Program IndonesiaNEXT 2025: Membangun Talent Digital Berbasis Kecerdasan Buatan
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Telkomsel menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan generasi muda Indonesia melalui program IndonesiaNEXT 2025. Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang berfokus pada pengembangan talenta digital di Indonesia dan telah memasuki tahun ke-9.
IndonesiaNEXT tidak hanya bertujuan untuk membangun keterampilan teknis, tetapi juga menciptakan berbagai aplikasi inovatif yang lahir dari ide-ide brilian anak bangsa. Rangkaian acara IndonesiaNEXT 2025 sudah dimulai sejak Desember 2024 dengan jumlah pendaftar mencapai 9.692 peserta yang berasal dari mahasiswa seluruh jurusan, mulai dari tingkat D3 hingga S2.
Setelah melalui tahapan National Webinar & Placement Test, Tech-Based Certification, dan Ideation Bootcamp, 24 finalis terbaik yang terbagi dalam delapan tim mendapatkan pembekalan intensif Digitalent Academy bersama para pakar industri pada 15-17 September 2025. Topik yang dibekali antara lain The Future of AI, Communication & Networking, Deliver a Good Pitch, Leadership for Team Building, Digital Industry Career Path, dan Service Design.
Pada tahapan ini, 24 finalis dibagi menjadi delapan tim untuk merancang aplikasi dengan masing-masing anggota memiliki peran atau role masing-masing, yaitu hacker, hipster, dan hustler. Secara sederhana, hacker berperan pada pemrograman aplikasi, hipster bagian desain, dan hustler berperan pada bagian branding.
Aplikasi Keuangan Cerdas Jadi Tim Terbaik
Salah satu inovasi yang muncul adalah aplikasi manajemen keuangan pintar bernama PennyWise yang terpilih sebagai tim terbaik pada gelaran IndonesiaNEXT 2025. Tim PennyWise terdiri dari Jason Emmanuel (Universitas Bina Nusantara), Azzalia Salsabila (Universitas Gadjah Mada), dan Muhammad Abir (Institut Teknologi Bandung). Role hacker dipegang oleh Jason, Azzalia sebagai hipster, dan Abir sebagai hustler.
PennyWise dirancang untuk Gen Z yang ingin mengatasi masalah keuangan seperti pemborosan dalam pengeluaran. Aplikasi ini memiliki fitur chatbot AI dengan lima karakter yang terspesialisasi, seperti kakak bijak, teman unik, dan teman dekat. Selain itu, PennyWise juga memiliki sistem untuk mengidentifikasi struk atau bukti pembayaran, sehingga cukup dengan memfoto struk, aplikasi langsung dapat mencatat pengeluaran tersebut.
Aplikasi ini juga dilengkapi dengan sistem AI smart insight yang memberi pemberitahuan ketika pengeluaran mencapai 50 persen. Selain itu, ada sistem prediksi keuangannya yang bisa forecasting bahwa di bulan depan harga keuangan akan sisanya berapa berdasarkan pencatatan pengeluaran sebelumnya. Ada juga fitur yang memungkinkan pengguna untuk meraih target pembelian tertentu, seperti iPad baru. Selain itu, ada sistem life consultant yang berperan sebagai konsultan untuk pengguna.
Synca: Penerjemah Suara Menjadi Bahasa Isyarat
Selain PennyWise, ada inovasi lain yang lahir pada gelaran IndonesiaNEXT yaitu Synca, aplikasi penerjemah suara menjadi bahasa isyarat yang dinamakan Synca. Synca terdiri dari Atha Marcella (Universitas Bina Nusantara), Rizqi (Universitas Dian Nuswantoro), dan Raka (Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana). Atha yang berperan sebagai hustler menjelaskan fungsi utama aplikasi ini untuk menerjemahkan suara menjadi bahasa isyarat yang sangat bermanfaat bagi tunawicara atau tunarungu.
Aplikasi ini mampu dijalankan pada ponsel bersamaan dengan aplikasi lain yang berjalan. Ketika pengguna masuk ke aplikasinya, mereka cukup menekan button-nya, dan aplikasi akan running in background. Ketika pengguna masuk media sosial mana pun, seperti YouTube atau Zoom meeting, akan muncul avatar yang menerjemahkan suaranya ke dalam bahasa isyarat. Selain itu, Synca juga membantu menyimpulkan atau summarization riwayat komunikasi.

Kesempatan Berharga Bagi Talent Digital
Atha mengungkapkan keikutsertaannya pada event IndonesiaNext 2025 yang diselenggarakan Telkomsel menjadi pengalaman berharga baginya. Ini pertama kalinya ia ikut lomba aplikasi sampai jadi. Ia juga mengapresiasi Telkomsel yang telah mengembangkan IndonesiaNext sebagai wadah talenta muda mengembangkan inovasi teknologi.
Sementara itu, Jason menilai IndonesiaNEXT merupakan program yang sangat membantu untuk anak muda sepertinya. Ia mendapatkan sertifikasi dalam bidang teknologi yang bisa masuk ke CV, boothcamp pengembangan skill, seminar, dan bisa ketemu teman-teman dari seluruh Indonesia.
Peran Telkomsel dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat penting. Sejak pertama kali digelar pada 2016, IndonesiaNEXT telah menjangkau lebih dari 96.000 peserta dari 807 perguruan tinggi di 38 provinsi. Program ini juga telah meluluskan 256 alumni terbaik dan menerbitkan lebih dari 7.700 sertifikat kompetensi digital.












