Serigala Jantan Berusia Dua Tahun Kabur dari Kebun Binatang O-World
Sebuah kejadian tak terduga terjadi di Kota Daejeon, ketika seekor serigala jantan berusia dua tahun bernama Neukgu melarikan diri dari kebun binatang O-World. Kejadian ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan ratusan personel gabungan sejak Rabu (8/4/2026). Untuk memastikan keselamatan warga, otoritas setempat menutup sementara sebuah sekolah dasar yang berada di dekat lokasi pencarian.
Pemerintah Kota Daejeon mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama predator seberat 30 kilogram itu belum ditemukan. Peringatan darurat terus disebarluaskan melalui sistem siaga kota untuk memandu warga di sekitar Distrik Jung.
Serigala Kabur dengan Cara Menggali Lubang di Tanah
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), Neukgu diketahui melarikan diri pada Rabu pagi dengan cara menggali lubang di bawah pagar pengaman pembatas. Kondisi tanah di area isolasi yang gembur akibat cuaca buruk memudahkan satwa tersebut keluar dari kandangnya.
Pihak pengelola O-World menyadari satu serigala hilang saat pemeriksaan rutin pukul 09.15 waktu setempat. Namun, laporan resmi kepada pemadam kebakaran dan kepolisian baru diterima satu jam kemudian, tepatnya pukul 10.24. Keterlambatan ini membuat serigala sempat terekam berkeliaran di jalan raya yang berdekatan dengan permukiman padat penduduk.
Ratusan Petugas Dikerahkan untuk Memburu Serigala di Tengah Hujan
Hingga Kamis (9/4/2026), sedikitnya 400 personel gabungan dikerahkan ke lapangan. Tim terdiri dari Unit Khusus Kepolisian, tentara, pemadam kebakaran, serta pakar satwa liar. Mereka menyisir kawasan hutan di belakang kompleks O-World.

Tim penyelamat mengandalkan pesawat nirawak (drone) berkamera termal untuk mendeteksi panas tubuh serigala di balik rimbunnya pepohonan. Namun, hujan deras yang mengguyur lokasi sejak pagi memaksa tim menarik mundur drone karena jarak pandang dan sensitivitas sensor terganggu.
“Fokus utama kami adalah menangkap hidup-hidup menggunakan senapan bius dan jaring perangkap,” ujar pihak otoritas keamanan, dilansir Korea Joong Daily.
Meski demikian, prosedur penanganan tegas tetap disiapkan apabila Neukgu menunjukkan perilaku agresif yang mengancam jiwa warga atau petugas.
Sebagai upaya tambahan, tim memasang jebakan makanan bersensor gerak dan memutar rekaman suara lolongan serigala untuk memancing Neukgu keluar dari persembunyiannya.
Sekolah Ditutup Sementara demi Keamanan Murid dan Warga

Insiden ini berdampak langsung pada aktivitas belajar mengajar. Sekolah Dasar Sanseong Daejeon resmi meliburkan kegiatan siswa pada Kamis (9/4/2026). Lokasi sekolah yang hanya berjarak pendek dari titik terakhir kemunculan serigala menjadi pertimbangan utama otoritas pendidikan.
“Ini adalah langkah pencegahan agar anak-anak tidak dalam bahaya selama proses pencarian masih berlangsung,” jelas juru bicara Kantor Pendidikan Metropolitan Daejeon, dilansir The Straits Times.
Di sisi lain, pakar perilaku hewan, Profesor Choi Hyun-myung, menyatakan bahwa risiko serangan terhadap manusia tergolong rendah mengingat Neukgu merupakan serigala yang dibesarkan di penangkaran.
“Serigala adalah hewan sosial. Saat ini ia dalam kondisi stres tinggi karena terpisah dari kelompoknya. Penanganan yang tergesa-gesa justru akan membuatnya semakin gelisah dan mencari tempat sembunyi lebih dalam,” tutur Profesor Choi.
Berita Terkait
Korea Selatan Majukan Target Mendarat di Bulan Menjadi Tahun 2030
Korea Selatan Siapkan Anggaran Jumbo untuk Atasi Krisis Energi
Diplomasi Anabul Prabowo dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung










