Daerah  

Keberadaan Buaya di Manado Membuat Heboh, Terakhir Terlihat di Sunbae

Keberadaan Buaya di Perairan Manado Masih Menyebabkan Kekhawatiran

Keberadaan buaya di perairan Manado masih menjadi isu yang menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat. Hingga saat ini, pemerintah Kota Manado dan pihak terkait belum berhasil menemukan atau menangkap buaya yang berkeliaran di kawasan tersebut.

Pihak berwenang telah mengambil langkah-langkah untuk menghadapi situasi ini. Salah satunya adalah dengan menurunkan kerangkeng ke laut. Kerangkeng tersebut diturunkan menggunakan kendaraan eskavator pada Selasa (3/2/2026) sore. Proses penurunan ini membutuhkan ketelitian karena lokasi penurunan berdekatan dengan bangunan-bangunan di sekitar.

Eskavator harus berjalan perlahan agar tidak menabrak struktur yang ada di sekitar. Setelah berhenti pada jarak beberapa meter dari pantai, petugas mulai memasang tali ke bagian atas kerangkeng. Kemudian, bagian pengait dari eskavator mengait tali tersebut untuk mengangkat kerangkeng. Perlahan, kerangkeng dipindahkan dari darat ke laut dan ditempatkan di area yang agak landai.

Umpan yang digunakan dalam kerangkeng adalah tiga ekor ayam. Hal ini dilakukan untuk memancing kedatangan buaya. Masyarakat setempat menyambut baik langkah ini. Salah satu warga, Edi, berharap buaya dapat segera tertangkap.

Lokasi Penempatan Kerangkeng

Kerangkeng tersebut ditempatkan di kawasan Mega Mas, Manado, Sulawesi Utara. Kawasan ini merupakan pusat perekonomian kota. Jaraknya sekitar 4 kilometer dari kantor Wali Kota Manado dan sekitar 12 kilometer dari Bandar Udara Manado.

Kerangkeng memiliki ukuran panjang sekitar 5 meter dan lebar 1 meter lebih. Bahan pembuatnya adalah besi yang kuat dan berwarna hitam. Tampak kokoh dan siap digunakan. Pada hari Selasa, kerangkeng segera dipindahkan ke air. Untuk mengangkutnya, traktor disiapkan.

Cuaca pada saat itu cukup panas. Kaban BPBD Pemkot Manado, Donald Sambuaga, menjelaskan bahwa kerangkeng akan dipasangi umpan untuk memancing kedatangan buaya. “Umpannya adalah ayam, begitu buaya masuk, pintu kerangkeng langsung tertutup,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa metode penangkapan melalui kerangkeng sudah terbukti berhasil di Palu. Pemasangan kerangkeng ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Manado dalam menangani buaya di perairan Manado.

Kemunculan Buaya di Perairan Sun Bae

Buaya kembali muncul di perairan Manado pada Selasa (3/2/2026) pagi. Drone dari Pemkot Manado sempat merekam pergerakan hewan tersebut di perairan depan pohon kasih Mega Mas. Sejumlah petugas di Mega Mas mengaku melihat buaya itu muncul di perairan depan Sun Bae.

Menurut salah satu petugas, buaya tersebut berukuran besar dengan panjang mencapai 3 meter. Ia bergerak cepat ke arah barat. Kemunculan ini membuat para tukang las kapal di depan kawasan Sun Bae berhamburan ke tepi pantai.

Pemkot Manado telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di perairan Manado. Hal ini dilakukan sebagai bentuk keselamatan bersama. “Jangan dulu berenang, memancing dan menyelam di perairan Manado,” kata Kaban BPBD Manado Donald Sambuaga.

Rekaman Buaya di Marina Plaza

Buaya kembali hebohkan warga Manado pada Minggu (2/2/2026). Seekor buaya terinformasikan muncul di perairan kawasan Marina Plaza, Selat Manado. Buaya ini terekam kamera tengah berenang di air. Posisinya tidak jauh dari perisir. “Besar sekali,” ujar pihak yang merekam rekaman tersebut.

Rekaman ini kemudian tersebar di media sosial. Perairan Marina Plaza hanya berjarak ratusan meter dari pasar 45 Manado. Kawasan ini juga dekat dengan jalan Pierre Tendean yang merupakan pusat ekonomi kota Manado.

Pada November tahun lalu, buaya juga pernah muncul di Selat Manado. Saat itu, buaya terpantau di sejumlah lokasi seperti Manado Bay. Kemunculan ini membuat semua pihak siaga. Imbauan pun dilayangkan oleh Pemkot Manado kepada warga serta nelayan untuk tidak beraktivitas di laut.

Pengejaran oleh BPBD Pemkot Manado serta Basarnas dilakukan, tetapi buaya itu menghilang. Humas Basarnas Sulut Nuriadin Gumeleng menyatakan bahwa informasi tersebut telah diterima. Untuk langkah selanjutnya, pihaknya masih melakukan koordinasi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *