarang tinggal bagaimana Menteri Luar Negeri [Marco] Rubio dan Wakil Presiden JD Vance membuat kesepakatan.”












