JAKARTA – Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh dengan momen viral yang terus mengisi ruang digital dan bahkan memengaruhi tren di dunia nyata. Dari meme, makanan hingga insiden publik, banyak hal yang berhasil menarik perhatian dan memicu diskusi luas.
Berikut ini delapan momen viral yang mencuri perhatian selama tahun 2025:
1. Labubu
Tren viral yang paling terkenal tahun ini adalah Labubu, sebuah boneka dari China yang menggemparkan dunia. Boneka ini diciptakan oleh seniman Belgia kelahiran Hong Kong, Kasing Lung, berdasarkan tokoh-tokoh dari mitologi Nordik. Pop Mart, perusahaan mainan, menjadi bisnis bernilai miliaran dolar karena penjualan Labubu yang sangat tinggi, terutama di pasar penjualan kembali.
Emily Brough, kepala perizinan di Pop Mart, menyebutkan bahwa Labubu terbaru terjual habis dalam hitungan menit, baik secara online maupun di toko fisik. Markus Maciel, profesor desain mainan di Otis College, menjelaskan bahwa ketenaran Labubu disebabkan oleh sifat kejutan yang diterima pelanggan. Video buka kotak Labubu di TikTok membuat orang ingin terus mengoleksi, mirip dengan Pokemon.
2. Meme 67
Angka 67 dinobatkan sebagai kata tahun ini oleh Dictionary.com. Meski artinya tidak jelas, istilah ini menjadi populer di kalangan Generasi Alpha. Pengucapannya “six-seven” (enam-tujuh) dan bukan “sixty-seven” (enam puluh tujuh). Meme ini viral karena sengaja dibuat tidak masuk akal dan mengikuti absurditas.
Wakil Presiden JD Vance bahkan membuat seruan bercanda agar istilah tersebut dilarang, setelah anaknya mengulangi “enam tujuh” sebanyak 10 kali saat membaca Alkitab.
3. Coldplay ‘kiss cam’
Dalam konser Coldplay pada Juli lalu, dua eksekutif perusahaan tertangkap kamera sedang berdansa mesra di layar video. Vokalis Coldplay, Chris Martin, bercanda tentang pasangan dalam video tersebut. Peristiwa ini memicu penyelidikan internal dan mengakibatkan pengunduran diri CEO Andy Byron dan kepala bagian sumber daya manusia Kristin Cabot.
Cabot mengungkapkan bahwa dia menerima ancaman kematian karena momen ini dan merasa bertanggung jawab atas tindakannya.
4. Perampokan Louvre
Perampokan paling terkenal dalam sejarah baru-baru ini terjadi di Galeri Apollo Louvre pada bulan Oktober. Empat pencuri bertopeng mencuri perhiasan senilai US$102 juta dalam waktu kurang dari tujuh menit. Mereka menggunakan truk dengan tangga yang dapat diperpanjang untuk memotong jendela di balkon lantai dua.
Beberapa perhiasan hilang milik Napoleon, Permaisuri Eugenie, Ratu Hortense, dan lainnya. Barang-barang tersebut termasuk kalung dengan berlian dan safir, mahkota, anting, serta bros.
5. Cokelat Dubai
Batang cokelat yang lezat dan isian pistachio yang lembut menjadi viral di TikTok berkat penampilannya yang fotogenik dan rasanya yang halus. Fenomena ini dimulai dari seorang wanita dengan keinginan ngidam kehamilan yang sangat spesifik, yang mengubah pistachio menjadi tren global.
6. Penerbangan luar angkasa Blue Origin yang ‘penuh bintang’
Katy Perry dan Gayle King termasuk di antara enam “bintang” wanita yang melakukan penerbangan singkat ke luar angkasa sebagai bagian dari perjalanan Blue Origin pada bulan April. Mereka terbang lebih dari 100 km di atas bumi, memberi mereka beberapa menit tanpa bobot untuk menikmati penampilan Perry membawakan lagu What a Wonderful World.
Namun, beberapa komentator mengkritik tindakan selebriti yang mengikuti perjalanan singkat dan mahal seperti itu di tengah kesulitan ekonomi.
7. Pertunangan Taylor Swift
Kabar pertunangan Taylor Swift akhirnya tersiar, memicu gempa digital global. Dalam hitungan menit setelah pengumuman, platform media sosial dibanjiri gelombang teori “Swiftie”. Taylor Swift membagikan unggahan di Instagram yang mengumumkan pertunangannya dengan Travis Kelce.
“Guru bahasa Inggrismu dan guru olahragamu akan menikah,” tulisnya.
8. Foto ‘Studio Ghibli’ dari ChatGPT
Pada tahun 2025, internet menjadi terobsesi dengan alat pembuatan gambar yang dihasilkan AI, salah satunya generator gambar yang dirilis di ChatGPT milik OpenAI. Platform tersebut memungkinkan orang untuk membuat karya seni yang terinspirasi oleh Studio Ghibli.
Namun, tren ini juga dipenuhi kekhawatiran akan kebocoran data dari foto-foto yang diunggah sembarangan ke platform AI, karena menimbulkan risiko bisa dipelajari oleh AI dan digunakan untuk kejahatan dan risiko lainnya.











