Persaingan di Super League 2025/2026 Menjadi Semakin Ketat
Manajer Persija Jakarta, Ardhi Tjahjoko, mengakui bahwa kompetisi di Super League 2025/2026 saat ini berlangsung sangat ketat. Untuk bisa meraih gelar juara, ia menilai bahwa persiapan yang matang dan konsistensi dalam meraih kemenangan menjadi syarat utama bagi Macan Kemayoran.
Saat ini, Persija Jakarta berada di posisi ketiga klasemen Super League dengan total poin sebanyak 44 dari 21 pertandingan yang telah dijalani. Tim asuhan Mauricio Souza hanya tertinggal tiga poin dari Persib Bandung yang berada di puncak klasemen. Selain itu, mereka juga hanya terpaut dua poin dari Borneo FC yang berada di peringkat kedua dengan 46 poin.
Namun, Persija tidak boleh terlalu percaya diri karena mereka masih dikejar oleh Malut United yang berada di peringkat keempat dengan 40 poin. Hal ini membuat Persija harus tetap waspada agar tidak terlewat dari persaingan.
Ardhi Tjahjoko menyebutkan bahwa persaingan di Super League memang sangat ketat karena hampir semua tim memiliki kekuatan yang seimbang. Ia menilai bahwa untuk bisa meraih gelar juara, tim yang paling siap dalam setiap pertandingan akan menjadi pemenang.
“Kalau kekuatan tim di Liga 1 saat ini, hampir sama ya semuanya,” ujarnya.
Menurutnya, persiapan yang baik adalah kunci utama bagi Persija untuk tetap berada di jalur kemenangan dan mendekati gelar juara. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tim harus selalu mempersiapkan diri lebih baik dibandingkan lawan-lawannya.
Kesiapan Fisik dan Mental Pemain
Untuk mendukung persiapan tersebut, Head Medical Persija Jakarta, dr. Ande, menjelaskan bahwa tim selalu berusaha memastikan para pemain dalam kondisi terbaik. Termasuk Rizky Ridho dan rekan-rekannya, yang dipastikan dalam kondisi siap tempur.
“Ya itu dia. Kita pantau recovery-nya, kalau ada yang kurang kita bisa kasih metode recovery yang ada di Persija,” jelas dr. Ande.
Ia menambahkan bahwa Persija memiliki program pemulihan dan suplemen yang dikelola secara terstruktur. Dengan demikian, pemain dapat tampil optimal dalam setiap pertandingan.
Selain itu, Ardhi Tjahjoko juga menekankan pentingnya mental para pemain. Meskipun ia mengakui bahwa kekalahan pasti memberi rasa sedih, namun para pemain selalu berusaha bangkit dan memberikan hasil yang lebih baik.
“Kalau mental, biasa ya. Pada saat kalah kita tentu ada rasa kecewa, agak down lah pemain. Karena di atas kertas kita harusnya menang. Tapi itu tadi, dinamika di sepak bola kan tidak bisa diprediksi dengan jelas,” tutur Ardhi.
Ia menegaskan bahwa kecewa adalah hal wajar dalam olahraga. Namun, yang terpenting adalah kemampuan untuk bangkit dan terus berjuang.
“Mau menang, seri, kalah, itu biasa. Tapi pada saat kalah, ya kita harus kuat. Kita bangkit lagi, kita berusaha,” pungkasnya.












