Sudah Berbeda Jalan, Ello Tanggapi Aurelie yang Viral karena Broken Strings

Perbedaan Reaksi antara Ello dan Roby Tremonti terhadap Buku Aurelie Moeremans

Buku Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth yang ditulis oleh artis Aurelie Moeremans kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Buku ini menceritakan pengalaman pribadi Aurelie, termasuk kejadian manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa hingga menyebabkan kekerasan seksual, yang dikenal sebagai Child Grooming. Pengalaman pilu tersebut membuat banyak orang menganggap buku ini sebagai karya yang sangat berharga.

Tidak semua orang merespons buku ini dengan cara yang sama. Salah satu yang menarik adalah respons dari penyanyi Marcello Tahitoe atau biasa dikenal sebagai Ello. Ello memberikan tanggapan yang cukup singkat, namun tetap sopan terhadap karya Aurelie yang kini viral. Ia hanya menyampaikan ucapan selamat atas rilis literasi Aurelie.

“Saya cuman mau bilang, selamat atas karya rilis literasinya,” ucap Ello dalam wawancara yang terekam di YouTube Intens Investigasi, Minggu (18/1/2026). Ia juga menyatakan bahwa ia ikut senang karena karya tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa. Meski begitu, Ello memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai isi buku tersebut. Ia hanya ingin segera pulang dan berkumpul dengan keluarganya.

Ello dan Aurelie pernah menjalin hubungan pada 2015, namun hubungan mereka akhirnya berakhir pada akhir 2019. Kini, keduanya telah memiliki pasangan masing-masing.

Pesan Aurelie Usai Buku Viral

Setelah bukunya viral, Aurelie merasa tidak nyaman melihat banyaknya asumsi dan tudingan yang dialamatkan kepada tokoh-tokoh dalam bukunya. Ia menekankan pentingnya untuk tidak langsung menyerang atau membully orang lain hanya berdasarkan dugaan semata. Menurutnya, banyak hal yang beredar di luar sana belum tentu benar, sehingga sebaiknya tidak dijadikan dasar untuk menghakimi orang lain.

“Please. Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings. Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan,” tulis Aurelie dalam unggahan Threads-nya, dikutip Jumat (16/1/2026).

Aurelie menegaskan bahwa inti dari kisah yang ia tulis bukanlah untuk menunjuk atau menghakimi sosok tertentu di dunia nyata. Ia ingin pembaca memahami bahwa cerita tersebut berfokus pada pengalaman pribadi, luka yang pernah dialami, serta perjalanan penyembuhan yang ia bagikan dengan kejujuran. Pesan utama dari bukunya adalah tentang pemulihan, bukan tentang mencari siapa yang bersalah.

“Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok. Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur,” tambahnya.

Aurelie juga menyampaikan bahwa jika ada pihak yang mengaku sebagai karakter dalam bukunya, hal itu menjadi urusan masing-masing. Ia mengingatkan agar warganet tidak sekedar menebak-nebak lalu menjadikannya alasan untuk menyerang pihak lain. Menurutnya, sikap seperti itu hanya akan menimbulkan kesalahpahaman dan memperkeruh keadaan.

Reaksi Roby Tremonti terhadap Buku Aurelie

Viralnya buku Broken Strings secara cepat membuat publik murka dan menyoroti sosok Roby Tremonti yang diketahui memiliki hubungan cinta dengan Aurelie di masa lalu. Pria yang kini berumur 45 tahun itu tak terima, menunjukkan kemurkaan atas sederet hujatan yang kini ia terima. Roby mengaku menerima sejumlah ancaman yang tidak hanya ditujukan pada dirinya, melainkan juga keluarganya.

“Tolonglah, sudahlah ini kayak apa, perseteruan lama. Mungkin ada sakit hati yang digoreng sedemikian rupa. Sudahlah, kita sudahi ini. Once for all,” ucap Roby mengurai kekecewaannya.

Ia bahkan meminta Aurelie untuk memahami kondisi kesehatannya kini yang sudah mulai memburuk. “Kamu sadar apa enggak, Aurelie? Dari mata saya masih sehat, sekarang saya membaca sudah plus 1,5. Dari saya masih sehat, sekarang sudah pakai kacamata misalkan mau baca apa-apa!” bebernya.

Roby mengklaim mendapatkan ancaman luar biasa setelah buku yang ditulis Aurelie viral. “Buku ini kita pararelkan dengan tidak ada niat menyerang siapa pun ya,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa sebelum buku Aurelie terbit dan bisa diakses bebas oleh publik, keluarganya baik-baik saja. Namun, kini ia menerima sejumlah ancaman dengan kata-kata kasar melalui direct message Instagramnya.

“Iya dong iya,” tegasnya lagi sambil membuka sejumlah pesan ancaman melalui ponselnya. “Laki-laki NPD, nggak tahu diri, tua, pedofil, perusak hidup orang. Bejatnya kamu selalu bawa-bawa Tuhan. Betapa menyedihkan Aurelie waktu itu,” ucapnya membacakan sebuah pesan yang ia dapat.

Roby mengaku tidak takut dengan pesan itu. Ia tidak segan menempuh langkah hukum apalagi nama pengirim pesan terang-terangan tercantum. “Sudah cukup ya. Ini ada nama loh ya,” katanya memperingatkan. Ia kembali membacakan pesan bernada kasar yang ia terima. “Woi anji pemerko, NPD!” cetusnya menirukan pesan lain yang ia dapat lagi. “Nah ini, ‘Kalau enggak salah ngapain tutup komen’,” tambahnya menirukan pesan lainnya.

Di akhir kalimatnya, Roby menegaskan bahwa ia tidak melakukan apa yang dituliskan Aurelie dalam bukunya. “Kalian bisa lihat, saya enggak melakukan itu. Tapi dihujat bisa 2.500 komen,” sesalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *