Banjir Menyerang Kompleks Mewah di Medan
Bukan hanya masyarakat kelas menengah bawah, orang kaya di Medan, Sumatra Utara juga tidak luput dari kebanjiran. Momen sebuah komplek mewah di Medan kebanjiran itu dibagikan oleh selebgram Sherry dengan akun Instagram Xherry_ho pada Kamis (27/11/2025). Dari video yang dibagikan, terlihat komplek mewah yang diisi rumah Cluster dua lantai itu terendam banjir.
Disebutkan peristiwa itu terjadi karena tanggul di dekat komplek tersebut jebol sehingga membuat air limpasan ke pemukiman mewah tersebut. Sejumlah warga pun sempat terjebak di lantai dua rumah mereka. Dua tanggul jebol itu membuat air deras langsung masuk ke dalam komplek hingga ke dalam rumah mewah.
Pengunggah pun mengaku sempat kaget saat tanggul kedua jebol lantaran limpasan air tiba-tiba saja besar. Akhirnya, pengunggah sempat terjebak di dalam rumah di lantai dua dalam kondisi mati listrik. Hingga para warga disebut dievakuasi oleh Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution.
Di tengah banjir sedada orang dewasa dan berair deras itu, warga evakuasi keluar rumah. Warga dievakuasi bertahap satu persatu keluar komplek mewah tersebut. Disebutkan Bobby Nasution mengevakuasi warga menggunakan mobil besar dan mengecek pintu rumah yang terbuka.
Pengunggah pun baru dievakuasi pukul 02.00 dini hari. “Tiba-tiba ada mobil gede masuk dengan cahaya lampunya. Langsung kita jerit dan panggil pakai flash camera. Terus langsung naik mobil jemput 2 keluarga termasuk aku,” tulis pengunggah. “Lagi panik-panik tiba-tiba ku lihat loh yang nyetir rupanya pak Bobby Nasution lo langsung turun tangan bantu evakuasi,” pengunggah.
Pada Jumat (28/11/2025) air banjir pun mulai surut. Usai banjir, sejumlah rumah mewah itu kemudian dipenuhi dengan lumpur.
Bencana Banjir dan Longsor di Sumatra
Sebagai informasi Sumatra diterjang bencana banjir dan longsor akhir bulan November 2025 ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan data korban terkait bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Data BNPB menunjukkan jumlah korban jiwa di tiga wilayah itu mencapai 72 orang. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan berdasarkan data terbaru yang diberikan Bupati Tapanuli Tengah pada Kamis (27/11/2025) malam, ada 34 orang meninggal di wilayah tersebut akibat banjir. Selain itu 33 warga lainnya dinyatakan hilang.
BNPB juga sebelumnya telah menerima data adanya 13 orang meninggal dunia dan tiga orang hilang di Tapanuli Selatan. Di wilayah Pakpak Bharat ada satu korban meninggal dan Tapanuli Utara melaporkan tiga korban meninggal dunia dan lima orang hilang.
Korban jiwa juga dilaporkan terdapat di Sumatera Barat. Berdasarkan data yang dikirimkan Wakil Gubernur Sumbar pada Kamis (27/11/2025) sore, kata Abdul, ada empat orang meninggal di Kota Padang dan lima orang meninggal di Kabupaten Padang Pariaman. Sementara korban jiwa di Aceh terdapat di dua kabupaten yaitu Bener Meriah dan Gayo Luwes. Abdul mengatakan secara keseluruhan ada enam orang meninggal dunia di Aceh akibat bencana banjir dan longsor.
Proses Evakuasi dan Tanggap Darurat
Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan memakan waktu cukup lama. Warga yang terjebak di dalam rumah harus menunggu hingga petugas datang untuk membantu mereka keluar. Dalam situasi darurat seperti ini, kehadiran gubernur dan tim evakuasi menjadi sangat penting agar proses penyelamatan bisa berjalan lancar.
Selain itu, banyak warga yang mengungkapkan rasa takut dan keterkejutan ketika melihat mobil besar milik gubernur masuk ke dalam komplek mewah. Mereka merasa aman setelah melihat pejabat setempat langsung turun tangan dalam proses evakuasi.
Evakuasi juga dilakukan dengan memastikan setiap keluarga mendapatkan perhatian khusus. Petugas terus memeriksa setiap rumah dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal. Beberapa dari mereka bahkan harus menunggu hingga larut malam sebelum akhirnya bisa keluar dari komplek mewah tersebut.
Dampak Banjir di Wilayah Lain
Banjir yang terjadi di Sumatra tidak hanya terjadi di Medan. Wilayah-wilayah lain seperti Aceh, Tapanuli, dan Sumatera Barat juga terkena dampak buruk dari bencana ini. Banyak daerah yang terendam air, menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan tempat tinggal penduduk.
Selain korban jiwa, banyak warga yang kehilangan barang-barang dan rumah mereka. Banyak dari mereka harus tinggal sementara di tempat penampungan sambil menunggu air surut dan perbaikan rumah mereka.
Dalam situasi seperti ini, masyarakat membutuhkan dukungan dari pemerintah dan lembaga-lembaga bantuan. Bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan kebutuhan pokok sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan warga yang terkena dampak banjir.
Tindakan Pencegahan dan Pemulihan
Setelah banjir surut, banyak warga mulai melakukan pembersihan dan perbaikan rumah mereka. Lumpur yang menumpuk di dalam rumah dan jalanan menjadi tantangan tersendiri. Banyak dari mereka harus membersihkan rumah sendiri atau meminta bantuan dari tetangga dan relawan.
Selain itu, pemerintah dan lembaga bantuan juga mulai melakukan evaluasi terhadap kerusakan yang terjadi. Hal ini penting untuk menentukan langkah-langkah pencegahan di masa depan agar bencana serupa tidak terulang.
Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak, harapan besar dapat diwujudkan agar masyarakat bisa segera pulih dan kembali ke kehidupan normal.












