Berita Populer Sulut: Gereja Dirusak, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

Berita Terkini: Bentrokan Warga di Minahasa Tenggara

Beberapa peristiwa penting terjadi di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), pada Minggu 30 November 2025. Salah satu yang menjadi sorotan adalah insiden bentrokan antarwarga yang berawal dari aksi pengrusakan sebuah rumah ibadah di Desa Watuliney.

Awal Insiden dan Respons Pihak Berwenang

Insiden ini diketahui terjadi di Desa Molompar dan Watuliney, Kecamatan Belang, Mitra. Sebelumnya, ada laporan bahwa salah satu gereja di wilayah tersebut mengalami kerusakan. Hal ini memicu konflik antara warga setempat. Untuk menenangkan situasi, Polres Mitra dan Polda Sulut telah menurunkan personil untuk menjaga keamanan di dua desa tersebut.

Kapolres Mitra, AKBP Handoko Sanjaya, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi. Ia juga menekankan bahwa pihak kepolisian akan terus memantau situasi dengan melakukan pengamanan dan patroli bersama. Sampai saat ini, situasi di lokasi kejadian sudah kondusif dan terkendali. Kelompok yang bertikai telah pulang ke rumah masing-masing.

Penanganan Kasus oleh Kepolisian

AKBP Handoko menyatakan bahwa dua orang terduga pelaku pengrusakan telah ditangkap. Meskipun demikian, peran mereka masih dalam penyelidikan. Selain itu, pihak kepolisian masih mencari tiga hingga empat orang lainnya yang diduga terlibat dalam kejadian ini. Mereka akan dilakukan upaya paksa jika ditemukan.

Ia juga meminta masyarakat untuk menyerahkan kasus ini kepada aparat kepolisian. “Serahkan kasus ini pada kami, dan kami akan proses sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Imbauan dari Komisi Pemuda GMIM

Sementara itu, Komisi Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengeluarkan imbauan terkait peristiwa pengrusakan gereja. Dalam pernyataannya, komisi ini menyampaikan tiga poin utama:

  1. Mengecam keras segala bentuk kekerasan dan pengrusakan rumah ibadah yang mencederai nilai kemanusiaan dan hukum.
  2. Mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil.
  3. Menyuruh ketenangan bagi seluruh warga gereja, khususnya pemuda GMIM. Jangan terpancing provokasi yang dapat memperkeruh suasana.

Komisi Pemuda GMIM juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk merapatkan barisan dalam doa, menyerahkan proses penegakan hukum kepada pihak berwajib, dan tetap menjadi pembawa damai di tengah situasi ini.

Aksi Solidaritas dari Panji Yosua GMIM

Terkait insiden ini, Panglima Panji Yosua PKB Sinode GMIM, James Sumendap, menginstruksikan Pasukan Khusus PY P/KB GMIM untuk berkumpul di Lamet Ratahan pada pagi hari. Mereka kemudian bergerak menuju Watuliney Belang untuk beribadah bersama jemaat.

Sumendap menjelaskan bahwa pasukan tersebut hadir dalam ibadah sekaligus memantau perkembangan situasi yang sudah kondusif dan aman. Ia juga menugaskan Wakil Panglima, Hendrik Mamuaya, untuk berkomunikasi dengan pihak terkait.

Dari hasil komunikasi tersebut, diperoleh fakta bahwa peristiwa pelemparan Gedung Gereja Silo Watuliney bukan kali pertama. Informasi tersebut menyebutkan bahwa peristiwa pertama terjadi pada 26 Juni 2025, dan sudah dimediasi oleh Bupati Ronald Kandoli serta disepakati bersama termasuk dengan pihak kepolisian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *