Mohamed Salah Mengungkap Rasa Kecewa Terhadap Liverpool
Mohamed Salah, pemain andalan Liverpool, mengungkapkan kekecewaannya terhadap klub dan pelatih Arne Slot setelah tiga laga beruntun hanya menjadi cadangan. Pernyataan ini menandai perubahan besar dalam hubungan antara Salah dan klub yang telah ia bela selama tujuh tahun.
Salah mengaku merasa dikhianati oleh Liverpool. Dalam wawancaranya dengan media, ia menyebut dirinya “dikorbankan” oleh klub yang selama ini ia pertahankan. Ia juga menyatakan bahwa hubungannya dengan Arne Slot sudah tidak ada lagi, dan mungkin saja laga melawan Brighton akan menjadi penampilan terakhirnya di Anfield.
Tiga Laga Beruntun Sebagai Cadangan
Dalam tiga pertandingan terakhir, Salah hanya berada di bangku cadangan. Ia bahkan tidak turun dalam laga melawan Leeds United, di mana timnya bermain imbang 3-3. Hal ini membuat Salah merasa tidak bisa membantu rekan-rekannya dan sangat mengecewakan.
Ia menyatakan bahwa situasi ini adalah yang pertama kali dalam karier sepakbolanya. Ia tidak percaya harus duduk di bangku cadangan selama 90 menit, sesuatu yang belum pernah ia alami sebelumnya.
“Saya tak percaya saya duduk di bangku cadangan selama 90 menit. Ini sudah ketiga kalinya. Rasanya ini pertama kalinya dalam karier saya,” ujarnya.
Perasaan Dikhianati
Salah merasa bahwa klub telah melemparkannya ke bawah bus. Ia merasa bahwa ada pihak tertentu yang ingin menyalahkannya atas performa buruk Liverpool. Meski klub memberikan janji-janji besar pada musim panas kemarin, kini ia justru dicadangkan.
Ia juga mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Arne Slot sudah hancur. Ia tidak tahu apa penyebabnya, tetapi ia merasa bahwa seseorang tidak menginginkannya berada di klub ini.
“Saya dulu punya hubungan baik dengannya (Arne Slot). Sekarang tidak ada hubungan sama sekali dan saya tidak tahu kenapa. Sepertinya seseorang tidak menginginkan saya berada di klub ini,” kata Salah.
Sinyal Penampilan Terakhir
Salah memberi sinyal bahwa laga melawan Brighton bisa menjadi penampilan terakhirnya di Anfield. Ia bahkan meminta orang tua untuk datang ke pertandingan tersebut, baik ia tampil atau tidak, ia ingin menikmati momen itu.
“Saya hanya ingin berada di Anfield dan mengucapkan selamat tinggal kepada fans sebelum Piala Afrika, karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi,” ujarnya.
Kritik Terhadap Performa Striker Lain
Salah juga membandingkan performanya dengan striker lain seperti Harry Kane dan Erling Haaland. Ia merasa bahwa media lebih mudah menyalahkan dirinya dibandingkan pemain lain.
“Harry Kane tidak mencetak gol selama 10 pertandingan [di Tottenham], mungkin hanya mencetak satu atau dua. Semua orang di media berkata: ‘Harry pasti akan mencetak gol.’ Sekarang: ‘Mo harus dicadangkan.'”
“Tentu saja, ini menyakitkan saya. Apa yang telah saya lakukan, sungguh menyakitkan. Saya mengenal klub ini dengan baik, saya telah berada di sini selama bertahun-tahun,” lanjutnya.
Tidak Menyesal Memilih Liverpool
Meski merasa tidak puas dengan situasi saat ini, Salah menegaskan bahwa ia tidak pernah menyesal menandatangani kontrak baru. Ia berharap bisa mengakhiri karier di Liverpool, tetapi sekarang semuanya tidak berjalan sesuai rencana.
“Saya pikir saya akan mengakhiri karier di sini. Tapi sekarang semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Lima bulan lalu saya memenangkan penghargaan, sekarang kenapa harus sampai begini?” tanyanya.
Hubungan dengan Rekan Setim Masih Baik
Meskipun hubungan dengan pelatih sudah retak, Salah menegaskan bahwa masalah ini bukan tentang rekan setim. Para pemain mendukungnya, dan mereka tahu betapa ia mencintai mereka.
“Para pemain mendukung saya. Mereka tahu betapa saya mencintai mereka. Ini bukan tentang mereka. Hanya hubungan dengan pelatih yang tidak ada lagi,” ujarnya.
Dilema Besar bagi Liverpool
Situasi ini menempatkan Liverpool dalam dilema besar. Salah adalah pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub, ikon global, dan pemain yang memegang banyak rekor Premier League. Namun, pernyataan terbuka seperti ini menunjukkan bahwa hubungan antara Salah dan klub bisa retak permanen.
Kini, semua sorotan tertuju pada laga melawan Brighton — sebuah pertandingan yang mungkin akan menjadi bab terakhir antara Mo Salah dan Anfield.












