Dari Muscab PKB, HRD Tegaskan Komitmen Perjuangkan Aspirasi Gayo

Komitmen Anggota DPR RI untuk Pembangunan Aceh Tengah

Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan Daud (HRD), menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan lebih banyak program pembangunan di Aceh Tengah. Ia menyatakan bahwa upaya tersebut akan dilakukan tidak hanya untuk kebutuhan pascabencana, tetapi juga untuk meningkatkan infrastruktur daerah secara keseluruhan.

HRD menyampaikan pernyataannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Tengah, di Hotel Gayo Petro, Minggu (12/4/2026). Ia berkomitmen untuk terus mendorong realisasi berbagai program pembangunan yang diusulkan oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan di wilayah Gayo.

Proyek Strategis yang Diperjuangkan

Salah satu proyek strategis yang disebutkan oleh HRD adalah jembatan layang Enang-Enang. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan ulang dan direncanakan akan ditender pada tahun 2027 dengan nilai anggaran mendekati setengah triliun rupiah. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan transportasi di kawasan tersebut.

Selain itu, HRD juga menyampaikan rencana pembangunan jembatan permanen Weh Porak Bener Meriah-Aceh Tengah sebagai jalan alternatif. Proyek ini telah dimulai dengan estimasi anggaran sekitar Rp 80 miliar. Jembatan ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas dan mempercepat mobilitas masyarakat.

Penanganan Bencana dan Peran Pemerintah Pusat

HRD juga menyentuh isu penanganan bencana yang hingga saat ini masih berstatus bencana daerah, bukan nasional. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah pusat sudah berjalan seperti penanganan skala nasional.

“Secara administrasi memang menjadi tanggung jawab daerah, tetapi pemerintah pusat tidak tinggal diam,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menghadapi kondisi darurat.

Persiapan Administrasi untuk Mendapatkan Dukungan APBN

HRD menekankan bahwa momentum pascabencana harus dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi, untuk mempercepat pembangunan. Ia menyarankan agar daerah bersiap dengan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pengajuan anggaran dari APBN.

“Sedia payung sebelum hujan,” katanya, menjelaskan pentingnya persiapan administrasi yang matang. Selain itu, ia juga menyebutkan adanya peluang anggaran dari Instruksi Presiden (Inpres) yang mencapai sekitar Rp 20 triliun, yang harus diperjuangkan bersama untuk kebutuhan daerah terdampak bencana.

Harapan Bupati Aceh Tengah

Bupati Aceh Tengah, Dr Haili Yoga MSi, mengapresiasi perhatian HRD terhadap pembangunan daerah yang dipimpinnya. Ia menyampaikan harapan bahwa semakin banyak program pembangunan dari pemerintah pusat akan diberikan kepada Aceh Tengah.

“Dedikasi bapak H Ruslan M Daud patut diapresiasi. Sangat banyak program dibawa pulang dari Pemerintah Pusat ke Aceh Tengah. Semoga ke depan, lebih banyak lagi program pembangunan yang diberikan kepada kami,” harap Haili Yoga.

Kesimpulan

HRD menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk bersatu dan saling mendukung dalam proses pemulihan pascabencana. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk bertanding, tetapi untuk bersanding demi kepentingan masyarakat Aceh Tengah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *